ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan alat peraga bangun ruang dalam meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa tungarahita kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan mengenal bangun ruang dan pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alat peraga bangun ruang dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengenal bangun ruang, persentase ketuntasan belajar pada Siklus I mencapai 67% dengan nilai rata-rata 55, kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bangun ruang siswa telah meningkat dan indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Oleh karena itu, penelitian dihentikan pada Siklus II.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Two Stay Two Stray (TSTS) berbantuan media alat peraga terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Latar belakang penelitian didasari rendahnya pemahaman siswa pada materi sistem ekskresi yang bersifat abstrak, serta kurangnya pemanfaatan alat peraga laboratorium IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yakni VIII-3 sebagai kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran TSTS berbantuan alat peraga, dan VIII-4 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda berjumlah 25 soal yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan uji t independen dengan bantuan SPSS 22, serta perhitungan N-Gain untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (88,77) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (71,85), dengan kategori efektivitas N-Gain berada pada tingkat “sedang”. Ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 88,47% dan memenuhi kriteria efektivitas pembelajaran, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 23,06%. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model TSTS berbantuan alat peraga terhadap hasil belajar IPA. Dengan demikian, penerapan model TSTS yang dipadukan dengan media alat peraga efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan pencapaian hasil belajar IPA siswa, khususnya pada materi sistem ekskresi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan Bawaslu Kota Tarakan terhadap pemasangan alat peraga kampanye diluar dari titik ketentuan pemasangan alat peraga kampanye. Serta untuk mengetahuai penerapan penanganan pelanggaran Bawaslu Kota Tarakan terhadap pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai pada titik ketentuan. Skripsi ini merupakan penelitian empiris, serta pengumpulan data yang dilakukan dengan penelusuran peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, media internet, dan hasil wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun KPU Kota Tarakan telah menetapkan lokasi untuk pemasangan alat peraga kampanye, namun aturan tersebut tidak dijalankan dengan baik oleh peserta kampanye. Adapun tindakan yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Tarakan terhadap pelanggaran yang terjadi diantaranya, memberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis kepada terlapor, menghubungi pihak terkait yang melakukan pelanggaran, menertibkan pelanggaran alat peraga kampanye, dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran. Dugaan pelanggaran dapat berasal dari temuan dan laporan yang mempedomani Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilihan Umum. Bawaslu memiliki wewenang untuk memeriksa, mengkaji, dan memutus pelanggaran administrasi pemilu. Penerapan penanganan pelanggaran administratif oleh Bawaslu Kota Tarakan mempedomani Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilihan Umum. Pelanggaran administrasi dengan objek alat peraga kampanye, dapat menggunakan pemeriksaan acara cepat dalam penyelesaiannya. Putusan berupa sanksi administrasi diatur pada Pasal 461 ayat (6) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Bawaslu Kota Tarakan bertindak secara tegas dalam memberikan sanksi dan dapat mengajak masyarakat ikut serta dalam melakukan pencegahan pelanggaran pemilu salah satunya pada pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan media alat peraga sel sebagai media pembelajaran SMA Kelas XI berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi (guru biologi), serta mengetahui tanggapan siswa terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. ADDIE merupakan singkatan dari (Analysis-Design-Development-Implement-Evaluate). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar validasi, dan lembar angket respon siswa. Sebelumnya, produk telah divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru biologi. Berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media, dan guru biologi, kualitas produk dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran. Ahli materi menilai produk dengan persentase 85% (Kategori layak), ahli media menilai produk dengan persentase 86% (Kategori sangat layak), guru biologi menilai produk dengan kategori sangat layak (93%). Sedangkan respon siswa memperoleh penilaian dengan persentase 89% dan dikategorikan sangat layak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa media alat peraga sel sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa kelas XI.