Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Two Stay Two Stray (TSTS) berbantuan media alat peraga terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Latar belakang penelitian didasari rendahnya pemahaman siswa pada materi sistem ekskresi yang bersifat abstrak, serta kurangnya pemanfaatan alat peraga laboratorium IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yakni VIII-3 sebagai kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran TSTS berbantuan alat peraga, dan VIII-4 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda berjumlah 25 soal yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan uji t independen dengan bantuan SPSS 22, serta perhitungan N-Gain untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (88,77) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (71,85), dengan kategori efektivitas N-Gain berada pada tingkat “sedang”. Ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 88,47% dan memenuhi kriteria efektivitas pembelajaran, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 23,06%. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model TSTS berbantuan alat peraga terhadap hasil belajar IPA. Dengan demikian, penerapan model TSTS yang dipadukan dengan media alat peraga efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan pencapaian hasil belajar IPA siswa, khususnya pada materi sistem ekskresi