2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA POP-UP BOOK PADA MATERI GAYA DI KELAS IV B SDIT IBNU ABBAS TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi gaya dikelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan keterbatasan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media pop-up book. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dihentikan pada siklus I karena hasil yang diperoleh telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran materi gaya. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 91,30% dengan 21 siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal ( KKM) dan 2 siswa belum mencapai KKM. Hasil observasi aktivitas siswa pada aspek sikap memperoleh presentase sebesar 84,35% dengan kategori sangat baik, sedangkan aspek keterampilan memperoleh persentase 82,52% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut melampaui indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu 70% siswa mencapai nilai KKM 67. Dengan demikian, penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya di kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA POP-UP BOOK PADA MATERI GAYA DI KELAS IV B SDIT IBNU ABBAS TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi gaya dikelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan keterbatasan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media pop-up book. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dihentikan pada siklus I karena hasil yang diperoleh telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran materi gaya. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 91,30% dengan 21 siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal ( KKM) dan 2 siswa belum mencapai KKM. Hasil observasi aktivitas siswa pada aspek sikap memperoleh presentase sebesar 84,35% dengan kategori sangat baik, sedangkan aspek keterampilan memperoleh persentase 82,52% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut melampaui indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu 70% siswa mencapai nilai KKM 67. Dengan demikian, penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya di kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan.
2025 · Book ·
Kecemasan matematika merupakan perasaan tertekan, khawatir, cemas, gelisah, tidak suka, maupun rasa takut peserta didik terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan matematika ini menyebabkan beberapa peserta didik tidak menyukai matematika. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bagaimana kecemasan matematika siswa kelas VII-2 SMPN 10 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ada 3 peserta didik kelas VII-2 menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kategori tingkat kecemasan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan angket dan wawancara. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keabsahan data peneliti menggunakan Triangulasi sumber, peningkatan ketekunan, dan Member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berada pada tingkat kecemasan matematika tinggi hanya memenuhi sepuluh indikator kecemasan matematika, sedangkan siswa dengan tingkat kecemasan matematika sedang hanya memenuhi lima indikator kecemasan matematika, dan siswa yang berada pada kategori tingkat kecemasan rendah tidak memenuhi indikator kecemasan matematika. Temuan peneliti mengenai penyebab kecemasan matematika kelas VII-2 adalah terlalu banyak rumus yang dipahami, siswa takut terhadap guru matematika dan metode pembelajaran konvensional.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecemasan matematika merupakan perasaan tertekan, khawatir, cemas, gelisah, tidak suka, maupun rasa takut peserta didik terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan matematika ini menyebabkan beberapa peserta didik tidak menyukai matematika. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bagaimana kecemasan matematika siswa kelas VII-2 SMPN 10 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ada 3 peserta didik kelas VII-2 menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kategori tingkat kecemasan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan angket dan wawancara. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keabsahan data peneliti menggunakan Triangulasi sumber, peningkatan ketekunan, dan Member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berada pada tingkat kecemasan matematika tinggi hanya memenuhi sepuluh indikator kecemasan matematika, sedangkan siswa dengan tingkat kecemasan matematika sedang hanya memenuhi lima indikator kecemasan matematika, dan siswa yang berada pada kategori tingkat kecemasan rendah tidak memenuhi indikator kecemasan matematika. Temuan peneliti mengenai penyebab kecemasan matematika kelas VII-2 adalah terlalu banyak rumus yang dipahami, siswa takut terhadap guru matematika dan metode pembelajaran konvensional.