ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh sarana pendukung, budaya dan motivasi terhadap intensi knowledge sharing dalam implementasi e-learning pada dosen Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probabilty sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian adalah dosen Universitas Borneo Tarakan dengan persyaratan sampel dosen aktif atau tidak sedang lanjut studi dan pernah menggunakan aplikasi BEL (borneo e-learning) dan google classroom, dengan jumlah sampel 105 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel sarana pendukung dan budaya tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi knowledge sharing dalam implementasi e-learning pada dosen Universitas Borneo Tarakan. Sedangkan, variabel motivasi berpengaruh signifikan terhadap intensi knowledge sharing dalam implementasi e-learning pada dosen Universitas Borneo Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fenomena e-learning fatigue pada mahasiswa pendidikan biologi pada pasca pandemi covid-19 menyebabkan diterapkan nya pembelajaran daring diinstitusi pendidikan, termasuk di Universitas Borneo Tarakan. Perubahan yang terjadi dalam metode pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah bagi para tenaga pendidik, merupakan perubahan yang harus dilakukan oleh dosen untuk tetap mengajar secara daring pada mahasiswa. Menimbulkan permasalahan yang berdampak pada kesehatan fisik dan psikis setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana e-learning fatigue yang terjadi yang terdapat pada mahasiswa jurusan pendidikan biologi angkatan 2020 dan 2021 selama pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian atau e-learning fatigue pada mahasiswa jurusan pendidikan biologi angkatan 2020 dan 2021 dengan sampel sebanyak 60 mahasiswa jurusan pendidikan biologi. Teknik mengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi dan diolah dengan likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan pendidikan biologi angkatan 2020 mengalami kondisi kelelahan rataan 21,6 kategori sedang, kecemasan dengan rataan 21,6 kategori sedang dan stres dengan rataan 21,9 kategori sedang. Pada angkatan 2021 dengan kondisi kelelahan dengan rataan 21,6 kategori sedang, kecemasan dengan rataan 21,4 kategori sedang, dan stres dengan rataan 21,6 kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 mengalami kondisi kelelahan dengan rata-rata 21,6 kategori sedang. Terdapat apakah ada analisis lebih lanjut. Antara e-learning fatigue dan pembelajaran daring yang dialami oleh mahasiswa baik dari segi fisik, mental, dan kehidupan sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
This study investigated the impact of E-learning crack-up on the learning process during the pandemic to the post-pandemic learning process, and the quality of learning English during the face-to-face learning. This study used qualitative research methods. The researcher selected 6 students from class XI-1 and 1 teacher at SMAN 1 Nunukan to participate in the interview session. The results of the data collected through documents, observation and interview proved that E-learning crack-ups in the learning process during the pandemic still affected student’s learning processes. On the other hand, the quality of learning during the pandemic period has also shown positive results but with a number of important notes. This is related to the potential for academic boredom and student cheating in completing their assignments. Furthermore, the research results also indicated the importance of transforming various learning models directed by teachers. This is important to restore students’ enthusiasm for learning and obtain optimal learning outcomes during the post-pandemic learning period.