Abstrak
Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang terjadi akibat adanya sumbatan pada saluran napas oleh benda asing dan dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian apabila tidak segera ditangani. Anak usia sekolah dasar termasuk kelompok yang rentan mengalami tersedak, sehingga guru sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, self-efficacy, dan sikap guru sekolah dasar dalam penanganan tersedak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 83 guru sekolah dasar yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan, kuesioner self-efficacy, dan kuesioner sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (91,6%), self-efficacy sedang (59%), dan sikap netral (62,7%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa guru sekolah dasar memiliki pengetahuan yang baik, namun self-efficacy dan sikap dalam penanganan tersedak masih perlu ditingkatkan.