Abstrak
Plasenta previa merupakan komplikasi kehamilan trimester akhir yang dapat menyebabkan perdarahan masif dan menjadi indikasi tindakan Sectio Caesarea (SC). Ibu nifas pasca-SC dengan indikasi plasenta previa berisiko mengalami nyeri melahirkan, hambatan proses menyusui, dan adaptasi terhadap peran baru sebagai orang tua. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan maternitas komprehensif pada ibu nifas pasca-SC dengan indikasi plasenta previa di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian terdiri dari dua ibu nifas primipara pasca-SC hari pertama yang dirawat di Ruang Mawar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi fisik, studi dokumentasi, dan pemeriksaan penunjang. Hasil menunjukkan kedua pasien mengalami nyeri jahitan operasi dengan skala 6 dan 7. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi nyeri melahirkan, menyusui tidak efektif, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua, serta risiko syok pada salah satu pasien akibat perdarahan aktif. Intervensi keperawatan dilakukan selama 3×24 jam berupa manajemen perawatan pasca-SC, mobilisasi dini, pijat laktasi, pendampingan menyusui, manajemen perdarahan, dan edukasi fase bayi. Evaluasi menunjukkan penurunan skala nyeri menjadi 1 dan 2, peningkatan kemampuan mobilisasi, efektivitas menyusui, serta peningkatan kesiapan menjadi orang tua. Penerapan asuhan keperawatan maternitas secara komprehensif membantu mempercepat pemulihan ibu pasca-SC, meningkatkan keberhasilan menyusui, dan mendukung adaptasi peran orang tua.