BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Latar Belakang: Nyeri punggung pasca persalinan sering dialami ibu nifas dan dapat mengganggu aktivitas serta pemberian ASI. Penanganan farmakologis memiliki keterbatasan, terutama pada ibu menyusui. Effleurage massage merupakan terapi komplementer yang aman, efektif, dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan melalui effleurage massage untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu nifas di Puskesmas Tanjung Lapang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus asuhan kebidana pada masa nifas dengan pemberian effleurage massage untuk mengurangi nyeri punggung pasca persalinan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada satu ibu nifas hari ke-3 pasca persalinan normal yang mengalami nyeri punggung. Intervensi yang diberikan berupa effleurage massage sebagai terapi komplementer. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, serta pengisian format SOAP dan skala nyeri NRS. Evaluasi dilakukan sebelum, selama, dan setelah intervensi untuk menilai efektivitas terapi dalam menurunkan intensitas nyeri. Jika perlu disesuaikan dengan batas karakter atau kata abstrak Anda, beri tahu saja. Hasil: Setelah intervensi effleurage massage selama 3 hari (6 sesi), terjadi penurunan intensitas nyeri punggung dari skala NRS 6 menjadi 0. Penurunan nyeri berlangsung progresif: hari ke-1 (67%), hari ke-2 (83%), hingga eliminasi total pada hari ke-3. Disertai perbaikan postur, peningkatan range of motion, kualitas tidur, serta kenyamanan dalam menyusui dan merawat bayi. Tidak ditemukan efek samping, dan kepatuhan terapi mencapai 100%. Kesimpulan: Effleurage massage efektif dan aman sebagai terapi komplementer untuk nyeri punggung pasca persalinan, serta layak diterapkan di pelayanan kebidanan. Kata Kunci: asuhan kebidanan, terapi komplementer, effleurage massage, nyeri punggung, masa nifas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Nyeri punggung pasca persalinan sering dialami ibu nifas dan dapat mengganggu aktivitas serta pemberian ASI. Penanganan farmakologis memiliki keterbatasan, terutama pada ibu menyusui. Effleurage massage merupakan terapi komplementer yang aman, efektif, dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan melalui effleurage massage untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu nifas di Puskesmas Tanjung Lapang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus asuhan kebidana pada masa nifas dengan pemberian effleurage massage untuk mengurangi nyeri punggung pasca persalinan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada satu ibu nifas hari ke-3 pasca persalinan normal yang mengalami nyeri punggung. Intervensi yang diberikan berupa effleurage massage sebagai terapi komplementer. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, serta pengisian format SOAP dan skala nyeri NRS. Evaluasi dilakukan sebelum, selama, dan setelah intervensi untuk menilai efektivitas terapi dalam menurunkan intensitas nyeri. Jika perlu disesuaikan dengan batas karakter atau kata abstrak Anda, beri tahu saja. Hasil: Setelah intervensi effleurage massage selama 3 hari (6 sesi), terjadi penurunan intensitas nyeri punggung dari skala NRS 6 menjadi 0. Penurunan nyeri berlangsung progresif: hari ke-1 (67%), hari ke-2 (83%), hingga eliminasi total pada hari ke-3. Disertai perbaikan postur, peningkatan range of motion, kualitas tidur, serta kenyamanan dalam menyusui dan merawat bayi. Tidak ditemukan efek samping, dan kepatuhan terapi mencapai 100%. Kesimpulan: Effleurage massage efektif dan aman sebagai terapi komplementer untuk nyeri punggung pasca persalinan, serta layak diterapkan di pelayanan kebidanan. Kata Kunci: asuhan kebidanan, terapi komplementer, effleurage massage, nyeri punggung, masa nifas.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pemberian rebusan jahe dan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. Kombinasi kedua metode ini membantu ibu menyusui merasa lebih rileks dan mendukung proses laktasi secara alami, sehingga produksi ASI meningkat secara signifikan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan jahe dan aromaterapi lavender terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperiment berbentuk desain pretest and posttest nonequivalent without control group. Penelitian akan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. nonprobability sampling dengan teknik acidental sampling sebanyak 10 orang. Instrumen menggunakan kuesioner data demografi, lembar observasi produksi ASI. Data dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil: Diperoleh bahwa produksi ASI pretest pada ibu post partum yaitu mean sebesar 4,50 ml; median sebesar 5 ml; standar deviasi sebesar 4.378 ml; nilai minimum sebesar 0 ml, nilai maksimum sebesar 10 ml. Diperoleh bahwa produksi ASI posttest pada ibu post partum yaitu mean sebesar 415 ml; median sebesar 405 ml; standar deviasi sebesar 109,848 ml; nilai minimum sebesar 300 ml, nilai maksimum sebesar 610 ml. Diperoleh dari hasil uji wilcoxon nilai-p=0,005 (nilai-p0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian rebusan jahe dan aromaterapi lavender terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Pemberian rebusan jahe dan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. Kombinasi kedua metode ini membantu ibu menyusui merasa lebih rileks dan mendukung proses laktasi secara alami, sehingga produksi ASI meningkat secara signifikan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan jahe dan aromaterapi lavender terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperiment berbentuk desain pretest and posttest nonequivalent without control group. Penelitian akan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. nonprobability sampling dengan teknik acidental sampling sebanyak 10 orang. Instrumen menggunakan kuesioner data demografi, lembar observasi produksi ASI. Data dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil: Diperoleh bahwa produksi ASI pretest pada ibu post partum yaitu mean sebesar 4,50 ml; median sebesar 5 ml; standar deviasi sebesar 4.378 ml; nilai minimum sebesar 0 ml, nilai maksimum sebesar 10 ml. Diperoleh bahwa produksi ASI posttest pada ibu post partum yaitu mean sebesar 415 ml; median sebesar 405 ml; standar deviasi sebesar 109,848 ml; nilai minimum sebesar 300 ml, nilai maksimum sebesar 610 ml. Diperoleh dari hasil uji wilcoxon nilai-p=0,005 (nilai-p0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian rebusan jahe dan aromaterapi lavender terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang.