Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YENIANA YAHUDA

4 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 2

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP DURASI TIDUR USIA 0-3 BULAN DI KELURUHAN JUATA LAUT

2025 · Book ·

Bayi adalah masa tahapan pertama kehidupan seorang manusia setelah lahir dari rahim seorang ibu. Pada masa ini, perkembangan otak dan fisik bayi selalu menjadi perhatian utama. Masa bayi adalah masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi adalah pola tidur. Tidur adalah salah satu bentuk adaptasi bayi terhadap lingkungannya. Setelah lahir, bayi biasanya tidur selama 16 - 18 jam sehari. Memasuki usia 2 bulan bayi mulai lebih banyak tidur malam dibanding siang, sampai usia 3 bulan, bayi baru lahir akan menghabiskan waktu tidurnya sekitar 15-17 jam, Semakin usia bayi bertambah, jam tidurnya juga semakin berkurang. Upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tidur pada bayi telah berkembang, baik terapi farmakologi maupun nonfarmakologi, salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi masalah tidur yaitu dengan pijat bayi. Bayi yang dilakukan pemijatan akan tidur dengan lelap dan pada waktu bangun, daya konsentrasinya akan lebih penuh. Pijat bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu memberikan asuhan kebidanan pada seorang bayi 0-3 bulan yang mengalami masalah durasi tidur. Data ini di kumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi melalu SOAP. Dengan demikian hasil pijat bayi dapat diketahui dengan akurat karena peneliti dapat membandingkan Hasil sebelum dan sesudah pijat bayi dapat diketahui bahwa sebelum dilakukan pijat yaitu (11,00 jam) sedangkan sesudah di lakukan pijat yaitu ( 13,28 jam) dan rata-rata peningkatan durasi tidur bayi yaitu (+2,20 jam).

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP DURASI TIDUR USIA 0-3 BULAN DI KELURUHAN JUATA LAUT

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bayi adalah masa tahapan pertama kehidupan seorang manusia setelah lahir dari rahim seorang ibu. Pada masa ini, perkembangan otak dan fisik bayi selalu menjadi perhatian utama. Masa bayi adalah masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi adalah pola tidur. Tidur adalah salah satu bentuk adaptasi bayi terhadap lingkungannya. Setelah lahir, bayi biasanya tidur selama 16 - 18 jam sehari. Memasuki usia 2 bulan bayi mulai lebih banyak tidur malam dibanding siang, sampai usia 3 bulan, bayi baru lahir akan menghabiskan waktu tidurnya sekitar 15-17 jam, Semakin usia bayi bertambah, jam tidurnya juga semakin berkurang. Upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tidur pada bayi telah berkembang, baik terapi farmakologi maupun nonfarmakologi, salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi masalah tidur yaitu dengan pijat bayi. Bayi yang dilakukan pemijatan akan tidur dengan lelap dan pada waktu bangun, daya konsentrasinya akan lebih penuh. Pijat bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu memberikan asuhan kebidanan pada seorang bayi 0-3 bulan yang mengalami masalah durasi tidur. Data ini di kumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi melalu SOAP. Dengan demikian hasil pijat bayi dapat diketahui dengan akurat karena peneliti dapat membandingkan Hasil sebelum dan sesudah pijat bayi dapat diketahui bahwa sebelum dilakukan pijat yaitu (11,00 jam) sedangkan sesudah di lakukan pijat yaitu ( 13,28 jam) dan rata-rata peningkatan durasi tidur bayi yaitu (+2,20 jam).

PENGARUH KONSUMSI NUGGET JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca normalis) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI AMAL

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH KONSUMSI NUGGET JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca normalis) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI AMAL ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik untuk bayi karena merupakan makanan alamiah yang sempurna,mudah dicerna serta mengandung gizi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan kekebalan tubuh, kebersihannya pun terjamin sehingga dapat terhindar dari gangguan pencernaan seperti diare, muntah dan lainnya.Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI yaitu melalui asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu yang dapat mempengaruhi peningkatan produksi ASI sehingga ibu membutuhkan nutrisi yang menjamin dalam pembentukan ASI yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jantung pisang memiliki kandungan laktagongum yang dapat menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin serta memiliki kandungan zat gizi bermanfaat bagi tubuh yaitu energi sebesar 30 kkl, protein sebesar 1 gr, karbanhidrat sebesar 7 gr, lemak sebesar 50 mg, Vitamin A sebesar170 mg, Vitamin B1 sebesar 0,05 mg dan vitamin C sebesar 10 mg. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian nugget jantung pisang kepok (Musa paradisiaca normalis) terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Jenis penelitian ini menggunakan quasi experimental rancangan penelitian ini one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas pada bulan Oktober 2023 – Januari 2024 berjumlah 166 responden. Sampel dalam penelitian ini 16 responden dengan teknik probabiliyt sampling mengunakan metode Purposive Sampling. Jantung pisang kepok diberikan sebanyak 118 gram dengan 2 kali pemberian pagi dan sore selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan wilcoxon dengan hasil diperoleh hasil uji wilcoxon nilai p = 0,01sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh konsumsi nugget jantung pisang kepok terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Dapat diismpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi nugget jantung pisang kepok terhadap produksi ASI. Diharapkan mengedukasi dan memberikan informasi ibu nifas terkait peningkatan produksi ASI dengan konsumsi nugget jantung pisang kepok. Kata Kunci : Jantung Pisang, Produksi ASI, Ibu Nifas

PENGARUH KONSUMSI NUGGET JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca normalis) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI AMAL

2024 · Thesis ·

PENGARUH KONSUMSI NUGGET JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca normalis) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI AMAL ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik untuk bayi karena merupakan makanan alamiah yang sempurna,mudah dicerna serta mengandung gizi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan kekebalan tubuh, kebersihannya pun terjamin sehingga dapat terhindar dari gangguan pencernaan seperti diare, muntah dan lainnya.Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI yaitu melalui asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu yang dapat mempengaruhi peningkatan produksi ASI sehingga ibu membutuhkan nutrisi yang menjamin dalam pembentukan ASI yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jantung pisang memiliki kandungan laktagongum yang dapat menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin serta memiliki kandungan zat gizi bermanfaat bagi tubuh yaitu energi sebesar 30 kkl, protein sebesar 1 gr, karbanhidrat sebesar 7 gr, lemak sebesar 50 mg, Vitamin A sebesar170 mg, Vitamin B1 sebesar 0,05 mg dan vitamin C sebesar 10 mg. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian nugget jantung pisang kepok (Musa paradisiaca normalis) terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Jenis penelitian ini menggunakan quasi experimental rancangan penelitian ini one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas pada bulan Oktober 2023 – Januari 2024 berjumlah 166 responden. Sampel dalam penelitian ini 16 responden dengan teknik probabiliyt sampling mengunakan metode Purposive Sampling. Jantung pisang kepok diberikan sebanyak 118 gram dengan 2 kali pemberian pagi dan sore selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan wilcoxon dengan hasil diperoleh hasil uji wilcoxon nilai p = 0,01sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh konsumsi nugget jantung pisang kepok terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Dapat diismpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi nugget jantung pisang kepok terhadap produksi ASI. Diharapkan mengedukasi dan memberikan informasi ibu nifas terkait peningkatan produksi ASI dengan konsumsi nugget jantung pisang kepok. Kata Kunci : Jantung Pisang, Produksi ASI, Ibu Nifas