Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Pijat oksitosin
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN MENERAPKAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA MALINAU HILIR

2025•

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN MENERAPKAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA MALINAU HILIR Mutiara1, Ratnanengsih2, Dr Yeti Mareta Undaryati3 Prodi Profesi Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan123 Email: [email protected] ABSTRAK Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang tidak lancar merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami ibu nifas dan dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Ketidaklancaran produksi ASI dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin, kondisi psikologis ibu, kelelahan, serta kurangnya dukungan dan edukasi menyusui. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah penerapan pijat oksitosin.Studi kasus ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan menerapkan pijat oksitosin guna meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di Desa Malinau Hilir. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian data subjektif dan objektif, penetapan diagnosis kebidanan, perencanaan dan pelaksanaan asuhan, serta evaluasi hasil tindakan. Subjek dalam studi kasus ini adalah seorang ibu nifas yang mengalami masalah produksi ASI tidak lancar. Intervensi pijat oksitosin dilakukan sesuai standar prosedur. Hasil asuhan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pijat oksitosin, terjadi peningkatan kelancaran produksi ASI yang ditandai dengan bertambahnya volume asi setiap harinya, payudara terasa lebih lembek setelah menyusui, peningkatan frekuensi dan durasi menyusu bayi, serta berkurangnya keluhan ibu terkait ASI tidak lancar. Ibu juga tampak lebih rileks dan percaya diri dalam proses menyusui. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi dan kelancaran ASI pada ibu nifas. Oleh karena itu, pijat oksitosin dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi komplementer dalam asuhan kebidanan pada ibu nifas untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU POST PARTUM DENGAN PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI RUANG MELATI RSUD MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Midwifery Care For Post Partum Mothers With The Application Of Oxytocin Massage To Improve Breast Milk Production In The Melati Room Malinau Regional Hospital ABSTRACT Postpartum is a period of recovery of the reproductive organs as before pregnancy. During the postpartum period, it is not uncommon for a postpartum mother to experience problems related to breast milk production. The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia in 2023 is 63.90%, in North Kalimantan 45.4% and in Malinau Regency 87.7%. The coverage of exclusive breastfeeding is still relatively low in North Kalimantan so there are several ways that can be done to increase this coverage, namely by providing complementary care that is non-pharmacological, namely oxytocin massage. This study aims to provide midwifery care to postpartum mothers by implementing oxytocin massage to increase breast milk production in the Melati room of Malinau Hospital. This study is a quantitative study with a case study approach conducted on June 5-10, 2025, the sample in this case study was a postpartum mother who experienced irregular breast milk production. Oxytocin massage was carried out for 6 visits, namely every morning. The instruments used were baby scales, measuring cups for breast milk storage, 1 set of tools for performing oxytocin massage and observation sheets. Breast milk production increased from 30 ml to 200 ml on the 6th day of oxytocin massage. It is recommended for midwives in health facilities to be able to provide education and apply oxytocin massage to every postpartum mother so that breast milk production is smooth and reduces the occurrence of problems related to breast milk production. Keywords : Oxytocin Massage, Breast Milk Production, Post Partum

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHANAN PERSALINAN DENGAN TERAPI PIJAT OKSITOSIN UNTUK MEMPERCEPAT KALA I FASE AKTIF DI RUANG MELATI RSUD MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kala I fase aktif adalah fase kritis persalinan yang menentukan keberhasilan proses kelahiran. Pijat oksitosin merupakan intervensi non farmakologis yang diyakini dapat meningkatkan kontraksi uterus dan mempercepat pembukaan serviks, namun bukti klinis di fasilitas primer masih terbatas. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap lama kala I fase aktif pada Ny.R di Ruang Melati RSUD Malinau. Metode: Studi kasus dengan pendekatan kuantitatif–kualitatif pada satu ibu multipara (Ny. R) kala I fase aktif (pembukaan 5 cm) pada tanggal 3 Juni 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara, inspeksi, palpasi, auskultasi, dan observasi; pendokumentasian menggunakan format SOAP. Prosedur: pijat oksitosin sesuai protokol selama fase aktif, pencatatan durasi kala I, kontraksi, DJJ, dan kondisi ibu janin. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil: Lama kala I fase aktif tercatat 3 jam 30 menit, lebih cepat dibanding rata rata fisiologis multipara. Kontraksi menjadi lebih kuat dan teratur, DJJ stabil, dan tidak terjadi komplikasi maternal maupun fetal. Ibu melaporkan penurunan kecemasan dan nyeri dapat ditoleransi tanpa analgesik farmakologis. Temuan ini sejalan dengan penelitian Mustaghfiroh & Hesti (2022) dan Pamungkas et al. (2024) yang menunjukkan pijat oksitosin memperpendek kala I dan menurunkan nyeri. Kesimpulan: Pijat oksitosin efektif mempercepat kala I fase aktif pada ibu multipara, aman, dan dapat diintegrasikan sebagai intervensi standar non farmakologis dalam asuhan kebidanan di fasilitas pelayanan primer.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT MARMET UNTUK MEMPERLANCAR ASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa nifas merupakan periode penting bagi ibu pasca persalinan, khususnya dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Produksi dan kelancaran ASI sering kali dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis ibu. Upaya non-farmakologis seperti pijat oksitosin dan pijat marmet terbukti efektif dalam merangsang produksi ASI. Pemberian kedua teknik pijat ini diyakini mampu merangsang refleks pengeluaran ASI secara lebih efektif. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas produksi ASI adalah dengan melakukan stimulus pengeluaran hormon prolaktin melalui pijat oksitosin. Pijat marmet dilakukan karena kesulitan dalam mengeluarkan ASI saat bayi menyusu. Pemberian pijat marmet pada ibu nifas secara rutin dengan cara memerah dan memijat payudara akan merangsang hormon prolaktin yang dapat meningkat kelancaran produksi ASI guna memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan penerapan pijat oksitosin dan pijat marmet sebagai intervensi untuk memperlancar ASI. Metode pelaksanaan asuhan dilakukan secara komprehensif mulai dari pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Subjek asuhan adalah ibu nifas yang mengalami keluhan ASI belum lancar. Intervensi yang diberikan meliputi pijat oksitosin dan teknik pijat marmet selama 15-20 menit, dilakukan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui observasi peningkatan jumlah ASI, respon bayi saat menyusui, serta kenyamanan ibu setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan setelah dilakukan pemberian kombinasi pijat oksitosin dan pijat marmet. Ibu merasa lebih rileks, dan bayi tampak puas saat menyusu, tidak terlihat rewel lagi. Intervensi ini juga meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Kesimpulan dari asuhan ini adalah bahwa pijat oksitosin dan pijat marmet merupakan metode sederhana, aman, dan efektif dalam membantu memperlancar ASI pada ibu nifas. Diharapkan intervensi ini dapat diterapkan secara luas sebagai bagian dari asuhan kebidanan untuk mendukung keberhasilan menyusui.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN OLEH SUAMI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASI adalah cairan dan nutrisi alamiah terbaik yang sangat penting bagi bayi karena ASI mengandung kebutuhan energi dan zat untuk tumbuh kembang sesuai dengan kebutuhan bayi. Ada beberapa faktor yang menghambat produksi ASI yaitu faktor isapan bayi, faktor perawatan payudara, pola istirahat, dan faktor psikologis ibu, yang menyebabkan sedikitnya ASI yang keluar dan bahkan tidak jarang juga ibu mengeluh ASI tidak keluar sama sekali. Keberhasilan seorang ibu dalam menyusui tergantung pada dukungan dari keluarga terutama suami yang memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses menyusui. Dukungan suami dapat melancarkan kualitas produksi ASI karena kedekatan emosi antara ibu dan suami yang mendukung akan berdampak positif. Selain itu, suami juga berperan dalam melakukan pijat oksitosin pada ibu untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pijat oksitosin oleh suami terhadap peningkatan produksi ASI. Jenis penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest.Populasi dalam penelitian ini adala seluruh ibu menyusui usia 0-6 bulan pada bulan Agustus 2023 – Januari 2024 berjumlah 157 ibu menyusui. Sampel dalam penelitian ini 15 responden dengan teknik probability sampling menggunakan metode purposive sampling. Pijat oksitosin oleh suami dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari selama 7 hari dengan menggunakan alat ukur kuesioner kelancaran ASI. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian uji hipotesis nilai p-value = 0,011 yang berarti adanya efektivitas pijat oksitosin oleh suami terhadap peningkatan produksi ASI sebelum dan setelah perlakuan intervensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUA RGA TERHADAP PRAKTIK PIJAT OKSITOSIN PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN

2023•

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRAKTIK PIJAT OKSITOSIN PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS Abstrak Proses menyusui tidak selalu berjalan mulus, ada berbagai kendala yang menghalangi proses menyusui. Faktor psikologis menjadi salah satu indikator keberhasilan atau kegagalan pemberian ASI. Peran keluarga sebagai bentuk dukungan sangat dibutuhkan untuk menyusui. Pijat oksitosin merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah ketidak lancaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap praktik pijat oksitosin pada ibu menyusui di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan Tahun 2023. Desain penelitian ini merupakan metode analitik korelasional menggunakan total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu menyusui yang bersalin dibulan Januari-Mei 2023 di Puskesmas Gunung Lingkas sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisoner dukungan keluarga. Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh p-value 0,037 (p-value dari 0,05) yang berarti ada hubungan signifikan antar dukungan kelurga terhadap praktik pijat oksitosin pada ibu menyusui di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan Tahun 2023. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan oleh tenaga kesehatan terutama bidan sebagai pelaksana agar meningkatkan pengetahuan dan motivasi kepada ibu dan keluarga unutuk melakukan pijat oksitosin dalam rangka memperlancar produksi ASI.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail