Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: AGUSTINA JUN TANGGA ALLO
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Alami Dari Fermentasi Bonggol Pisang Dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Pepaya (Carica papaya L.)

2024•

Di Indonesia, pepaya merupakan salah satu komoditas pertanian yang tergolong kedalam tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh masyarakat. Pepaya salah satu tanaman yang memiliki khasiat pada kandungan buahnya yang terdiri dari vitamin A, vitamin B1, B3, B5, vitamin E, vitamin K, vitamin C, likopen, serat, kalsium, potasium, folat dan magnesium. Produksi pepaya di Kalimantan Utara mencapai 232.031 kuintal pada tahun 2022 (BPS, 2022). Peningkatan pertumbuhan bibit tanaman pepaya dapat dilakukan dengan cara aplikasi zat pengatur tumbuh alami dari ekstrak bonggol pisang dan rebung bambu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : K0 = kontrol (tanpa zpt), K+ (zpt sintetis), K1 ((bonggol pisang 25%), K2 rebung bambu (25%), K3 (bonggol pisang 50%), K4 (rebung bambu 50%), K5 (bonggol pisang 75%), K6 (rebung bambu 75%), K7 (bonggol pisang 100%), K8 (rebung bambu 100%). Parameter yang diamati meliputi: Kecepatan Berkecambah, Presentase Berkecambah, Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Diameter Batang, Berat Basah, Berat Kering. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian K7 (bonggol pisang 100%) berpengaruh terhadap Kecepatan berkecambah (0.33%), Presentase berkecambah (2.2%) Tinggi tanaman 2 MST (2,38 cm), 4 MST (7,73 cm), 6 MST (7,83 cm), 8 MST (34,28 cm), 10 MST (69 cm). Jumlah daun 2 MST (1.50 helai), 4 MST dengan nilai (3,83 helai), 6 MST dengan nilai (8,5 helai), 8 MST (18,17 helai), 10 MST (24,5 helai). Diameter batang (19,54 mm), berat basah (162,33 gram), berat kering (20,83 gram).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Alami Dari Fermentasi Bonggol Pisang Dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Pepaya (Carica papaya L.)

2024•

Di Indonesia, pepaya merupakan salah satu komoditas pertanian yang tergolong kedalam tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh masyarakat. Pepaya salah satu tanaman yang memiliki khasiat pada kandungan buahnya yang terdiri dari vitamin A, vitamin B1, B3, B5, vitamin E, vitamin K, vitamin C, likopen, serat, kalsium, potasium, folat dan magnesium. Produksi pepaya di Kalimantan Utara mencapai 232.031 kuintal pada tahun 2022 (BPS, 2022). Peningkatan pertumbuhan bibit tanaman pepaya dapat dilakukan dengan cara aplikasi zat pengatur tumbuh alami dari ekstrak bonggol pisang dan rebung bambu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : K0 = kontrol (tanpa zpt), K+ (zpt sintetis), K1 ((bonggol pisang 25%), K2 rebung bambu (25%), K3 (bonggol pisang 50%), K4 (rebung bambu 50%), K5 (bonggol pisang 75%), K6 (rebung bambu 75%), K7 (bonggol pisang 100%), K8 (rebung bambu 100%). Parameter yang diamati meliputi: Kecepatan Berkecambah, Presentase Berkecambah, Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Diameter Batang, Berat Basah, Berat Kering. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian K7 (bonggol pisang 100%) berpengaruh terhadap Kecepatan berkecambah (0.33%), Presentase berkecambah (2.2%) Tinggi tanaman 2 MST (2,38 cm), 4 MST (7,73 cm), 6 MST (7,83 cm), 8 MST (34,28 cm), 10 MST (69 cm). Jumlah daun 2 MST (1.50 helai), 4 MST dengan nilai (3,83 helai), 6 MST dengan nilai (8,5 helai), 8 MST (18,17 helai), 10 MST (24,5 helai). Diameter batang (19,54 mm), berat basah (162,33 gram), berat kering (20,83 gram).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail