Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Biji Pepaya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI VIBRIO PARAHAEMOLYTICUS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah Pepaya (Carica papaya) adalah salah satu tanaman yang memiliki kandungan kimia seperti polisakarida, vitamin, mineral, enzim,protein, alkaloid, gliskosida, lemak, minyak, lektin, saponin, flavonoid, sterol, vitamin A, B dan C, enzim proteolitik seperti papain dan chymopapain sebagai antivirus, antijamur dan antibakteri. Vibrio parahaemolyticus adalah salah satu spesies bakteri dari family Vibrionaceae yang merupakan bakteri gram negatif, bakteri Vibrio parahaemolyticus dapat membunuh setengah dari populasi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji pepaya (Carica papaya) dalam menghambat pertumbuhan bakteri vibrio Parahaemolyticus. Peneltian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali pengulangan, perlakuan yang diberikan yaitu : P0: Kontrol negatif alkohol, P1: Kontrol positif ekstrak bioenrichment dengan 25%, P2: Perlakuan ekstrak bioenrichment 15% ntibiotik. P3: Perlakuan ekstrak bioenrichment 25%, P4: perlakuan ekstrak bioenrichment 35%. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak biji pepaya (Carica papaya) memiliki kandungan senyawa (metabolit sekunder) yaitu alkaloid, flavonoid, fenol hidrokuinon, tanin dan steroid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Pada uji antibakteri ekstrak biji pepaya terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus diperoleh hasil zona hambat terbesar pada perlakuan 35% dengan nilai rata – rata diameter sebesar 7 mm, yang lebih besar dibandingkan dengan antibiotik 25% sebagai kontrol positif (3,5 mm). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak buah pepaya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas penambahan tepung biji pepaya (carica papaya) terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai bobot tumbuh yang jauh lebih besar dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Pemberian bahan tambahan seperti tepung biji pepaya pada formulasi pakan sangat diperlukan terutama untuk meningkatkan percernaan ikan nila, dikarenakan pada tanaman pepaya mengandung enzim papain yang bersifat proteolitik (pengurai protein) yakni untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh biji pepaya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (Kontrol), P2 (pemberian tepung biji pepaya 1,5gr / 500 gr pakan komersil), P3 (pemberian tepung biji pepaya 2gr / 500gr pakan komersil), P4 (pemberian tepung biji pepaya 2,5gr / 500gr pakan komersil). Hasil penelitian pertumbuhan yang terbaik adalah pada perlakuan 4 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 4,23gr, panjang 3,44cm, SGR 2,19%, SR 79,26% dan nilai FCR 1:1,3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya) Sebagai Antibakteri Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Vibrio harveyi Secara In Vitro

2022•

Salah satu kendala pada budidaya udang windu yaitu serangan penyakit kunang – kunang (luminescent vibriosis) yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak biji pepaya (Carica papaya) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi yang diujikan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ekstraksi biji pepaya dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 10%, 20%, dan 30%. Kontrol positif yang digunakan adalah tetracycline dan kontrol negatif akuadest. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi cakram. Uji kualitatif senyawa fitokimia menunjukkan biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol hidrokuinon, tanin dan steroid. Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak biji pepaya (Carica papaya) pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan diperoleh rata – rata diameter hambatan secara berturut – turut sebesar 4,90 mm, 8,70 mm dan 16,70 mm. Analisis data menggunakan one-way ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan (P0,005) antara konsentrasi ekstrak 30% dengan konsentrasi 10%, 20%, kontrol positif dan kontrol negatif. Sehingga dapat disimpukan bahwa ekstrak biji pepaya memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Vibrio harveyi dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka akan semakin besar zona hambat yang terbentuk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail