ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah - masalah pemasaran kopi di Desa Kaliamok antara lain adalah hubungan harga yang diterima petani dengan biaya produksi yang mungkin tidak merangsang petani untuk meningkatkan produksi baik jumlah dan mutu. Margin pemasaran yang relatif tinggi dan kemungkinan fasilitas pemasaran yang belum memadai untuk memperlancar arus komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, dan margin pemasaran serta share pemasaran di Desa Kaliamok. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah kouta sampling yaitu pengambilan dengan cara menetapkan sejumlah sampel sebanyak 30 petani kopi. Purposive sampling merupakan teknik untuk menentukan sampel. Dalam penelitian ini sampel yang memenuhui syarat hanya 11 orang petani dengan beberapa pertimbagan tertentu: 1. Petani yang berusaha tani tanaman kopi berumur 5 – 10 tahun, 2. Petani yang telah memproduksi kopi. Dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, marjin pemasaran, margin distribusi, dan harga yang diterima petani serta rasio keuntugan dan biaya dan farmer’s share dalam pemasaran biji kopi robusta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada satu saluran pemasaran biji kopi di desa kaliamok, yaitu saluran I: petani – pedagang pengumpul – konsumen. Pada saluran pemasaran I memiliki total biaya pemasaran Rp 11.093 per Kg. dan memiliki dua marjin yang berbeda margin grade 1&2 Rp 90.000 per Kg dan margin grade 3 Rp 35.000 per Kg serta keuntugan pemasaran pada grade 1&2 Rp 98,79% dan grade 3 Rp 27,13%. Dilihat dari efesiensi pemasaran secara ekonimis dari saluran pemasaran yang ada di Desa Kaliamok tidak efisien karena memiliki marjin yang besar pada grade 1&2 sebesar 90.000 per Kg dan grade 3 Rp 35.000 per Kg dan memiliki nilai farmer’s share yang rendah pada grade 1&2 Rp 10% dan grade 3 Rp 22.22%. Adapun saran yang diajukan peneliti oleh peneliti adalah petani perlu mencari informasi harga di tingkat konsumen agar tawar – menawar lebih kuat dan untuk meningkatkan share harga yang diterima petani, perlu diupayakan petani melakukan pemisah kulit kopi dari biji, penjemuran dan sortir agar share harga yang didapat petani lebih besar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS POLA TATANIAGA IKAN KARANG DI KECAMATAN PULAU DERAWAN KABUPATEN BERAU ABSTRAK Kecamatan Pulau Derawan memiliki potensi perikanan tangkap yang besar dengan ekosistem terumbu karang yang luas. Namun, keberadaan beberapa lembaga pemasaran dalam proses tataniaga ikan karang dapat memengaruhi biaya, margin pemasaran, bagian harga yang diterima nelayan (farmer’s share), dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran tataniaga, margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran ikan karang di Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Penelitian dilaksanakan pada 10–25 April 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Responden berjumlah 35 orang, terdiri atas 15 nelayan, 10 pedagang pengepul/penampung, dan 10 pedagang pengecer. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan identifikasi langsung. Analisis data meliputi saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran tataniaga ikan karang. Margin pemasaran pada Saluran I dan II sebesar Rp9.000–Rp10.000/kg, Saluran III sebesar Rp14.000–Rp15.000/kg, sedangkan pada Saluran IV margin total mencapai Rp24.000–Rp25.000/kg. Farmer’s share pada pemasaran lokal mencapai 70,71%, sedangkan pemasaran luar daerah sebesar 48,3%. Nilai efisiensi pemasaran pada Saluran I sebesar 2,0–2,3% dan Saluran IV sebesar 0,80–0,88%, sehingga termasuk efisien berdasarkan kriteria penelitian. Sementara itu, Saluran II sebesar 6,5–7,0% dan Saluran III sebesar 8,25–9,40% termasuk tidak efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan panjang saluran dan biaya pemasaran berpengaruh terhadap margin, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran ikan karang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran cabai rawit di Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 petani cabai rawit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit yang digunakan petani, yaitu saluran langsung (petani–konsumen) dan saluran tidak langsung (petani–pedagang pengumpul–pedagang pengecer–konsumen). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor harga, produksi, dan jarak secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan saluran pemasaran dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Secara parsial, faktor harga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,552 dan nilai signifikansi 0,000, faktor produksi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,309 dan nilai signifikansi 0,034, serta faktor jarak berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,544 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,881 menunjukkan bahwa 88,1% variasi keputusan saluran pemasaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 11,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor harga merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan saluran pemasaran dengan nilai koefisien beta sebesar 0,476. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu dilakukan untuk mendukung sistem pemasaran cabai rawit yang lebih efisien dan menguntungkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran serta menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 di Kelurahan Kampung Enam dan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, serta Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 70 petani cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit di Kota Tarakan, yaitu saluran pemasaran langsung (produsen–konsumen) yang digunakan oleh 12 petani (17,14%) dan saluran pemasaran tidak langsung (produsen–agen–pedagang pengecer–konsumen) yang digunakan oleh 58 petani (82,86%). Pada saluran pemasaran langsung tidak terdapat biaya pemasaran maupun margin pemasaran, sehingga nilai farmer’s share mencapai 100%. Sementara itu, pada saluran pemasaran tidak langsung diperoleh total biaya pemasaran sebesar Rp14.535/kg, total margin pemasaran sebesar Rp35.212/kg, dan total keuntungan lembaga pemasaran sebesar Rp20.677/kg. Nilai farmer’s share pada saluran ini sebesar 71%, yang menunjukkan bahwa petani menerima 71% dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran langsung memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani dibandingkan saluran pemasaran tidak langsung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the marketing channel of Liberica coffee in Tanjung Buka SP SA Village, Tanjung Palas Tengah District, Bulungan Regency, using a case study approach focused on a farmer named Mr. Sarmin. The research employed a purposive sampling method. The findings reveal that there is a single main marketing channel: from the farmer to the collector, and then to the final consumer. Within this channel, the farmer receives a Farmer's Share of only 6.25%. Additionally, a significant shrinkage was observed during processing, with up to 80% reduction from wet to dry coffee beans —80 kg of wet beans yielded only about 16 kg of dry beans substantially impacting the farmer's income. Factors influencing the farmer's choice of marketing channel include market accessibility, sales risks, social relationships, transportation, and distribution costs. Therefore, strengthening farmer institutions through cooperatives, improving distribution infrastructure, and providing training in post-harvest coffee processing are essential. These efforts can help farmers enhance value-added potential, improve marketing efficiency, and ultimately contribute to the welfare of coffee farmers in the region.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran kopi Liberika di Desa
Tanjung Buka SP 5A, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, dengan
studi kasus pada petani bernama Bapak Sarmin. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu saluran
pemasaran utama, yaitu dari petani ke pengepul, lalu diteruskan ke konsumen akhir. Dalam
saluran ini, petani hanya memperoleh Farmer’s Share sebesar 6,25%. Selain itu, ditemukan
tingkat penyusutan yang tinggi dari kopi basah ke kopi kering, yakni mencapai 80%. Dari
80 kg kopi basah hanya dihasilkan sekitar 16 kg kopi kering, yang berdampak pada
menurunnya pendapatan petani. Faktor yang mempengaruhi petani dalam pemlilihan
saluran pemasaran yaitu aksebilitas pasar, resiko penjual, hubungan sosial, Tranportasi dan
biaya distribusi. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kelembagaan petani melalui
koperasi, peningkatan infrastruktur penunjang distribusi, serta pelatihan pengolahan kopi
pascapanen agar petani dapat meningkatkan nilai tambah dan efisiensi pemasaran,
sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani kopi di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jaringan komunikasi adalah sistem yang terdiri dari berbagai elemen dan komponen yang bekerja bersama untuk memungkinkan proses pertukaran informasi antara pengirim dan penerima. Proses ini melibatkan beberapa tahap, dimulai dari pengkodean pesan oleh pengirim, transmisi melalui media tertentu, hingga dekode pesan oleh penerima. Penelitian ini berjutuan 1.) Menganalisis saluran pemasaran rumput laut rumput laut di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik. 2.) Memetakan jaringan komunikasi pemasaran rumput laut di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik. Penelitian di ini dilaksanakan di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik sejak Maret - Agustus 2024. Teknik pengumpulan sampel penelitian ini adalah teknik sensus. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu Metode Sensus. Dalam hal ini penulis menentukan sampel sebanyak 32 petani rumput laut di Desa Balansiku. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan Alat analisis menggunakan menggunakan Analisis Jaringan Sosial (Social Network Analysis). Di ketahui terdapat 3 petani (node) yang menjadi sentra informasi pemasaran. Ketiga pelaku tersebut A1, A21, dan A31,. Ketiga petani tersebut merupakan aktor yg paling sering dihubungi oleh petani lain untuk mendapatkan informasi pemasaran. Hal tersebut di tujukan oleh arah link yg mengarah kedalam atau menujuu petani (node) tersebut. Terdapat pula tiga petani yang paling sering menghubungi petani lain. Ketiga petani tersebut yaitu A26, A7, dan A15.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Beras merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh masyarakat Indonsesia. Desa Tanjung Lapang merupakan salah satu wilayah sentra penanaman padi di Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) Untuk menganalisis saluran pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. 2) Untuk menganalisis fungsi pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. 3) Untuk menganalisis kinerja pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi dan semua lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran beras dari petani perusda pedagang pengecer dan konsumen akhir. Penelitian di lakasankan di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat pada bulan Februari 2024. Pemelihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa mayoritas penduduk di Desa Tanjung Lapang merupakan petani padi. Data dikumpulkan dengan dengan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, kuesioner, sedangkan sumber data bersumber dari data primer dan skunder. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran beras di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat memiliki satu pola saluran pemasaran yaitu : petani – perusda – pedagang pengecer – konsumen akhir. Kinerja pemasaran beras lokal dapat dilihat pada sebaran marjin pemasaran dan famer’s share. Margin pemasaran yang diperoleh pada pola pemasaran I yakni sebesar 6.900/kg. Famer’s Share yang didapat pada pola pemasaran I sebesar 47%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UMKM Taraban merupakan salah satu UMKM yang bergerak dalam bidang makanan olahan (lauk) yang berbahan baku cabai dengan hasil produk Sambal Dayak. Sambal Dayak merupakan produk sambal kemasan yang berbahan utama cabai Dayak yang di tanam di hutan belantara Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis Saluran Pemasaran (2) Menganalisis Marjin Pemasaran (3) Menganalisis tingkat efisiensi saluran pemasaran pada produk Sambal Dayak Studi Kasus UMKM Taraban di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan penentuan sampel purposive sampling. Lokasi Penelitian ini berada di Jalan Aki Balak Kota Tarakan. Metode Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dua saluran pemasaran yaitu, Saluran I adalah Produsen langsung ke konsumen Akhir. Sedangkan Saluran II adalah Produsen - Pengecer - Konsumen Akhir. marjin pemasaran pada saluran I produk sambal Dayak adalah seharga Rp. 0/pcs. Marjin pemasaran saluran II sebesar Rp. 5.583/pcs. Efisiensi Pemasaran didapatkan dari hasil saluran pemasaran I dengan nilai persentase sebesar 0% yang merupakan nilai paling rendah dengan bagian yang diterima oleh produsen (Producer’s Share) sebesar 100%, hal ini dikarenakan produk sambal Dayak dijual langsung ke konsumen akhir sementara saluran pemasaran II memiliki nilai persentase marjin sebesar 16% dengan bagian yang diterima produsen (Producer’s Share) sebesar 84%, hal ini karena pemasaran produk sambal Dayak melalui perantara pengecer.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kelapa sawit merupakan tanaman industri penting penghasil minyak sawit dan minyak industri. Pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit adalah pemasaran kelapa sawit sebagai tandan buah segar (TBS) yang belum diolah menjadi minyak sawit (CPO) melalui saluran pemasaran dari produsen ke konsumen dengan menggunakan fungsi pemasaran. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan terkait analisis saluran pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan. Pertama, bagaimana saluran pemasaran buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan? Kedua, berapa margin pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit segar di Desa Pembeliangan? Ketiga, bagaimana farmer’s share tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan? Penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu saluran pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share. Dari hasil penelitian penulis dapat mengambil kesimpulan: pertama, terdapat dua saluran pemasaran dalam pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan yaitu saluran pemasaran 1 melalui petani pedagang pengumpul dalam kecamatan dan pabrik. Sedangkan saluran pemasaran 2 langsung menuju pabrik melalui petani. Saluran 1 memiliki margin total sebesar Rp 160/kg, Saluran 2 memiliki margin sebesar Rp 170/kg, dan Saluran 3 tidak memiliki margin pemasaran karena petani memasarkan langsung ke pabrik. Kedua, bagian terbesar dari harga yang diterima petani atau farmer’s share sebesar 100% pada saluran pasar 3 dan terkecil sebesar 91% pada saluran 2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Terung adalah salah satu dari berbagai jenis tanaman sayuran yang disukai banyak orang karena rasanya enak dan gurih khususnya dijadikan sebagai bahan sayuran atau lalapan dan memiliki harga yang fluktuasi. Saluran pemasaran terung merupakan proses dalam berjalannya mata rantai pemasaran komoditas terung mulai dari hulu sampai hilir. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui saluran pemasaran terung di Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan (2) mengetahui efisiensi saluran pemasaran komoditas terung di Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan yang dapat dilihat dari margin pemasaran dan farmer’s share. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif (mixed method). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran terung yang ada di Kelurahan Juata Laut kota Tarakan yang pertama adalah one stage channel yaitu saluran menggunakan satu lembaga pemasaran dimana petani langsung melakukan produksi terung keoada pedagang pengecer kemudian pedagang pengecer kepada konsumen akhir yang ada di Juata. Saluran kedua adalah two stage channel yaitu petani kepada tengkulak, tengkulak kepada pengecer dan pengecer kepada konsumen akhir kota Tarakan. Pengukuran efisiensi saluran pemasaran ini dilakukan dengan pendekatan analisis efisiensi pemasaran yang perhitungannya berbeda-beda. Ada dua saluran pemasaran dengan margin pemasaran, distribusi margin dan farmer’s share. Pada saluran pertama, nilai margin yang diperoleh Rp. 3.000 per kilogram dengan nilai farmer’s share 83% sehingga saluran pertama efisien. Pada saluran kedua nilai margin yang diperoleh Rp. 5.000 per kilogram dengan nilai farmer share’s 75% sehingga saluran kedua juga efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui saluran pemasaran Roti Panas UD. An-Nur Bakery di Desa Sei. Pancang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan (2) Untuk mengetahui marjin pemasaran Roti Panas UD. An-Nur Bakery di Desa Sei. Pancang (3) Untuk mengetahui Farmer’ s Share Roti Panas UD. An-Nur Bakery di UMKM Desa Sei. Pancang Kecamatan Sebatik Utara. (4) Untuk mengetahui efisien saluran pemasaran Roti Panas UD. An-Nur Bakery di Desa Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Snowball sampling. Lokasi penelitian ini di Desa Sei. Pancang. penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran tingkat nol adalah Produsen-konsumen, sedangkan pada saluran pemasaran tingkat I adalah produsen-pengecer-konsumen. Berdasarkan hasil perhitungan marjin pemasaran pada saluran pemasaran tingkat nol mulai dari produsen – konsumen diperoleh total marjin sebesar Rp.0 pada roti tawar dan pada roti varian rasa sebesar Rp.0. Sedangkan pada saluran pemasaran tingkat I mulai dari Produsen-Pengecer diperoleh total marjin sebesar Rp.0 Pada roti tawar dan total marjin pada roti varian rasa sebesar Rp.0. Sedangakan Pengecer-konsumen diperoleh total marjin sebesar Rp.2.000 Pada roti tawar dan total marjin pada roti varian rasa sebesar Rp.1.000. Berdasarkan analisis perhitungan Farmer’s share di saluran Pemasaran tingkat nol yaitu Roti tawar adalah 100%, dan pada roti varian rasa adalah 100% saluran pemasaran Tingkat I yaitu 83% roti tawar serta roti varian rasa yaitu 83% karena farmer’s Share, analisis perhitungan efisien saluran pemasaran pada roti tawar yaitu 0% dan roti varian rasa yaitu 0% pada tingkat nol sedangkan pada tingkat I yaitu roti tawar 20% serta roti varian rasa yaitu 20%, Berdasarkan hasil analisis pada saluran pemasaran tingkat I dikatakan efisiensi karena saluran pemasaran tingkat I lebih rendah efisiensinya. Kata kunci : Roti panas, Saluran Pemasaran, Marjin Pemasaran, Farmer’s Share, Efisiensi saluran Pemasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Usaha peternakan unggas di Indonesia semakin berkembang dengan usaha peternakan. Tarakan dengan jumlah populasi yaitu 3.390.250 ekor sangat berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan menganalisis efisiensi pemasaran ayam broiler di di Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Oktober 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner manual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 (tiga) saluran pemasaran di Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat Kota Tarakan. Lembaga pemasaran yang terlibat yaitu peternak, pengempul, pedagang besar dan pedagang kecil. Pemasaran ayam broiler di Pasar Gusher dan Pasar Tenguyun Kota Tarakan sudah efisien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran I adalah saluran yang paling efesien karena memiliki saluran pemasaran yang lebih pendek, margin pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar Rp.7.000/kg dan farmer’s share yang lebih besar yaitu sebesar 89.39%, serta nilai Efesiensi pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar 1.19%. Adapun saran penelitian ini : Disarankan bagi peternak dan pelaku pasar untuk memilih saluran pemasaran yang sesuai agar mendapatkan keuntungan yang besar dan disarankan agar lebih banyak mencari dan memahami informasi pasar untuk memahami aspek harga, jumlah, dan kualitas produk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Kangkung merupakan salah satu sayuran yang biasa dibudidayakan di Kecamatan Nunukan, khususnya di Desa Binusan. Hasil dari budidaya tersebut kemudian dipasarkan melalui saluran pemasaran yang beranekaragam. Saluran pemasaran ini akan menimbulkan bagian harga dari setiap tingkatan salurannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, besar biaya, marjin, dan farmer’s share. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Binusan Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan pada bulan Agustus-Desember 2021. Penentuan sampel dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran kangkung di Desa Binusan yaitu, saluran I: Petani → Pedagang Besar → Pedagang Pengecer → Konsumen, dan Saluran II: Petani → Pedagang Pengecer → Konsumen. Nilai marjin pemasaran saluran I sebesar Rp.7.500 per kilogram, saluran pemasaran II sebesar Rp.6.000 per kilogram. Farmer’s share saluran pemasaran I sebesar 50 persen, farmer’s share saluran pemasaran II sebesar 60 persen. Hasil analisis marjin pemasaran, farmer’s share menunjukkan bahwa saluran II merupakan saluran pemasaran yang lebih efisien dikarenakan nilai marjin pemasaran yang lebih rendah, nilai farmer’s share yang lebih tinggi, dan rasio keuntungan yang lebih merata walaupun nilainya lebih kecil. Selain itu di saluran pemasaran ini harga jual petani kangkung adalah yang tertinggi akan tetapi volume penjualan yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan volume penjualan saluran pemasaran I.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Salah satu komoditas tanaman pangan yang menjadi unggulan dan mempunyai potensi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ubi kayu. Kota Tarakan merupakan salah satu daerah sentra produksi ubi kayu. Tujuan Penelitian ini adalah : (1) Mengetahui saluran pemasaran komoditas ubi kayu (Manihot esculenta) (2) Menganalisis margin pemasaran dan farmer’s share yang diperoleh lembaga pemasaran ubi kayu (3) Menganalis efisiensi saluran pemasaran ubi kayu (manihot esculenta) di Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukan saluran pemasaran di Kota Tarakan terdapat 3 saluran pemasaran dengan margin pemasaran, farmer’s share dan perhitungan efisiensi pemasaran yang berbeda. Pada saluran pemasaran I tidak terdapat margin pemasaran, saluran pemasaran II terdapat total margin pemasaran sebesar 2.000/kg dan saluran pemasaran III terdapat total margin pemasaran sebesar 4.000/kg. Hasil perhitungan dari farmer’s share pada saluran pemasaran I diperoleh sebesar 100%, saluran pemasaran II diperoleh sebesar 50% dan pada saluran pemasaran III diperoleh sebesar 43%. Hasil perhitungan efisiensi pemasaran yaitu saluran pemasaran I merupakan saluran yang efisien karena bagian yang terima petani rendah yaitu 0%, saluran II merupakan saluran kurang efisien karena bagian yang diterima petani terbilang besar yaitu 40% sedangkan untuk saluran pemasaran III merupakan saluran kurang efisien karena hasil analisis efisiensi lebih besar yaitu 57%. Adapun saran penelitian ini adalah : (1) Pemerintah seharusnya lebih aktif memberikan penyuluhan kepada petani mengenai sistem pemasaran ubi kayu yang efektif agar bisa mensejahterakan petani ubi kayu (2) petani sebaiknya memasarkan hasil panennya dengan memilih saluran yang paling pendek seperti dari petani ke konsumen, agar keuntungan yang diperoleh dari hasil produksi yang dihasilkan dapat memperoleh keuntungan yang besar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Usaha sarang burung walet juga merupakan salah satu usaha yang mempunyai prospek yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia pada saat ini. Selain itu, saluran pemasaran menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam aspek usaha sarang burung walet. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gambaran umum usaha sarang burung walet (collacalia fuciphaga) milik Pak Agus di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (2) menganalisis kelayakan usaha sarang burung walet (collacalia fuciphaga) milik Pak Agus di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (3) menganalisis saluran pemasaran sarang burung walet (collacalia fuciphaga) di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria usaha minimal sudah berjalan 5 tahun dengan produksi yang rutin, orang yang pertama kali mendirikan rumah burung walet didaerah tersebut, sulitnya mendapatkan data sehingga responden yang dipilih adalah keluarga karena ada beberapa data rahasia yang tidak bisa diberikan kepada orang lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik Bapak Agus R. ini dibangun pada tahun 2014 menggunakan modal pribadi dengan modal awal usaha sebesar Rp. 176.318.000,-. pada tahun 2017 hingga 2021 Pak Agus memperoleh pendapatan yaitu sebesar Rp. 635.470.000,-. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebesar Rp. 184.944.553 > 0, maka usaha layak untuk dijalankan. Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C Ratio) pada penelitian ini yaitu sebesar 1,86 > 1, maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Payback Period (PP) yaitu sebesar 4 atau 4 tahun jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali. Saluran pemasaran yang terjadi pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Petani (Produsen I) Pengepul Eksportir Importir. Kata kunci : Sarang burung walet, kelayakan finansial, saluran pemasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jagung manis adalah salah satu komoditas yang di budidayakan di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui budidaya tanaman jagung, (2) Untuk mengetahui besar pendapatan yang diperoleh oleh petani jagung, (3) Untuk mengetahui kelayakan usahatani jagung, (4) Untuk mengetahui tingkat efisiensi pemasaran jagung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif analisis pendapatan, dan analisis efesiensi pemasaran yang melibatkan margin pemasaran dan Farmer’s Share. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan usahatani jagung manis sebesar Rp. 895.232,63 per satu kali musim tanam. Kelayakan usahatani jagung manis menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,6 yang berarti usahatani jagung manis layak untuk diusahakan. Ada dua pola saluran pemasaran didaerah penelitian yaitu petani - pedagang pasar dan petani - pengepul - pedagang pasar. Dari kedua saluran pemasaran tersebut saluran pemasaran pertama lebih efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran kedua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Krayan merupakan salah satu kecamatan di provinsi Kalimantan Utara yang memiliki komoditi unggulan yaitu beras adan. Komoditi tersebut memiliki nilai ekonomi dan daya saing saing tinggi dengan pemasar utama, yaitu Malaysia dan Brunei Darusalam. Akan tetapi produksi yang dihasilkan dari usahatani beras adan harus ditunjang oleh pemasaran yang baik agar petani memperoleh hasil yang optimal. Saluran pemasaran merupakan salah satu faktor penentu tingkat pendapatan petani dengan memberikan keuntungan yang proporsional sesuai dengan biaya, risiko dan pengorbanan yang dikeluarkan. Panjang pendeknya saluran pemasaran juga akan mempengaruhi bagian harga yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan saluran pemasaran beras adan serta menganalisis efisiensi saluran pemasaran beras adan di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Perbatasan Desa Ba’Sikor Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Penentuan daerah penelitian diambil secara sengaja (Purposive). Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunujukan bahwa terdapat dua saluran pemasaran beras adan yaitu saluran pemasaran I : petani - pedagang pengumpul desa - konsumen akhir dan petani beras menerima harga sebesar Rp. 16.666,6/Kg atau besar nilai yang diproleh petani adalah 83,33% dari harga tingkat pedagang dan saluran pemasaran II : petani - konsumen akhir petani dan menerima harga sebesar Rp.20.000/Kg atau besar nilai yang diproleh petani adalah 100%. Kedua saluran pemasaran beras adan dinyatakan dengan kriteria efesien dengan nilai efesiensi saluran I sebesar 15,66% dan saluran pemasaran II sebesar 29,99%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN PRODUK MADU LEBAH KELULUT (Trigona sp) DI KOTA TARAKAN. ABSTRAK Penelitian ini bermaksud menjawab empat pertanyaan terkait produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan. Yang pertama bagaimana saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan ?, kedua bagaimana margin pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan ? yang ketiga bagaimana farmer’s share saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan ? dan yang ke empat bagaimana tingkat efisiensi saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan. Metode pengumpulan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan data secara sengaja, (Sugiyono, 2017) dengan kriteria yaitu : lembaga yang ikut serta menjadi distributor madu lebah kelulut trigona sp dan kegiatan distribusi harus continue (berlanjut) dan menentukan sumber-sumber informasi yang ada. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampling total, merupakan teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua sebagai subyek yang dipelajari atau sebagai responden pemberi informasi. Jumlah sampel responden sebanyak 3 pengusaha madu lebah kelulut trigona sp binaan UPT.KPH Kota Tarakan, 1 orang pengelola koperasi UPT.KPH Kota Tarakan, dan 1 orang pengelola UMKM Kota Tarakan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data Sekunder adalah data yang diperoleh oleh pihak lain melalui studi pustaka. Data sekunder diambil dari literatur-literatur yang relavan seperti paper, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung, data ini didapatkan dari hasil wawancara kepada pengusaha madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis margin pemasaran, analisis farmer’s share, dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa : pertama, terdapat tiga saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan yaitu dimana saluran I produsen langsung menjual produk madu ke konsumen akhir tanpa melalui lembaga pemasaran, saluran II produsen menjual produk madu nya melalui satu lembaga pemasaran, dan saluran III produsen menjual produk madu nya melalui dua lembaga pemasaran. kedua, total margin pemasaran pada saluran I dan II sama yaitu Rp. 0, pada saluran III total margin yang diperoleh sebesar Rp. 10.000. Ketiga, hasil Farmer’s Share dari ketiga saluran pemasaran yaitu sebesar 100%. Keempat, hasil perhitungan efisiensi pemasaran dari ketiga saluran pemasaran yaitu 0%. Sesuai kaidh keputusan 0-33% dikatakan efisien. Kata kunci : Madu, Lebah Kelulut (trigona sp), Saluran Pemasaran, Margin Pemasaran, Farmer’s Share, Efisiensi Pemasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERMASALAHAN YANG SERING DIHADAPI DALAM MEWUJUDKAN PEMASARAN YANG EFISIEN ADALAH TINGGI RENDAHNYA TINGKAT HARGA YANG DITERIMA PETANI YANG ERAT KAITANNYA DENGAN POLA PEMASARAN YANG TERBENTUK DAN BESARNYA MARJIN PEMASARAN, SEHINGGA UNTUK MENINGKATKAN PEMASARAN PETANI DAPAT DICAPAI APABILA POLA PEMASARAN DAN PENYEBAB TINGGINYA MARJIN PEMASARAN DIKETAHUI. TUJUAN PENELITIAN INI ADALAH: (1) MENGANALISIS POLA SALURAN PEMASARAN RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN (2) MENGANALISIS MARJIN PEMASARAN YANG DIPEROLEH MASING-MASING LEMBAGA PEMASARAN RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN (3) MENGANALISIS FARMER’S SHARE YANG DITERIMA PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN (4) MENGANALISIS BESARNYA EFISIENSI SALURAN PEMASARAN RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN. PENENTUAN JUMLAH SAMPEL MENGGUNAKAN RUMUS SLOVIN DAN YANG DIAMBIL SEBANYAK 22 RESPONDEN. PENELITIAN INI DILAKSANAKAN DI KOTA TARAKAN YANG DILAKUKAN PADA BULAN DESEMBER 2019-JULI 2020. METODE ANALISIS YANG DIGUNAKAN YAITU ANALISIS SALURAN PEMASARAN, ANALISIS MARJIN PEMASARAN, FARMER’S SHARE DAN EFISIENSI PEMASARAN. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA TERDAPAT DUA SALURAN PEMASARAN DENGAN MARJIN, FARMER’S SHARE DAN PERHITUNGAN EFISIENSI YANG BERBEDA. PEMASARAN I DIPEROLEH TOTAL MARGIN SEBESAR RP 3.000/KG DAN PADA SALURAN PEMASARAN II DIPEROLEH TOTAL MARGIN SEBESAR RP 7.853/KG. HASIL PERHITUNGAN FARMER’S SHARE PEMASARAN I DIPEROLEH SEBESAR 77%, DAN SALURAN PEMASARAN II DIPEROLEH SEBESAR 51%. BERDASARKAN PERHITUNGAN EFISIENSI DIKETAHUI BAHWA SALURAN PEMASARAN I MERUPAKAN SALURAN YANG EFISIEN KARENA BAGIAN YANG DITERIMA PETANI TERBILANG BESAR YAITU 77%, SEDANGKAN PADA POLA SALURAN PEMASARAN II MERUPAKAN SALURAN YANG KURANG EFISIEN KARENA HASIL ANALISIS EFISIENSINYA LEBIH BESAR DARI SALURAN PEMASARAN I YAITU SEBESAR 49%. JADI DAPAT DISIMPULKAN BAHWA KEDUA SALURAN TERSEBUT SALURAN PEMASARAN YANG EFISIEN YAITU SALURAN PEMASARAN I DAN KURANG EFISIEN SALURAN PEMASARAN II.