ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISIS PERAN KELOMPOK TANI DAN PENDAPATAN PETANI SAWI (Brassica juncea L) (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Tunas Baru Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kelompok Tani Tunas Baru terhadap usahatani sawi serta menganalisis pendapatan usahatani sawi anggota kelompok tani di Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi dalam mendukung kegiatan usahatani serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian dilaksanakan pada Kelompok Tani Tunas Baru dengan jumlah responden sebanyak 44 orang petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat peran kelompok tani, serta analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani sawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kelas belajar memperoleh nilai rata-rata sebesar 20 dan termasuk kategori tinggi, indikator wahana kerja sama memperoleh nilai rata-rata sebesar 20 dan termasuk kategori tinggi, sedangkan indikator unit produksi memperoleh nilai rata-rata sebesar 18 dan juga termasuk kategori tinggi. Secara keseluruhan, peran Kelompok Tani Tunas Baru berada pada kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa kelompok telah menjalankan fungsinya dengan baik sebagai sarana pembelajaran, wadah kerja sama, dan pendukung kegiatan produksi usahatani anggota. Rata-rata biaya produksi usahatani sawi sebesar Rp388.835 per musim tanam, rata-rata penerimaan sebesar Rp1.977.273 per musim tanam, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.588.438 per musim tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani sawi yang dijalankan anggota kelompok tani memberikan keuntungan karena penerimaan yang diperoleh lebih besar dibandingkan biaya produksi yang dikeluarkan. Dengan demikian, Kelompok Tani Tunas Baru telah berperan dengan baik dalam mendukung kegiatan usahatani sawi, meskipun fungsi sebagai unit produksi masih perlu terus ditingkatkan agar manfaat yang diperoleh anggota dapat lebih optimal dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Budidaya semangka merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi, namun tingkat penerapan Good Agricultural Practices (GAP) oleh petani masih beragam sehingga dapat mempengaruhi produktivitas dan pendapatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan GAP, menganalisis pendapatan usahatani semangka, serta menganalisis pengaruh penerapan GAP terhadap pendapatan petani pada Kelompok Tani Pesona di Kecamatan Nunukan Selatan, Kelurahan Mansapa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 31 responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif skala Likert, analisis pendapatan, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GAP berada pada kategori cukup diterapkan, dengan nilai indeks sebesar 23,76. Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa usahatani semangka masih memberikan keuntungan dengan nilai pendapatan menguntungkan dengan pendapatan Rp 105.325.450/hektar, sehingga layak dikembangkan secara ekonomi. hasil uji F, dengan tingkat signifikansi 0,018 0,05, yang menunjukkan secara simultan penerapan GAP berpengaruh terhadap pendapatan petani di Kelompok Tani Pesona. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial penerapan GAP hanya variabel Pengelolaan pupuk (Sig. 0,003 0,05) dan Pengelolaan benih (Sig. 0,026 0,05) yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan variabel penerapan GAP lainnya tidak berpengaruh signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Padi sawah dan padi ladang adalah komoditas yang dibudidayakan oleh petani di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan sistem budidaya usahatani padi sawah dan padi ladang di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, (2) Menganalisis pendapatan usahatani padi sawah dan padi ladang di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan selama satu musim tanam. Penelitian ini dilakukan di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive (sengaja) artinya tempat lokasi penelitian sengaja dipilih karena terdapat petani yang berusahatani padi sawah dan padi ladang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Budidaya usahatani padi sawah dan padi ladang di desa Teras Nawang terdapat perbedaan dalam teknik budidaya dan waktu yang dibutuhkan dalam setiap tahap budidaya, dalam teknik budidaya, diantaranya dalam persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan. Sementara untuk waktu yang dibutuhkan dalam setiap tahap budidaya diantaranya dalam pengadaan benih, persiapan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan dan panen. (2) Pendapatan usahatani padi yang ada di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan sebesar Rp.662,252 untuk padi sawah dan Rp.1,026,814 untuk padi ladang dalam satu kali musim tanam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA WISATA PULAU SAPI KECAMATAN MENTARANG KABUPATEN MALINAU ABSTRAK Padi sawah adalah salah satu komoditas yang di budidayakan di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui perbandingan biaya tetap dengan biaya variabel pada usahatani Padi Sawah di Desa Wisata Pulau Sapi, (2) Untuk menghitung pendapatan usahatani Padi Sawah di Desa Wisata Pulau Sapi (3) Untuk mengetahui faktor-faktor luas lahan, jumlah tenaga kerja dan total biaya berpengaruh terhadap pendapatan usahatani Padi sawah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, Analisis perbandingan biaya tetap dan biaya variabel, analisis pendapatan petani dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah menunjukan bahwa nilai perbandingan VC/TC: 82% dan FC/TC: 18% Pendapatan petani sebesar Rp. 3.055.017/musim tanam. Adjusted R square sebesar .831, jumlah tenaga kerja, luas lahan dan total biaya mempengaruhi variable pendapatan sebesar 82,1%. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = 5.390 + 0.525X1 + 0.999X2 - 0.66X3. Uji F (simultan) sebesar 81.049 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Secara bersama-sama variabel bebas jumlah tenaga kerja (X1), luas lahan (X2), total biaya (X2), berpengaruh signifikan ( sig 0,005) terhadap variable terikat pendapatan (Y). Uji t (parsial), Jumlah tenaga kerja terhadap pendapatan, t hitung > t tabel (3.939 > 1.678) sig 0.000 (0.000 0.05). Luas lahan terhadap pendapatan, t hitung > t tabel (14.562 > 1678) sig 0.00 (0.00 0.05), Total biaya t tabel t hitung (1,678 1.843) sig (0.072 > 0,05). Kata Kunci: Pendapatan Usahatani, Regresi Linier Berganda
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jagung manis adalah salah satu komoditas yang di budidayakan di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui budidaya tanaman jagung, (2) Untuk mengetahui besar pendapatan yang diperoleh oleh petani jagung, (3) Untuk mengetahui kelayakan usahatani jagung, (4) Untuk mengetahui tingkat efisiensi pemasaran jagung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif analisis pendapatan, dan analisis efesiensi pemasaran yang melibatkan margin pemasaran dan Farmer’s Share. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan usahatani jagung manis sebesar Rp. 895.232,63 per satu kali musim tanam. Kelayakan usahatani jagung manis menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,6 yang berarti usahatani jagung manis layak untuk diusahakan. Ada dua pola saluran pemasaran didaerah penelitian yaitu petani - pedagang pasar dan petani - pengepul - pedagang pasar. Dari kedua saluran pemasaran tersebut saluran pemasaran pertama lebih efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran kedua.