Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

56 hasil
Penulis: RAMADAN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Masalah Perilaku Pada Remaja Generasi Alfa Yang Berstatus Gizi Kurang Dan Normal Di Kota Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

Perkembangan remaja generasi alfa di era digital menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah gizi dan perilaku. Status gizi secara teoritis dapat berperan dalam perkembangan fungsi kognitif dan regulasi emosi yang berpotensi memengaruhi perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan masalah perilaku pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan dari seluruh Puskesmas di Kota Tarakan. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan masalah perilaku diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja generasi alfa memiliki status gizi kurang, yaitu sebesar 55,7%, dan mayoritas berada pada kategori perilaku normal sebesar 68,4%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,557 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara masalah perilaku berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa masalah perilaku tidak berbeda secara signifikan antara remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan normal. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terhadap masalah perilaku remaja perlu memperhatikan faktor lain, seperti kondisi psikologis, pola asuh, lingkungan keluarga, teman sebaya, dan penggunaan media digital.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Masalah Perilaku Pada Remaja Generasi Alfa Yang Berstatus Gizi Kurang Dan Normal Di Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan remaja generasi alfa di era digital menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah gizi dan perilaku. Status gizi secara teoritis dapat berperan dalam perkembangan fungsi kognitif dan regulasi emosi yang berpotensi memengaruhi perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan masalah perilaku pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan dari seluruh Puskesmas di Kota Tarakan. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan masalah perilaku diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja generasi alfa memiliki status gizi kurang, yaitu sebesar 55,7%, dan mayoritas berada pada kategori perilaku normal sebesar 68,4%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,557 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara masalah perilaku berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa masalah perilaku tidak berbeda secara signifikan antara remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan normal. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terhadap masalah perilaku remaja perlu memperhatikan faktor lain, seperti kondisi psikologis, pola asuh, lingkungan keluarga, teman sebaya, dan penggunaan media digital.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, SALES GROWTH DAN RETURN ON ASSET TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan return on asset (ROA) terhadap harga saham pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penarikan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 17 perusahaan dari jumlah populasi 91 perusahaan. Data sekunder dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi melalui laporan keuangan tahunan yang relevan. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan return on asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sebaliknya, sales growth tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan, ukuran perusahaan, sales growth, dan return on asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, SALES GROWTH DAN RETURN ON ASSET TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan return on asset (ROA) terhadap harga saham pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penarikan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 17 perusahaan dari jumlah populasi 91 perusahaan. Data sekunder dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi melalui laporan keuangan tahunan yang relevan. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan return on asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sebaliknya, sales growth tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan, ukuran perusahaan, sales growth, dan return on asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA KELENGKENG (Dimocarpus longan L.) PADA KELOMPOK TANI HUTAN MU’UNG JAYA DI DESA LONG SAM KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Mu'ung Jaya dalam rangka mendukung program One Village One Product Kabupaten Bulungan. Meskipun potensi pengembangan kelengkeng di wilayah tersebut cukup besar, petani masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya tingginya biaya produksi, keterbatasan akses pasar, serta belum tersedianya data kelayakan finansial yang terukur sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung biaya dan pendapatan usaha budidaya kelengkeng pada kondisi aktual petani; (2) menganalisis proyeksi kelayakan finansial budidaya kelengkeng berdasarkan indikator yang sesuai dengan ketersediaan data; dan (3) menganalisis sensitivitas kelayakan finansial model ideal terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi berdasarkan literatur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Desa Long Sam menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan purposive sampling terhadap petani 4 petani yang tanaman kelengkengnya telah berproduksi dari total 9 anggota KTH Mu'ung Jaya. Data dianalisis menggunakan indikator pendapatan dan R/C Ratio untuk kondisi aktual, serta NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period untuk model ideal sebagai benchmark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap tertinggi dimiliki oleh Bapak Alui Kayang sebesar Rp4.685.845/tahun, sedangkan biaya variabel tertinggi juga dimiliki oleh responden yang sama sebesar Rp9.707.000. Pendapatan aktual antar petani bervariasi; Bapak Alui Kayang memperoleh pendapatan tertinggi sebesar Rp10.607.155/ha, diikuti Bapak Daud Kasing sebesar Rp5.081.437/ha, sementara Bapak Lasarus Adie dan Bapak Baya Talau mengalami pendapatan negatif masing-masing sebesar -Rp7.077.131 dan -Rp2.129.274. Berdasarkan R/C Ratio, usaha Bapak Alui Kayang R/C Ratio = 1,74 dan Bapak Daud Kasing R/C Rasio = 2,03 dinyatakan layak, sedangkan usaha Bapak Lasarus Adie R/C Ratio = 0,17 dan Bapak Baya Talau R/C Ratio = 0,75 dinyatakan belum layak. Analisis model ideal pada tingkat diskonto 5,25% menghasilkan NPV sebesar Rp13.135.948.649, Net B/C sebesar 820,21, IRR sebesar 14,62%, dan Payback Period selama 1,09 tahun pada skenario harga lokal, yang menunjukkan bahwa budidaya kelengkeng berpotensi layak secara finansial apabila dikelola sesuai standar teknis ideal. Hasil uji sensitivitas menunjukkan model ideal tetap layak meskipun terjadi penurunan harga jual hingga 20% dan kenaikan biaya produksi hingga 20% secara bersamaan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS USAHATANI KELENGKENG (DIMOCARPUS LONGAN L.) PADA KELOMPOK TANI HUTAN MU’UNG JAYA DI DESA LONG SAM KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Mu'ung Jaya dalam rangka mendukung program One Village One Product Kabupaten Bulungan. Meskipun potensi pengembangan kelengkeng di wilayah tersebut cukup besar, petani masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya tingginya biaya produksi, keterbatasan akses pasar, serta belum tersedianya data kelayakan finansial yang terukur sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung biaya dan pendapatan usaha budidaya kelengkeng pada kondisi aktual petani; (2) menganalisis proyeksi kelayakan finansial budidaya kelengkeng berdasarkan indikator yang sesuai dengan ketersediaan data; dan (3) menganalisis sensitivitas kelayakan finansial model ideal terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi berdasarkan literatur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Desa Long Sam menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan purposive sampling terhadap petani 4 petani yang tanaman kelengkengnya telah berproduksi dari total 9 anggota KTH Mu'ung Jaya. Data dianalisis menggunakan indikator pendapatan dan R/C Ratio untuk kondisi aktual, serta NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period untuk model ideal sebagai benchmark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap tertinggi dimiliki oleh Bapak Alui Kayang sebesar Rp4.685.845/tahun, sedangkan biaya variabel tertinggi juga dimiliki oleh responden yang sama sebesar Rp9.707.000. Pendapatan aktual antar petani bervariasi; Bapak Alui Kayang memperoleh pendapatan tertinggi sebesar Rp10.607.155/ha, diikuti Bapak Daud Kasing sebesar Rp5.081.437/ha, sementara Bapak Lasarus Adie dan Bapak Baya Talau mengalami pendapatan negatif masing-masing sebesar -Rp7.077.131 dan -Rp2.129.274. Berdasarkan R/C Ratio, usaha Bapak Alui Kayang R/C Ratio = 1,74 dan Bapak Daud Kasing R/C Rasio = 2,03 dinyatakan layak, sedangkan usaha Bapak Lasarus Adie R/C Ratio = 0,17 dan Bapak Baya Talau R/C Ratio = 0,75 dinyatakan belum layak. Analisis model ideal pada tingkat diskonto 5,25% menghasilkan NPV sebesar Rp13.135.948.649, Net B/C sebesar 820,21, IRR sebesar 14,62%, dan Payback Period selama 1,09 tahun pada skenario harga lokal, yang menunjukkan bahwa budidaya kelengkeng berpotensi layak secara finansial apabila dikelola sesuai standar teknis ideal. Hasil uji sensitivitas menunjukkan model ideal tetap layak meskipun terjadi penurunan harga jual hingga 20% dan kenaikan biaya produksi hingga 20% secara bersamaan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

APLIKASI EDIBLE FILM BERBAHAN DASAR SEMI REFINED CARRAGEENAN DARI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI PENGEMAS BUMBU

2026•

Penggunaan plastik sintetis sebagai pengemas makanan, termasuk bumbu, telah menjadi masalah lingkungan yang serius karena sifatnya yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik edible film berbahan dasar semi refined carrageenan (SRC) dari rumput laut Kappaphycus alvarezii yang diaplikasikan sebagai pengemas bumbu. Metode penelitian meliputi pembuatan tepung SRC dengan ekstraksi KOH 8%, dilanjutkan pembuatan edible film dengan variasi konsentrasi gliserol (0%; 0,1%; 0,3%; dan 0,5%) serta penambahan asam malat 0,3%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa karakteristik fisik edible film dipengaruhi secara signifikan oleh konsentrasi gliserol. Nilai kuat tarik tertinggi diperoleh pada konsentrasi gliserol 0,0% sebesar 43,7 MPa, sedangkan nilai terendah pada konsentrasi 0,5% sebesar 29,2 MPa. Seluruh sampel telah memenuhi standar Japanese Industrial Standard (JIS) untuk kuat tarik (minimal 0,39 MPa) dan ketebalan (maksimal 0,25 mm). Ketebalan film berkisar antara 0,023 mm hingga 0,036 mm, yang cenderung meningkat seiring bertambahnya konsentrasi gliserol. Nilai perpanjangan (elongasi) mengalami peningkatan dengan bertambahnya gliserol, mencapai nilai tertinggi 46,29% pada konsentrasi 0,5%, meskipun hasil ini belum mencapai standar minimal JIS sebesar 70%. Kelarutan film menunjukkan nilai terendah pada konsentrasi gliserol 0,3% yaitu sebesar 26,7%. Secara keseluruhan, edible film berbahan dasar SRC berpotensi sebagai alternatif pengemas bumbu yang ramah lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI EDIBLE FILM BERBAHAN DASAR SEMI REFINED CARRAGEENAN DARI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI PENGEMAS BUMBU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan plastik sintetis sebagai pengemas makanan, termasuk bumbu, telah menjadi masalah lingkungan yang serius karena sifatnya yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik edible film berbahan dasar semi refined carrageenan (SRC) dari rumput laut Kappaphycus alvarezii yang diaplikasikan sebagai pengemas bumbu. Metode penelitian meliputi pembuatan tepung SRC dengan ekstraksi KOH 8%, dilanjutkan pembuatan edible film dengan variasi konsentrasi gliserol (0%; 0,1%; 0,3%; dan 0,5%) serta penambahan asam malat 0,3%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa karakteristik fisik edible film dipengaruhi secara signifikan oleh konsentrasi gliserol. Nilai kuat tarik tertinggi diperoleh pada konsentrasi gliserol 0,0% sebesar 43,7 MPa, sedangkan nilai terendah pada konsentrasi 0,5% sebesar 29,2 MPa. Seluruh sampel telah memenuhi standar Japanese Industrial Standard (JIS) untuk kuat tarik (minimal 0,39 MPa) dan ketebalan (maksimal 0,25 mm). Ketebalan film berkisar antara 0,023 mm hingga 0,036 mm, yang cenderung meningkat seiring bertambahnya konsentrasi gliserol. Nilai perpanjangan (elongasi) mengalami peningkatan dengan bertambahnya gliserol, mencapai nilai tertinggi 46,29% pada konsentrasi 0,5%, meskipun hasil ini belum mencapai standar minimal JIS sebesar 70%. Kelarutan film menunjukkan nilai terendah pada konsentrasi gliserol 0,3% yaitu sebesar 26,7%. Secara keseluruhan, edible film berbahan dasar SRC berpotensi sebagai alternatif pengemas bumbu yang ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) MELALUI PRAKTIK BUDIDAYA HORTIKULTURA BUAH SEMANGKA TERHADAP PENDAPATAN KELOMPOK TANI PESONA DI KECAMATAN NUNUKAN SELATAN KELURAHAN MANSAPA

2026•

Budidaya semangka merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi, namun tingkat penerapan Good Agricultural Practices (GAP) oleh petani masih beragam sehingga dapat mempengaruhi produktivitas dan pendapatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan GAP, menganalisis pendapatan usahatani semangka, serta menganalisis pengaruh penerapan GAP terhadap pendapatan petani pada Kelompok Tani Pesona di Kecamatan Nunukan Selatan, Kelurahan Mansapa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 31 responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif skala Likert, analisis pendapatan, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GAP berada pada kategori cukup diterapkan, dengan nilai indeks sebesar 23,76. Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa usahatani semangka masih memberikan keuntungan dengan nilai pendapatan menguntungkan dengan pendapatan Rp 105.325.450/hektar, sehingga layak dikembangkan secara ekonomi. hasil uji F, dengan tingkat signifikansi 0,018 0,05, yang menunjukkan secara simultan penerapan GAP berpengaruh terhadap pendapatan petani di Kelompok Tani Pesona. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial penerapan GAP hanya variabel Pengelolaan pupuk (Sig. 0,003 0,05) dan Pengelolaan benih (Sig. 0,026 0,05) yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan variabel penerapan GAP lainnya tidak berpengaruh signifikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) MELALUI PRAKTIK BUDIDAYA HORTIKULTURA BUAH SEMANGKA TERHADAP PENDAPATAN KELOMPOK TANI PESONA DI KECAMATAN NUNUKAN SELATAN KELURAHAN MANSAPA

2026•

Budidaya semangka merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi, namun tingkat penerapan Good Agricultural Practices (GAP) oleh petani masih beragam sehingga dapat mempengaruhi produktivitas dan pendapatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan GAP, menganalisis pendapatan usahatani semangka, serta menganalisis pengaruh penerapan GAP terhadap pendapatan petani pada Kelompok Tani Pesona di Kecamatan Nunukan Selatan, Kelurahan Mansapa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 31 responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif skala Likert, analisis pendapatan, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GAP berada pada kategori cukup diterapkan, dengan nilai indeks sebesar 23,76. Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa usahatani semangka masih memberikan keuntungan dengan nilai pendapatan menguntungkan dengan pendapatan Rp 105.325.450/hektar, sehingga layak dikembangkan secara ekonomi. hasil uji F, dengan tingkat signifikansi 0,018 0,05, yang menunjukkan secara simultan penerapan GAP berpengaruh terhadap pendapatan petani di Kelompok Tani Pesona. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial penerapan GAP hanya variabel Pengelolaan pupuk (Sig. 0,003 0,05) dan Pengelolaan benih (Sig. 0,026 0,05) yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan variabel penerapan GAP lainnya tidak berpengaruh signifikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

pengaruh Teknik Self-Management Terhadap Perilaku Bullying Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Tarakan

2026•

Bullying merupakan salah satu tindakan perilaku agresif yang disengaja dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seseorang. Perilaku bullying dapat berupa ancaman fisik atau non fisik (verbal). Tindakan ini dilakukan dengan sengaja dan intens, baik oleh individu maupun kelompok, dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi, tanpa rasa tanggung jawab, dan dilakukan berulang kali serta memberikan kepuasan bagi pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 5 siswa di kelas X yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala likert dan analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif serta inferensial dengan uji paired sample T-test menggunakan SPSS statistic 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (sig 2-Tailed) sebesar 0,001

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SIRIH PADA PAKAN UNTUK KETAHANAN TUBUH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP INFEKSI BAKTERI A. hydrophila

2025•

Penyakit aeromoniasis yang disebabkan oleh bakteri A. hydrophila merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) yang sering menyebabkan kematian massal dan kerugian ekonomi. Penggunaan antibiotik sebagai pengendali infeksi memiliki dampak negatif seperti resistensi bakteri dan residu dalam lingkungan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif pengendalian yang aman dan ramah lingkungan, salah satunya dengan pemanfaatan ekstrak daun sirih (Piper betle L.) sebagai imunostimulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak daun sirih melalui pakan terhadap ketahanan tubuh ikan nila terhadap infeksi Aeromonas sp. Penelitian menggunakan rancangan percobaan lengkap teracak (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: K- (ikan terinfeksi Aeromonas tanpa pemberian ekstrak), K+ (ikan sehat tanpa infeksi dan tanpa ekstrak), C (infeksi + ekstrak 0,3 ml/100 g pakan), D (infeksi + ekstrak 0,6 ml/100 g pakan), dan E (infeksi + ekstrak 0,9 ml/100 g pakan). Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup ikan (SR), respon makan, laku pertumbuhan Spesifik (SGR), gejala klinis dan perubahan bobot. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih dapat meningkatkan respon imun non-Spesifik dan ketahanan tubuh ikan nila terhadap infeksi Aeromonas sp, dengan efek yang optimal pada dosis tertentu. Dosis 0,3 ml/100 g pakan diperkirakan memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan dosis tinggi. Kesimpulannya, ekstrak daun sirih berpotensi sebagai imunostimulan alami yang efektif dalam meningkatkan ketahanan tubuh ikan nila, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai strategi pencegahan penyakit yang berkelanjutan dalam budidaya perikanan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh Teknik Self-Management Terhadap Perilaku Bullying Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan salah satu tindakan perilaku agresif yang disengaja dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seseorang. Perilaku bullying dapat berupa ancaman fisik atau non fisik (verbal). Tindakan ini dilakukan dengan sengaja dan intens, baik oleh individu maupun kelompok, dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi, tanpa rasa tanggung jawab, dan dilakukan berulang kali serta memberikan kepuasan bagi pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 5 siswa di kelas X yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala likert dan analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif serta inferensial dengan uji paired sample T-test menggunakan SPSS statistic 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (sig 2-Tailed) sebesar 0,001

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I SDN 031 Tarakan

2025•

Membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya di kelas rendah. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca kata, hingga memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas I-A dan I-B beserta siswa yang mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca meliputi tiga aspek utama. Pertama, pada tahap pengenalan huruf, guru menggunakan metode fonik, pengulangan bunyi huruf, latihan menebalkan huruf, serta memanfaatkan media seperti kartu huruf, papan tulis, dan buku membaca permulaan. Kedua, pada tahap membaca kata, guru menggunakan metode eja, latihan bertahap sesuai kemampuan siswa, serta bimbingan individual agar siswa lebih fokus dan terarah. Ketiga, pada tahap memahami isi bacaan, guru menerapkan metode storytelling dengan membacakan cerita sederhana, menjelaskan kembali isi bacaan dengan bahasa yang mudah, mengaitkan isi cerita dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta memberikan evaluasi berupa pertanyaan sederhana. Strategi-strategi ini terbukti membantu siswa dalam mengatasi kesulitan membaca, meskipun sebagian siswa masih memerlukan bimbingan lebih intensif, terutama dalam membedakan huruf mirip dan memahami bacaan panjang. Strategi guru dalam mengatasi siswa yang kesulitan mengenal huruf, kesulitan membaca kata, dan kesulitan dalam memahami makna bacaan dilakukan dengan sangat baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SIRIH PADA PAKAN UNTUK KETAHANAN TUBUH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP INFEKSI BAKTERI A. hydrophila

2025•

Penyakit aeromoniasis yang disebabkan oleh bakteri A. hydrophila merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) yang sering menyebabkan kematian massal dan kerugian ekonomi. Penggunaan antibiotik sebagai pengendali infeksi memiliki dampak negatif seperti resistensi bakteri dan residu dalam lingkungan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif pengendalian yang aman dan ramah lingkungan, salah satunya dengan pemanfaatan ekstrak daun sirih (Piper betle L.) sebagai imunostimulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak daun sirih melalui pakan terhadap ketahanan tubuh ikan nila terhadap infeksi Aeromonas sp. Penelitian menggunakan rancangan percobaan lengkap teracak (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: K- (ikan terinfeksi Aeromonas tanpa pemberian ekstrak), K+ (ikan sehat tanpa infeksi dan tanpa ekstrak), C (infeksi + ekstrak 0,3 ml/100 g pakan), D (infeksi + ekstrak 0,6 ml/100 g pakan), dan E (infeksi + ekstrak 0,9 ml/100 g pakan). Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup ikan (SR), respon makan, laku pertumbuhan Spesifik (SGR), gejala klinis dan perubahan bobot. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih dapat meningkatkan respon imun non-Spesifik dan ketahanan tubuh ikan nila terhadap infeksi Aeromonas sp, dengan efek yang optimal pada dosis tertentu. Dosis 0,3 ml/100 g pakan diperkirakan memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan dosis tinggi. Kesimpulannya, ekstrak daun sirih berpotensi sebagai imunostimulan alami yang efektif dalam meningkatkan ketahanan tubuh ikan nila, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai strategi pencegahan penyakit yang berkelanjutan dalam budidaya perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

analisis penerapan sistem dan prosedur akuntansi untuk dana desa di pulau bunyu

2025•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) serta memahami pengaruhnya terhadap tingkat akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi sejauh mana pemahaman aparatur desa terhadap SISKEUDES memengaruhi akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 24 aparatur desa di tiga desa di Kecamatan Bunyu. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SISKEUDES berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa. Selain itu, tingkat pemahaman aparatur desa terhadap SISKEUDES juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntabilitas, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pemahaman aparatur desa, semakin baik pula akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis penerapan sistem dan prosedur akuntansi untuk dana desa di pulau bunyu

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) serta memahami pengaruhnya terhadap tingkat akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi sejauh mana pemahaman aparatur desa terhadap SISKEUDES memengaruhi akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 24 aparatur desa di tiga desa di Kecamatan Bunyu. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SISKEUDES berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa. Selain itu, tingkat pemahaman aparatur desa terhadap SISKEUDES juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntabilitas, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pemahaman aparatur desa, semakin baik pula akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I SDN 031 Tarakan

2025•

Membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya di kelas rendah. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca kata, hingga memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas I-A dan I-B beserta siswa yang mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca meliputi tiga aspek utama. Pertama, pada tahap pengenalan huruf, guru menggunakan metode fonik, pengulangan bunyi huruf, latihan menebalkan huruf, serta memanfaatkan media seperti kartu huruf, papan tulis, dan buku membaca permulaan. Kedua, pada tahap membaca kata, guru menggunakan metode eja, latihan bertahap sesuai kemampuan siswa, serta bimbingan individual agar siswa lebih fokus dan terarah. Ketiga, pada tahap memahami isi bacaan, guru menerapkan metode storytelling dengan membacakan cerita sederhana, menjelaskan kembali isi bacaan dengan bahasa yang mudah, mengaitkan isi cerita dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta memberikan evaluasi berupa pertanyaan sederhana. Strategi-strategi ini terbukti membantu siswa dalam mengatasi kesulitan membaca, meskipun sebagian siswa masih memerlukan bimbingan lebih intensif, terutama dalam membedakan huruf mirip dan memahami bacaan panjang. Strategi guru dalam mengatasi siswa yang kesulitan mengenal huruf, kesulitan membaca kata, dan kesulitan dalam memahami makna bacaan dilakukan dengan sangat baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KONDISI STRUKTUR KOMUNITAS MOLLUSCA DI LOKASI PERLUASAN KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN

2025•

Mangrove forests are unique coastal ecosystems found in tropical regions such as Indonesia. Gastropods and bivalves, mollusks with or without shells, are commonly found in mangrove ecosystems, living on or within substrates and attaching to mangrove roots. This study aimed to examine the community structure of mollusks in the Mangrove and Proboscis Monkey Conservation Area (MPMCA) in Tarakan. A quantitative descriptive and survey-based method was used. Fieldwork (in situ) was conducted to identify the composition and abundance of mollusks in the conservation zone. The findings revealed the presence of the Mollusca phylum, consisting of two classes, gastropods with 811 individuals (96.20%) and bivalves with 32 individuals (3.80%). Gastropod abundance was dominated by Nerita sp. (44.0%), followed by Bythinia (25.2%) and Telescopium (23.6%). A single species represented bivalves, Gelonia sp. (kapah clam). The Shannon-Wiener diversity index was very low (H0.1618), indicating low diversity, while the dominance index was high for gastropods (D0.0588) and bivalves (D-0.1582), reflecting an imbalanced mollusk community structure. A rise in gastropod numbers from 749 individuals in 2021 to 811 in 2025 suggests improving the mangrove ecosystem quality in the KKMB Tarakan City.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail