Perbedaan Masalah Perilaku Pada Remaja Generasi Alfa Yang Berstatus Gizi Kurang Dan Normal Di Kota Tarakan
Perkembangan remaja generasi alfa di era digital menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah gizi dan perilaku. Status gizi secara teoritis dapat berperan dalam perkembangan fungsi kognitif dan regulasi emosi yang berpotensi memengaruhi perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan masalah perilaku pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan dari seluruh Puskesmas di Kota Tarakan. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan masalah perilaku diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja generasi alfa memiliki status gizi kurang, yaitu sebesar 55,7%, dan mayoritas berada pada kategori perilaku normal sebesar 68,4%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,557 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara masalah perilaku berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa masalah perilaku tidak berbeda secara signifikan antara remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan normal. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terhadap masalah perilaku remaja perlu memperhatikan faktor lain, seperti kondisi psikologis, pola asuh, lingkungan keluarga, teman sebaya, dan penggunaan media digital.