ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku agresif verbal merupakan perilaku berupa ucapan atau perkataan yang dapat menyakiti, menyinggung, atau merugikan orang lain dan perlu mendapat perhatian dalam perkembangan perilaku siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku agresif verbal siswa kelas III di SD Nurul Islam Tarakan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen utama dengan bantuan lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek menunjukkan perilaku agresif verbal dalam bentuk aktif langsung, pasif langsung, aktif tidak langsung, dan pasif tidak langsung. Perilaku tersebut meliputi mengejek, memberikan nama panggilan yang tidak menyenangkan, mengucapkan kata-kata yang menyakiti, berbicara dengan nada tinggi, tidak merespons, membicarakan teman secara negatif, serta menghindari teman tertentu. Kesimpulannya, kedua subjek menunjukkan perilaku agresif verbal dalam berbagai bentuk, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam interaksi dengan teman dan kegiatan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan belajar yang dialami mahasiswa Pendidikan Biologi dalam mengikuti mata kuliah Bioinformatika Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan kesulitan belajar mahasiswa Pendidikan Biologi pada mata kuliah Bioinformatika Dasar. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif di Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang telah atau sedang mengikuti mata kuliah Bioinformatika Dasar. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri atas 24 pernyataan dan mencakup enam aspek, yaitu kecerdasan, bakat, minat, motivasi, kondisi dan keadaan fisik, serta sosial dan non-sosial. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh faktor yang diteliti berada pada kategori tinggi. Faktor kecerdasan memperoleh persentase sebesar 66%, bakat 65%, minat 67%, motivasi 69%, kondisi dan keadaan fisik 61%, serta sosial dan non-sosial 78%. Hasil tersebut menunjukkan secara umum kondisi setiap aspek masih cukup mendukung proses pembelajaran sehingga kecenderungan kesulitan belajar yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut relatif lebih rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan proses pembelajaran Bioinformatika Dasar melalui penjelasan materi yang lebih sederhana dan bertahap, penggunaan contoh yang mudah dipahami, penambahan kegiatan praktik, serta dukungan fasilitas pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran guru merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di sekolah dasar. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator yang membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana pelaksanaan peran guru dalam pembelajaran ditinjau dari perspektif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan peran guru pada pembelajaran di kelas IV-C SDN 006 Tarakan ditinjau dari perspektif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IV-C yang dipilih menggunakan teknik random sampling dan satu wali kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya dengan baik dalam proses pembelajaran. Sebagai pengajar, guru menyampaikan materi pembelajaran secara jelas dan mudah dipahami siswa. Sebagai fasilitator, guru membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, menggunakan media pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang kondusif. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, semangat, dan penghargaan kepada siswa sehingga meningkatkan motivasi belajar mereka. Dengan demikian, pelaksanaan peran guru memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan proses pembelajaran di kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah informan yang lebih banyak agar diperoleh data yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan peran guru dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Arif Dermawan, 2026. Survey Perilaku Prokrastinasi Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prokrastinasi dalam penyusunan skripsi pada mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2019 dan 2020. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda penyelesaian tugas yang dapat memberikan dampak negatif bagi mahasiswa, orang tua, maupun institusi pendidikan. Dampak yang ditimbulkan antara lain keterlambatan kelulusan, hilangnya peluang kerja, menurunnya produktivitas mahasiswa, serta bertambahnya biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua akibat masa studi yang lebih lama. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jumlah responden sebanyak 40 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 31 mahasiswa atau 77,5% responden mengalami prokrastinasi dalam penyusunan skripsi. Tingginya tingkat prokrastinasi menunjukkan bahwa perilaku menunda pengerjaan skripsi masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari mahasiswa, dosen pembimbing, orang tua, dan institusi pendidikan untuk mengurangi perilaku prokrastinasi agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan meningkatkan produktivitas akademik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kesehatan mental menjadi isu penting, terutama bagi mahasiswa yang rentan mengalami tekanan akademik, sosial, dan pribadi. Di Universitas Borneo Tarakan, masih terdapat kendala dalam mendeteksi dini gejala depresi akibat keterbatasan layanan kesehatan mental dan adanya stigma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pakar berbasis web dengan metode Certainty Factor (CF) guna membantu deteksi dini gangguan depresi pada mahasiswa. Metode CF direncanakan digunakan untuk menghitung tingkat keyakinan berdasarkan gejala yang diinput oleh pengguna. Sistem ini direncanakan akan dikembangkan menggunakan pendekatan pengembangan sistem dan akan diuji menggunakan metode Black box untuk memastikan fungsionalitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mencapai akurasi keseluruhan sebesar 77,5% dengan performa sangat baik pada kasus ekstrem: recall 93,8% untuk kategori Minimal dan 100% untuk kategori Berat memastikan tidak ada kasus kritis yang terlewat, meskipun recall untuk kategori Sedang relatif rendah (52,9%) sebagai konsekuensi pendekatan CF yang memprioritaskan gejala klinis kritis sesuai prinsip diagnosis profesional. Validasi konten menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi dengan skor rata-rata 4,79/5,00 untuk gejala dan 4,24/5,00 untuk rekomendasi, sementara pengujian black box dan usability mengonfirmasi bahwa sistem stabil, mudah digunakan, dan responsif. Pengujian keandalan lebih lanjut menunjukkan sistem mampu menangani 10 pengguna simultan dengan latensi rata-rata 3 detik dan tingkat keberhasilan 100%, membuktikan performa optimal pada kondisi penggunaan normal di lingkungan kampus. Pada beban ekstrem (50 pengguna simultan), sistem mengalami degradasi performa dengan latensi rata-rata 13,725 detik dan 0,4% permintaan gagal (timeout). Namun, sistem tidak mengalami crash total, menunjukkan ketahanan yang memadai untuk skenario lonjakan akses. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan terbukti sebagai solusi digital yang valid, aman, dan kontekstual untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa di lingkungan kampus yang minim layanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi kesebangunan dan kekongruenan, yang disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membedakan konsep kesebangunan dan kekongruenan serta kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Zona Bangun serta mendeskripsikan kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi, serta siswa SMP sebagai pengguna media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Zona Bangun memperoleh penilaian positif dari ahli media dan ahli materi. Selain itu, kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap media dibuktikan melalui hasil angket respon siswa yang menunjukkan kategori menarik, serta didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan bangun datar berdasarkan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Dengan demikian, media Zona Bangun dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi kesebangunan dan kekongruenan di SMP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi kesebangunan dan kekongruenan, yang disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membedakan konsep kesebangunan dan kekongruenan serta kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Zona Bangun serta mendeskripsikan kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi, serta siswa SMP sebagai pengguna media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Zona Bangun memperoleh penilaian positif dari ahli media dan ahli materi. Selain itu, kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap media dibuktikan melalui hasil angket respon siswa yang menunjukkan kategori menarik, serta didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan bangun datar berdasarkan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Dengan demikian, media Zona Bangun dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi kesebangunan dan kekongruenan di SMP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Setiati Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap guru dalam memberikan punishment sebagai bagian dari upaya pendisiplinan siswa. Sebagai tenaga profesional, guru memiliki kewenangan pedagogis untuk membina dan membentuk karakter peserta didik, termasuk melalui penerapan sanksi disiplin. Namun, kewenangan tersebut harus tetap berada dalam koridor hukum guna mencegah terjadinya tindakan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran atau kekerasan terhadap anak. Penelitian ini memfokuskan pada dua permasalahan utama, yaitu: (1) bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi guru sebagai tenaga profesional dalam memberikan sanksi disiplin kepada siswa, dan (2) bagaimana batas-batas kewenangan guru dalam menerapkan sanksi disiplin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui analisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, termasuk Undang-Undang Guru dan Dosen, Undang-Undang Perlindungan Anak, Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015, serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 6/PUU-XIV/2016 yang menegaskan legitimasi kewenangan guru dalam proses pendidikan selama tidak mengandung unsur kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi guru diberikan melalui pengaturan yang menegaskan peran guru sebagai tenaga profesional yang berhak memperoleh kepastian hukum dalam melaksanakan tugas pendisiplinan. Perlindungan tersebut meliputi perlindungan preventif melalui regulasi yang mengatur batas-batas tindakan pendisiplinan serta perlindungan represif melalui mekanisme pembelaan hukum bagi guru yang telah bertindak sesuai prosedur namun menghadapi tuduhan pelanggaran. Selain itu, batas-batas kewenangan guru ditentukan oleh prinsip proporsionalitas, kepatutan, non-kekerasan, dan penghormatan terhadap martabat peserta didik, sehingga setiap sanksi yang diberikan harus bersifat edukatif dan tidak melanggar prinsip perlindungan anak. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya penguatan kapasitas guru dalam menerapkan disiplin positif, penyusunan pedoman teknis pendisiplinan oleh sekolah yang selaras dengan peraturan perundang-undangan, serta penguatan komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua untuk memastikan bahwa praktik pendisiplinan berjalan secara proporsional, aman, dan tetap menjaga profesionalitas guru serta hak-hak siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Motivasi belajar dapat diartikan sebagai daya penggerak dalam diri yang mendorong siswa untuk melakukan aktivitas belajar, menjamin kelangsungan proses belajar, serta memberikan arah terhadap tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis serta mengidentifikasi berbagai faktor yang berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 11 Tarakan. Metodologi yang di gunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian terdapat dua faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, Faktor tersebut terdiri dari faktor internal di dapatkan nilai presentase sebesar 74% masuk dalam kategori Baik. pada faktor eksternal didapatkan nilai prsentase 71% masuk dalam kategori Baik. Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa motivasi yang ada pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan baik itu motivasi yang berasal dari luar maupun dari dalam diri siswa sudah dapat di katakan Baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 023 Tarakan, pada tahun 2023/2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter pada siswa kelas V B. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai karakter diterapkan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Perencanaan pembelajaran yang digunakan guru merupakan perencanaan yang dibuat dan dikembangkan sendiri dengan menyesuaikan nilai karakter yang akan diterapkan dalam pembelajaran. Pada pelaksanaan, guru mengimplementasikan nilai karakter melalui kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran yang telah disesuaikan sebelumnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA MELALUI METODE LITERASI TERBIMBING DI KELAS III-B SDN 005 TARAKAN Abstrak Kemampuan membaca menjadi kunci utama keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Ketidakmampuan dalam membaca dapat memberikan implikasi serius pada siswa dalam kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) khususnya mengenai kemampuan membaca pemahaman siswa dalam membaca teks bacaan informatif dan teks bacaan fiksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Bab II Kawan Seiring. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu, perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi/evaluasi, dan tahap refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III-B SDN 005 Tarakan dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode literasi terbimbing dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, dari hasil belajar siswa secara klasikal diketahui rata-rata nilai dasar yang hanya mencapai 25,9%, meningkat dalam siklus I menjadi 68,15%, dan pada siklus II meningkat menjadi 95,35%. Dari hasil belajar yang dicapai siswa pada siklus II penilaian secara individu telah mencapai ketuntasan terhadap penguasaan yang didapatkan. Kata Kunci : Kemampuan Membaca, Membaca Pemahaman, Hasil Belajar Siswa. Mengetahui, Suyadi, S.S., M.Ed., Ph.D
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini berfokus pada dampak bullying bagi kepercayaan diri siswa di SDN 003 Tanjung Palas desa antutan. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying, di SD Negeri 003 Tanjung Palas Desa Antutan, (2) Mendeskripsikan dampak bullying bagi kepercayaan diri siswa di SD Negeri 003 Tanjung Palas Desa Antutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif dengan fokus penelitian yakni bentuk-bentuk bullying, dan Dampak bullying bagi kepercayaan diri siswa. Dan dimensi penelitian yakni bullying secara fisik, bullying secara verbal, bullying secara psikis, dampak bullying bagi korban dan dampak bullying bagi pelaku. Sumber data dalam penelitian yakni data primer dan data sekunder. Data primer yakni korban dan pelaku bullying. Data sekunder dalam penelitian ini adalah: teman korban bullying, teman pelaku bullying, kepala sekolah SDN 003 tanjung palas, guru kelas IV, visi, misi, serta dokumentasi. Informan pada penelitian yakni pelaku bullying, korban bullying, teman pelaku bullying, teman korban bullying, kepala sekolah SDN 003 Tanjung Palas desa antutan, dan guru kelas IV. Teknik penegumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi pada saat proses pembelajaran dan berdampak pada kepercayaan diri siswa di SDN 003 tanjung palas desa antutan yakni : (1) Bullying verbal seperti diejek, dan dipelototi. Dan bullying yang terjadi pada saat jam istirahat yakni bullying secara fisik seperti : (2) pemukulan, dan pencubitan, (3) bullying psikis seperti pengucilan, (tidak berteman) diintimidasi, dan dikucilkan Dampak bullying bagi kepercayaan diri siswa yakni : (1) Dampak bagi korban yakni : Kurang fokus dalam pembelajaran (Ganguan perasaan seperti cemas dan depresi), pemalu, penyendiri, stress dan berujung pada depresi, rendahnya kepercayaan diri, prestasi akademik yang lebih rendah, selalu melakukan hal-hal yang tidak baik. (berpikiran negatif dan melakukan isolasi diri.) (2) Dampak bagi pelaku yakni sulit untuk mengembankan hubungan dan komunikasi ke arah yang positif (label negatif), tidak memiliki empati dan berpikiran sempit, mendapatkan tindakan bullying juga,dan berbicara kasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prinsip pembelajaran abad 21 telah diterapkan dalam proses pembelajaran biologi di SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Subjek penelitiannya yaitu 3 orang guru yang mengajar mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 2 Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian penerapan prinsip pembelajaran abad 21 di SMA Negeri 2 Tarakan : 1) Instruction should be studentcentered, guru membebaskan siswa mengumpulkan tugas berbagai bentuk seperti menanggapi dan bertanya, bebas dalam mencari sumber belajar, memberikan fasilitas yang memadai dalam proses pembelajaran dan menggunakan model discovery learning dan collaborative learning; 2) Education should be collaborative, guru membentuk siswa dalam kelompok secara heterogen dan bertindak sebagai mediator; 3) Learning should have contex, guru menggunakan pembelajaran kontekstual agar pembelajaran lebih bermakna bagi siswa; 4) Schools should be integrated with society, guru hanya memberikan izin dan mendukung siswa saat melakukan kegiatan sosial yaitu pengumpulan dana untuk disumbangkan pada korban bencana (kebakaran beringin) sedangkan poin yang lain belum dilakukan guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN CONGKLAK TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ZAT ADITIF & ADIKTIF KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 SEBATIK UTARA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran congklak terhadap minat belajar siswa terhadap materi zat aditif & zat adiktif, (2) Untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran congklak terhadap hasil belajar siswa terhadap materi zat aditif & zat adiktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif, populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sebatik Utara yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah total 63 siswa dan teknik pengambilan sampel dalam peneltian ini yaitu teknik purposive sampling. Adapun instrumen yang digunakan yaitu angket untuk mengukur minat belajar siswa, tes untuk mengukur hasil belajar siswa, observasi dan dokumentasi digunakan sebagai instrument pendukung dalam penelitian. Analisis data menggunakan uji normalitas, Uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil menunjukkan adanya pengaruh media pembelajaran congklak terhadap minat belajar siswa terhadap materi zat aditif & zat adiktif dan terdapat pengaruh media pembelajaran congklak terhadap hasil belajar siswa terhadap materi zat aditif & zat adiktif di sekolah SMP Negeri 1 Sebatik Utara. Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Media Pembelajaran Congklak, Minat Belajar Siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan matematika realistik merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep matematika dengan berpedoman pada karakteristik pendidikan matematika realistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan matamatika realistik dengan menggunakan media visual pada siswa kelas IV SD materi pecahan senilai. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen yang melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol dengan desain penelitian The One Group Pretest-Posttest. Penelitian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan yaitu 1 kali pretest, 3 kali pembelajaran, 1 kali posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan pendidikan matematika realistik dengan menggunakan media visual mendapatkan nilai rata-rata 82,07 dengan kategori tinggi dan ketuntasan secara klasikal mencapai 85,7%. (2) Persentase aktivitas siswa berada pada rentang persentase sebesar 80%-90% dengan kategori baik sekali. (3) Pembelajaran melalui penerapan pendidikan matematika realiistik dengan menggunakan media visual pada siswa kelas IV mendapat respon positif dengan rata-rata persentase sebesar 92,7% dengan kategori sangat baik. Dari hasil analisis deskriptif dan inferensial ketiga indikator efektivitas telah terpenuhi, maka pembelajaran dikatakan efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan matematika realistik dengan menggunakan media visual efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa kelas IV SD materi pecahan senilai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 8 TARAKAN ABSTRAK Penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah google classroom dan Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah minat belajar siswa. Populasi yang akan diambil pada penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 8 Tarakan. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling. Dikatakan simple karena pengambilan anggota sampel dari populasi ditentukan sendiri oleh peneliti. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data akhir dengan menggunakan bantuan software IBM.SPSS.20.msi. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa Variable bebas atau Google Classroom deskripsikan bahwa nilai minimumnya sebesar 27, sedangkan nilai maximumnya sebesar 50. Nilai rata-rata (Mean) sebesar 38,13 dan standar deviasi data Google Classroom adalah sebesar 4,160. Sedangkan Variable terikat atau Minat Belajar Siswa deskripsikan bahwa nilai minimumnya sebesar 58 dan nilai maximumnya sebesar 79. Nilai rata-rata (Mean) sebesar 67,20 dan standar deviasi data Minat Belajar Siswa adalah sebesar 4,871. Adapun hasil uji t yang sudah dilakukan, diperoleh t_hitung sebesar 2,032 dan nilai Signifikan sebesar 0,047 pada taraf signifikan α = 5% (0,047 0,05), sementara pada t_hitung sebesar 2,032 > 〖 t〗_tabel sebesar 2,00030, maka H_0 diterima dan H_1 ditolak. Sehingga dapat disimpulakn bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan Google Classroom terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 8 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di MTs Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI). Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari 4 alur atau tahapan, yaitu: (a) planning (perencanaan), (b) action (tindakan), (c) observation (pengamatan), (d) reflection (refleksi). Penelitian ini menggunakan media berbasis game (Gamifikasi) berbentuk aplikasi Quizizz. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 14 siswa pada kelas VII di MTs Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI). Data dari penelitian ini diperoleh melalui latihan soal, kuesioner, dan dokumentasi. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada kelas VII di MTs Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI). Hal ini dapat terlihat dari nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan nilai rata-rata 75,71 meningkat pada siklus II 88,21. Pada siklus II dari 14 siswa yang mengikuti pembelajaran, keseluruhan siswa memperoleh nilai diatas KKM sehingga peneliti mengakhiri penelitian pada siklus II, dikarenakan telah sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditentukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dengan mencapai 88,21% dari 85% target pencapaian ketuntasan dari keseluruhan siswa yang mengikuti pembelajan untuk kelas VII di MTs Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN TAHUN AJARAN 2022/2023 ABSTRAK Wencislaus Ola Duli, 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan konseling kelompok efektif terhadap kedisiplinan siswa di SMP Frater Don Bosco Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023. Kedisiplinan siswa merupakan suatu tingkah laku yang dapat ditunjukan dengan menaati aturan-aturan yang berlaku yang telah disepakati bersama. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa di SMP Frater Don Bosco Tarakan yang berjumlah 80 siswa dan penarikan sampel yang digunakan Simple Random Sampling yang berjumlah 12 siswa. Pengolahan data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Adapun uji Wilcoxon signed rank test dengan SPSS versi 24.0, hasil analisis data menunjukan bahwa hasil uji hipotesis, nilai signifikansi sebesar (0,002 ˂ 0.05) yang artinya layanan konseling kelompok efektif terhadap kedisiplinan siswa di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Hal tersebut terlihat pada skor pretest yang diperolehan sebesar (17%) dan pada skor posttest sebesar (92%). Kata Kunci: Konseling, Kelompok, Kedisiplinan, Siswa. Mengetahui, Dosen Pembimbing (Siti Rahmi, S.Sos I, M.Pd) NIDN.0028088304
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika secara online di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas IX SMPN 5 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen angket, dan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 di SMPN 5 Tarakan. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas IX SMPN 5 Tarakan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil menggunakan teknik klaster sampling / cluster sampling. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan tentang persepsi siswa kelas IX terhadap pembelajaran matematika secara online di masa pandemi Covid-19 di SMPN 5 Tarakan tahun 2022 masuk dalam kategori cukup baik, dengan pertimbangan frekuensi pada faktor internal terbanyak terletak pada kategori cukup baik dengan jumlah 32 siswa atau 35,56 %, dan frekuensi pada faktor eksternal terbanyak terletak pada kategori cukup baik dengan jumlah 29 siswa atau 32,22 %. This study aimed to determine perceptions of ninth-grade SMPN 5 Tarakan students towards learning math online during the covid-19 pandemic. This study used a survey method for a quantitative descriptive investigation. In this study, data were gathered through the use of a questionnaire, and percentage descriptive statistics were employed in the data analysis. This study was conducted among grade IX students at SMPN 5 Tarakan during the odd semester of the 2021-2022 academic year. The population in this study was grade IX students of SMPN 5 Tarakan. The sample in this study amounted to 90 students who were taken using a cluster sampling technique. The results of the overall perception survey, which included 32 students, or 35.56% of the total, showed that the frequency of internal factors was mostly in the fairly good category, while the highest frequency of external factors was found in the good enough category, which included 29 students, or 32.22% of the total.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa SMAN 3 Malinau terhadap pembelajaran biologi dimasa pandemi covid-19. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang didukung dengan teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA SMAN 3 Malinau yang berjumlah 63 siswa. Hasil analisis data diperoleh bahwa: (1) sebagian besar siswa menyatakan setuju dengan adanya media pembelajaran saat pembelajaran online berlangsung dan siswa merasa terbantu dengan media pembelajaran yang di gunakan guru; (2) sebagian besar siswa menyatakan setuju dengan interaksi pembelajaran, adanya interaksi pembelajaran membuat siswa lebih bersemangat belajar dan siswa juga aktif bertanya kepada guru.