Abstrak
Penelitian ini berfokus pada dampak bullying bagi kepercayaan diri siswa di SDN 003 Tanjung Palas desa antutan. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying, di SD Negeri 003 Tanjung Palas Desa Antutan, (2) Mendeskripsikan dampak bullying bagi kepercayaan diri siswa di SD Negeri 003 Tanjung Palas Desa Antutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif dengan fokus penelitian yakni bentuk-bentuk bullying, dan Dampak bullying bagi kepercayaan diri siswa. Dan dimensi penelitian yakni bullying secara fisik, bullying secara verbal, bullying secara psikis, dampak bullying bagi korban dan dampak bullying bagi pelaku. Sumber data dalam penelitian yakni data primer dan data sekunder. Data primer yakni korban dan pelaku bullying. Data sekunder dalam penelitian ini adalah: teman korban bullying, teman pelaku bullying, kepala sekolah SDN 003 tanjung palas, guru kelas IV, visi, misi, serta dokumentasi. Informan pada penelitian yakni pelaku bullying, korban bullying, teman pelaku bullying, teman korban bullying, kepala sekolah SDN 003 Tanjung Palas desa antutan, dan guru kelas IV. Teknik penegumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi pada saat proses pembelajaran dan berdampak pada kepercayaan diri siswa di SDN 003 tanjung palas desa antutan yakni : (1) Bullying verbal seperti diejek, dan dipelototi. Dan bullying yang terjadi pada saat jam istirahat yakni bullying secara fisik seperti : (2) pemukulan, dan pencubitan, (3) bullying psikis seperti pengucilan, (tidak berteman) diintimidasi, dan dikucilkan Dampak bullying bagi kepercayaan diri siswa yakni : (1) Dampak bagi korban yakni : Kurang fokus dalam pembelajaran (Ganguan perasaan seperti cemas dan depresi), pemalu, penyendiri, stress dan berujung pada depresi, rendahnya kepercayaan diri, prestasi akademik yang lebih rendah, selalu melakukan hal-hal yang tidak baik. (berpikiran negatif dan melakukan isolasi diri.) (2) Dampak bagi pelaku yakni sulit untuk mengembankan hubungan dan komunikasi ke arah yang positif (label negatif), tidak memiliki empati dan berpikiran sempit, mendapatkan tindakan bullying juga,dan berbicara kasar.