PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG (STDUI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DPRD PROVINSI KALIMANTAN UTARA).
.
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
.
.Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sedang melakukan pembangunan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara sebagai upaya dalam membangun sarana dan prasarana penguatan sumber daya manusia serta politik di Provinsi Kalimantan Utara. Proses pembangunan konstruksi membutuhkan berbagai sumber daya untuk mendukung keberhasilan pembangunan proyek konstruksi. Pada proyek pembangunan gedung ditemukan masalah-masalah atau faktor-faktor yang berdampak pada kualitas dan waktu pelaksanaan proyek, baik faktor eksternal maupun faktor internal. Salah satu kendala yang dapat menghambat proses pelaksanaan proyek konstruksi adalah produktivitas tenaga kerja yang kurang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan memodelkan pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap produktivitas tenaga kerja proyek pembangunan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk menghimpun data responden kemudian diuji validitas, reliabilitas dilanjutkan dengan regresi linear berganda menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences atau SPSS. Hasil analisis data diperoleh faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pada proyek pembangunan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara adalah perubahan gambar, cuaca, serta kesehatan, tenaga dan fisik pekerja. Model regresi pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap produktivitas tenaga kerja adalah Y=5,359+0,508Xa1+0,401〖Xa〗_(4 )+ 0,277Xa5 + 0,228Xb1 + 1,301Xb3
Keanekaragaman merupakan jumlah jenis dan masing masing jenis di dalam suatu komunitas yang memiliki aset dan potensi bagi suatu daerah, baik darat maupun yang ada di perairan. keanekaragaman makhluk hidup yang ada dilaut sangat berlimpah sehingga perlu dijaga kelestariannya, namun pada saat ini masih banyak nelayan menggunakan Pukat hela (trawl) sebagai alat tangkap, yang dimana pukat hela (trawl) tersebut termasuk alat tangkap yang kurang selektif dalam memilah hasil tangkapan. Tujuan penelitian untuk melihat tingkat keanekaragaman dan kelimpahan ikan di Muara Sesayap, Kalimantan Utara. Pengumpulan data dilakukan di Perairan Muara Sesayap Kalimantan Utara dari bulan Oktober – November 2021 dengan menggunakan alat tangkap Pukat hela (trawl) dengan mesh size alat tangkap yaitu 2,50 cm dan Semua ikan hasil tangkapan yang telah diidentifikasi dihitung kelimpahannya. Hasil tangkapan di perairan muara sesayap yang terdistribusi ke dalam 18 genus dan 21 spesies. Kelimpahan tertinggi yaitu Harpadon nehereus dengan nilai 57% dan Penaeus merguensis 16% dan Penaeus semiculcatus 17%, Spesies dengan kelimpahan terendah yaitu Trigiliarca granosa (0,01%), Drepane punctata (0,01%), Cynaglaossus sp (0,02%), Caranx Leptolepis (0,02%), Leiognathus sp (0,05%). Kelimpahan ikan terbagi pada saat pasang purnama dan pasang perbani yang berbeda, yaitu hasil tangkapan udang pada saat pasang purnama dan ikan nomei pada saat pasang perbani.
Keanekaragaman merupakan jumlah jenis dan masing masing jenis di dalam suatu komunitas yang memiliki aset dan potensi bagi suatu daerah, baik darat maupun yang ada di perairan. keanekaragaman makhluk hidup yang ada dilaut sangat berlimpah sehingga perlu dijaga kelestariannya, namun pada saat ini masih banyak nelayan menggunakan Pukat hela (trawl) sebagai alat tangkap, yang dimana pukat hela (trawl) tersebut termasuk alat tangkap yang kurang selektif dalam memilah hasil tangkapan. Tujuan penelitian untuk melihat tingkat keanekaragaman dan kelimpahan ikan di Muara Sesayap, Kalimantan Utara. Pengumpulan data dilakukan di Perairan Muara Sesayap Kalimantan Utara dari bulan Oktober – November 2021 dengan menggunakan alat tangkap Pukat hela (trawl) dengan mesh size alat tangkap yaitu 2,50 cm dan Semua ikan hasil tangkapan yang telah diidentifikasi dihitung kelimpahannya. Hasil tangkapan di perairan muara sesayap yang terdistribusi ke dalam 18 genus dan 21 spesies. Kelimpahan tertinggi yaitu Harpadon nehereus dengan nilai 57% dan Penaeus merguensis 16% dan Penaeus semiculcatus 17%, Spesies dengan kelimpahan terendah yaitu Trigiliarca granosa (0,01%), Drepane punctata (0,01%), Cynaglaossus sp (0,02%), Caranx Leptolepis (0,02%), Leiognathus sp (0,05%). Kelimpahan ikan terbagi pada saat pasang purnama dan pasang perbani yang berbeda, yaitu hasil tangkapan udang pada saat pasang purnama dan ikan nomei pada saat pasang perbani.
PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP Negeri 3 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX yang terdiri dari 9 kelas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 164 siswa diambil dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan persamaan regresi Ŷ=26,105+0,325X. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi, diketahui bahwa prestasi belajar matematika dipengaruhi hanya 2,3% oleh variabel kedisiplinan belajar.
Penelitian yang di bahas dalam penelitian ini, adalah bagaimana bentuk kata verba dan kata nomina yang telah mengalami proses morfologis pada teks deskripsi siswa kelas VII-C di SMP Negeri 7 Tanjung Selor unuk lebih memahami dan mendeskripsikan bagaimana bentuk kata verba dan kata nomina yang mengalami proses morfologis seperti afiksasi, reduplikasi dan pemajemukkan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data baca dan catat. Peneitian ini kualitatif deskriptif ini berisi kata-kata dan kalimat untuk mendeskripsikan sesuatu secara jelas. Data dalam peneltian ini adalah kata, frasa dan kalimat sedangkan sumber data dalam penelitian adalah hasil kerja siswa melalui teks deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kata verba lebih dominan daripada kelas kata nomina. Kelas kata nomina adalah kelas kata yang menggambarkan suatu benda seperti mahkluk hidup maupun benda mati. Nomina turunan yang terdapat di teks deskripsi adalah nomina turunan mengikat afiksasi, seperti pepohonan, kepribadian, dan sebagainya. Terdapat juga nomina yang mengalami reduplikasi yaitu seperti bunga-bunga dan nomina yang mengalami pemajemukkan yaitu berat badan. Tidak hanya kata nomina saja, namun pada teks deskripsi terdapat kata verba. Kata verba adalah kata yang menggambarkan segala tindakan ataau perbuatan yang dikerjakan oleh seseorang. Kata verba turunan yang digunakan adalah verba turunan yang mengikat afiksasi seperti melewati, membuat, melihat dan sebagainya. Kata verba afiksasi adalah kata verba yang mengikat afiksasi adalah kata verba yang terdapat morfem terikat prefiks dan sufiks baik di awal kata dasar maupun di akhir kata dasar tersebut.