Abstrak
Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa yang mempengaruhi persepsi, emosi, perilaku, dan interaksi sosial klien. Kondisi ini memerlukan penanganan melalui asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan kedua klien mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan berbicara sendiri, mondar mandir, gelisah, dan menarik diri. Diagnosis keperawatan yang ditemukan yaitu halusinasi, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, dan defisit perawatan diri. Intervensi berupa latihan menghardik, mengabaikan halusinasi, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, dan edukasi minum obat. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi serta peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi. Kesimpulannya asuhan keperawatan jiwa secara terstruktur membantu klien mengenali dan mengontrol halusinasi serta meningkatkan kemampuan adaptasi klien.