Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Penulis: BURHAN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI PASIEN NON-JKN MELALUI KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP: STUDI KASUS DI RSUD DR. H. YUSUF SK

2026•Koleksi Perpustakaan

Transformasi sektor kesehatan global menuntut peningkatan kualitas pelayanan untuk mempertahankan loyalitas pasien, khususnya segmen non-JKN yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap layanan premium. Di RSUD dr. H. Yusuf SK, terjadi tren penurunan kunjungan rawat inap pasien non-JKN sebesar 10-15% akibat keluhan waktu tunggu dan fasilitas. Kesenjangan penelitian terletak pada kurangnya fokus terhadap pasien mandiri di rumah sakit publik wilayah perbatasan, di mana studi sebelumnya lebih berorientasi pada pasien JKN atau konteks internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat berkunjung kembali pasien non-JKN rawat inap dengan kepuasan pasien sebagai variabel mediasi di RSUD dr. H. Yusuf SK, Kalimantan Utara. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 150 pasien non-JKN rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 5 poin yang mengukur tiga variabel utama: kualitas pelayanan (dimensi SERVQUAL), kepuasan pasien, dan minat berkunjung kembali. Analisis data menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 4.0. Temuan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, kepuasan pasien berpengaruh terhadap minat berkunjung kembali, dan kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap minat berkunjung kembali. Untuk kepuasan pasien dan minat berkunjung kembali menunjukkan kekuatan prediktif model yang baik. Namun, minat berkunjung kembali tergolong moderat meskipun kepuasan pasien tinggi, mengindikasikan adanya kepuasan pasien. Kualitas pelayanan meningkatkan minat berkunjung kembali baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan pasien sebagai mediator.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI PASIEN NON-JKN MELALUI KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP: STUDI KASUS DI RSUD DR. H. YUSUF SK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Transformasi sektor kesehatan global menuntut peningkatan kualitas pelayanan untuk mempertahankan loyalitas pasien, khususnya segmen non-JKN yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap layanan premium. Di RSUD dr. H. Yusuf SK, terjadi tren penurunan kunjungan rawat inap pasien non-JKN sebesar 10-15% akibat keluhan waktu tunggu dan fasilitas. Kesenjangan penelitian terletak pada kurangnya fokus terhadap pasien mandiri di rumah sakit publik wilayah perbatasan, di mana studi sebelumnya lebih berorientasi pada pasien JKN atau konteks internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat berkunjung kembali pasien non-JKN rawat inap dengan kepuasan pasien sebagai variabel mediasi di RSUD dr. H. Yusuf SK, Kalimantan Utara. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 150 pasien non-JKN rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 5 poin yang mengukur tiga variabel utama: kualitas pelayanan (dimensi SERVQUAL), kepuasan pasien, dan minat berkunjung kembali. Analisis data menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 4.0. Temuan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, kepuasan pasien berpengaruh terhadap minat berkunjung kembali, dan kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap minat berkunjung kembali. Untuk kepuasan pasien dan minat berkunjung kembali menunjukkan kekuatan prediktif model yang baik. Namun, minat berkunjung kembali tergolong moderat meskipun kepuasan pasien tinggi, mengindikasikan adanya kepuasan pasien. Kualitas pelayanan meningkatkan minat berkunjung kembali baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan pasien sebagai mediator.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Yuridis BPJS Ketenagakerjaan sebagai Syarat dalam Penerbitan Nomor Induk Berusaha bagi Usaha Mikro dan Kecil di Kota Tarakan

2025•

Penelitian ini dilatar belakangi kasus pelaku UMK di Kota Tarakan yang terhambat memperoleh NIB karena DPMPTSP mewajibkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat administrasi dalam OSS. Kebijakan ini memang sejalan dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Perwali Tarakan Nomor 5 Tahun 2024 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Daerah, tetapi berpotensi menghambat UMK dan bertentangan dengan tujuan OSS yang dirancang untuk mempermudah izin usaha dan mendorong investasi, mengingat dalam sistem OSS sendiri syarat BPJS hanya bersifat opsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat wajib dalam memperoleh NIB dan mekanisme penerbitan NIB bagi UMK di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa dalam praktik perizinan di Kota Tarakan, tidak terdapat ketentuan tegas yang mewajibkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat administrasi penerbitan NIB. Aplikasi OSS pun tidak mensyaratkan hal tersebut, sehingga prioritas utama bagi pelaku usaha adalah memperoleh NIB terlebih dahulu, lalu kemudian mendaftarkan kepesertaan jaminan sosial. BPJS Ketenagakerjaan tetap penting dalam konteks perlindungan hukum ketenagakerjaan, namun jika dikaitkan dengan tujuan OSS untuk menyederhanakan perizinan dan mendorong investasi, kewajiban BPJS di awal justru berpotensi menghambat penerbitan izin usaha. Kedua bagi UMK yang ingin mendaftaran perizinan berusaha melalui sistem OSS bisa dilakukan secara mandiri (melalui laman https://oss.go.id/ ataupun aplikasi Mobile OSS Indonesia). Dalam hal UMK mengalami kesulitan dalam mendaftarkan izin usahanya secara mandiri, pendaftaran tersebut dapat difasilitasi melalui layanan berbantuan DPMPTSP Kota Tarakan. Penulis menyarankan agar standar pelayanan DPMPTSP yang mensyaratkan BPJS Ketenagakerjaan dihapuskan dan pemerintah Kota Tarakan perlu membuat perda khusus yang terkait perizinan berusaha berbasis resiko.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Yuridis BPJS Ketenagakerjaan sebagai Syarat dalam Penerbitan Nomor Induk Berusaha bagi Usaha Mikro dan Kecil di Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi kasus pelaku UMK di Kota Tarakan yang terhambat memperoleh NIB karena DPMPTSP mewajibkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat administrasi dalam OSS. Kebijakan ini memang sejalan dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Perwali Tarakan Nomor 5 Tahun 2024 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Daerah, tetapi berpotensi menghambat UMK dan bertentangan dengan tujuan OSS yang dirancang untuk mempermudah izin usaha dan mendorong investasi, mengingat dalam sistem OSS sendiri syarat BPJS hanya bersifat opsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat wajib dalam memperoleh NIB dan mekanisme penerbitan NIB bagi UMK di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa dalam praktik perizinan di Kota Tarakan, tidak terdapat ketentuan tegas yang mewajibkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat administrasi penerbitan NIB. Aplikasi OSS pun tidak mensyaratkan hal tersebut, sehingga prioritas utama bagi pelaku usaha adalah memperoleh NIB terlebih dahulu, lalu kemudian mendaftarkan kepesertaan jaminan sosial. BPJS Ketenagakerjaan tetap penting dalam konteks perlindungan hukum ketenagakerjaan, namun jika dikaitkan dengan tujuan OSS untuk menyederhanakan perizinan dan mendorong investasi, kewajiban BPJS di awal justru berpotensi menghambat penerbitan izin usaha. Kedua bagi UMK yang ingin mendaftaran perizinan berusaha melalui sistem OSS bisa dilakukan secara mandiri (melalui laman https://oss.go.id/ ataupun aplikasi Mobile OSS Indonesia). Dalam hal UMK mengalami kesulitan dalam mendaftarkan izin usahanya secara mandiri, pendaftaran tersebut dapat difasilitasi melalui layanan berbantuan DPMPTSP Kota Tarakan. Penulis menyarankan agar standar pelayanan DPMPTSP yang mensyaratkan BPJS Ketenagakerjaan dihapuskan dan pemerintah Kota Tarakan perlu membuat perda khusus yang terkait perizinan berusaha berbasis resiko.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI PESISIR BARAT DAN TIMUR PULAU TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2024•

Tarakan is an island in northern Indonesia with an area of 657.33 km2 and has a coastal area consisting of mangrove forests and beach areas. This study assessed the diversity of gastropods on Tarakan Island’s west and east coasts.The research was conducted in three research locations, namely (1) KKMB, (2) Mamburugan, and (3) Amal Beach, using a quantitative approach with a random sampling method. The results showed that there were 35 species of gastropods belonging to 12 families, where the diversity index at there research sites ranged from 2.658-1.597 belonging to the medium category, the uniformity index at three research sites obtained the axact value of 1,000 which indicates that the ecosystem as in a relatively stable condition, the dominance index at first and second research sites ranged from 0.430-0.325 (medium category) and at third research sites of 0.117 (low category). The highest abundance value at the first research site was 0.314 ind/m2, namely the Assimenia brevican species; at the second research site, it was 0.403 ind/m2, namely the Cerithium corallum spesies; and at the third research site,, it was 0.001 ind/m2, namely the Clithon castaneus species. The results of this study have the potential as teaching material for biology learning at the high school level class X on Animalia subject matter, including for the college level invertebrate study as well as other related materials.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI PESISIR BARAT DAN TIMUR PULAU TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2024•

Tarakan is an island in northern Indonesia with an area of 657.33 km2 and has a coastal area consisting of mangrove forests and beach areas. This study assessed the diversity of gastropods on Tarakan Island’s west and east coasts.The research was conducted in three research locations, namely (1) KKMB, (2) Mamburugan, and (3) Amal Beach, using a quantitative approach with a random sampling method. The results showed that there were 35 species of gastropods belonging to 12 families, where the diversity index at there research sites ranged from 2.658-1.597 belonging to the medium category, the uniformity index at three research sites obtained the axact value of 1,000 which indicates that the ecosystem as in a relatively stable condition, the dominance index at first and second research sites ranged from 0.430-0.325 (medium category) and at third research sites of 0.117 (low category). The highest abundance value at the first research site was 0.314 ind/m2, namely the Assimenia brevican species; at the second research site, it was 0.403 ind/m2, namely the Cerithium corallum spesies; and at the third research site,, it was 0.001 ind/m2, namely the Clithon castaneus species. The results of this study have the potential as teaching material for biology learning at the high school level class X on Animalia subject matter, including for the college level invertebrate study as well as other related materials.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS ELECTRICAL MUSCLE STIMULATION DENGAN BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN ULKUS KAKI DIABETIK

2023•Koleksi Perpustakaan

EFEKTIFITAS ELECTRICAL MUSCLE STIMULATION DENGAN BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN ULKUS KAKI DIABETIK Abstrak Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi yang tersering dari penyakit DM, dimana terdapat luka pada eskremitas bawah yang berhubungan dengan abnormalitas neurologis, kelainan vaskuler atau peripheral artery disease (PAD). Salah satu pilar dalam penanganan diabetes melitus yaitu latihan jasmani baik secara aktif dengan latihan Buerger Allen Exercise dapat pula secara pasif menggunakan alat Electrical Muscle Stimulation (Veionoplus Arterial) guna meningkatkan nilai ABI. Tujuan penelitian ini yaitu didapatkan hasil perbandingan EMS dan BAE terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita ulkus kaki diabetic. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan Two Groups Pretest Posttest Design, jumlah sampel sebanyak 26 orang, masing-masing intervensi EMS dan BAE sebanyak 13 orang. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan yang signifikan nilai ABI sebelum dan sesudah diberikan perlakuan EMS dan BAE dan yaitu p 0,05 dan tidak ada perbedaan Electrical Muscle Stimulation (Veionoplus Arterial) dan Buerger Allen Exercise dalam meningkatkan nilai ABI . Simpulan, EMS dan BAE sama-sama efektif dalam meningkatkan nilai ABI, namun BAE merupakan pilihan baik karena mudah, tidak ada biaya dan tidak memiliki risiko. Diharapkan penderita DM melakukan intervensi BAE secara mandiri guna mempercepat penyembuhan UKD

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS ELECTRICAL MUSCLE STIMULATION DENGAN BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN ULKUS KAKI DIABETIK

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIFITAS ELECTRICAL MUSCLE STIMULATION DENGAN BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN ULKUS KAKI DIABETIK Abstrak Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi yang tersering dari penyakit DM, dimana terdapat luka pada eskremitas bawah yang berhubungan dengan abnormalitas neurologis, kelainan vaskuler atau peripheral artery disease (PAD). Salah satu pilar dalam penanganan diabetes melitus yaitu latihan jasmani baik secara aktif dengan latihan Buerger Allen Exercise dapat pula secara pasif menggunakan alat Electrical Muscle Stimulation (Veionoplus Arterial) guna meningkatkan nilai ABI. Tujuan penelitian ini yaitu didapatkan hasil perbandingan EMS dan BAE terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita ulkus kaki diabetic. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan Two Groups Pretest Posttest Design, jumlah sampel sebanyak 26 orang, masing-masing intervensi EMS dan BAE sebanyak 13 orang. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan yang signifikan nilai ABI sebelum dan sesudah diberikan perlakuan EMS dan BAE dan yaitu p 0,05 dan tidak ada perbedaan Electrical Muscle Stimulation (Veionoplus Arterial) dan Buerger Allen Exercise dalam meningkatkan nilai ABI . Simpulan, EMS dan BAE sama-sama efektif dalam meningkatkan nilai ABI, namun BAE merupakan pilihan baik karena mudah, tidak ada biaya dan tidak memiliki risiko. Diharapkan penderita DM melakukan intervensi BAE secara mandiri guna mempercepat penyembuhan UKD

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN

2022•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dalam memberikan perlindungan hukum terhadap seseorang yang dijadikan sebagai tersangka pembunuhan dan dilakukan penangkapan, penahanan, dan penyidikan atas dugaan tindak pidana pembunuhan, serta tersangka tersebut tidak cukup bukti untuk dijadikan sebagai tersangka dalam kasus tindak pembunuhan tersebut dan berlanjut ke proses pengadilan dan bagaimana proses penyelesaian hukum terhadap tersangka dalam tindak pembunuhan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap tersangka tindak pidana pembunuhan dimuat dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Berdasarkan hasil penelitian yang didasari dari rumusan masalah dengan ini perlindungan hukum terhadap tersangka tindak pidana pembunuhan dan menjadi tersangka dalam tindak pidana pembunuhan, akan tetapi terbukti tidak bersalah maka terdakwa tindak pidana pembunuhan akan dibebaskan dari dakwaan, serta dipulihkan nama baiknya dan diberikan ganti kerugian materil maupun inmateriil. Bagi penyidik dikenakan sanksi yang melakukan tindakan salah tangkap melalui putusan pengadilan penyidik mendapatkan putusan sanksi berupa ganti kerugian akibat kelalaiannya dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dan membayar ganti kerugian kepada tersangka melalui putusan pengadilan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dalam memberikan perlindungan hukum terhadap seseorang yang dijadikan sebagai tersangka pembunuhan dan dilakukan penangkapan, penahanan, dan penyidikan atas dugaan tindak pidana pembunuhan, serta tersangka tersebut tidak cukup bukti untuk dijadikan sebagai tersangka dalam kasus tindak pembunuhan tersebut dan berlanjut ke proses pengadilan dan bagaimana proses penyelesaian hukum terhadap tersangka dalam tindak pembunuhan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap tersangka tindak pidana pembunuhan dimuat dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Berdasarkan hasil penelitian yang didasari dari rumusan masalah dengan ini perlindungan hukum terhadap tersangka tindak pidana pembunuhan dan menjadi tersangka dalam tindak pidana pembunuhan, akan tetapi terbukti tidak bersalah maka terdakwa tindak pidana pembunuhan akan dibebaskan dari dakwaan, serta dipulihkan nama baiknya dan diberikan ganti kerugian materil maupun inmateriil. Bagi penyidik dikenakan sanksi yang melakukan tindakan salah tangkap melalui putusan pengadilan penyidik mendapatkan putusan sanksi berupa ganti kerugian akibat kelalaiannya dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dan membayar ganti kerugian kepada tersangka melalui putusan pengadilan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

CARA BELAJAR SANTRI SMP IT IBNU ABBAS YANG MEMILIKI KETERTARIKAN TERHADAP MATEMATIKA

2020•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara belajar santri kelas VIII SMP IT Ibnu Abbas Tarakan yang memiliki ketertarikan terhadap matematika. Jenis penelitian adalah studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak empat orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan belas santri yang terdapat di kelas VIII SMP IT Ibnu Abbas tersebut, ada sedikitnya empat santri yang memiliki cara belajar yang bagus. Adapun keempat santri tersebut adalah santri yang berinisial A, B, C, dan D. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh bahwa keempat santri tersebut memiliki cara belajar matematika ketika di asrama: 1) pembuatan jadwal dan pelaksanaanya. Santri membuat jadwal belajarnya setelah diberikan jadwal pelajaran dari sekolah. Dalam pelaksanaannya, santri mencari tempat belajar yang membuat santri nyaman untuk belajar, seperti masjid dan di kamar santri itu sendiri.; 2) membaca dan membuat catatan matematika. Santri membaca materi-materi yang ada di buku catatannya. Catatan santri terlihat lengkap dan rapi. Tidak hanya berisi materi dan contoh soal, terlihat di dalam catatan tersebut terdapat latihan-latihan soal yang pernah santri kerjakan.; 3) memurojaah (mengulang) bahan pelajaran dan rumus matematika. Santri mengulang bahan pelajaran dengan cara membaca materinya secara terus-menerus. Adapun cara santri menghapal rumus matematika yaitu membaca rumusnya secara berulang-ulang dan mempraktekkan rumusnya dengan latihan soal.; 4) berkonsentrasi ketika mengikuti proses pembelajaran. Santri mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian agar santri dapat faham dengan materi yang disampaikan oleh guru.; 5) mengerjakan tugas dan latihan soal matematika. Santri mengerjakan tugas yang diberikan guru dan memperbanyak latihan soal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail