Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: BURHANUDDIN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI PASIEN NON-JKN MELALUI KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP: STUDI KASUS DI RSUD DR. H. YUSUF SK

2026•Koleksi Perpustakaan

Transformasi sektor kesehatan global menuntut peningkatan kualitas pelayanan untuk mempertahankan loyalitas pasien, khususnya segmen non-JKN yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap layanan premium. Di RSUD dr. H. Yusuf SK, terjadi tren penurunan kunjungan rawat inap pasien non-JKN sebesar 10-15% akibat keluhan waktu tunggu dan fasilitas. Kesenjangan penelitian terletak pada kurangnya fokus terhadap pasien mandiri di rumah sakit publik wilayah perbatasan, di mana studi sebelumnya lebih berorientasi pada pasien JKN atau konteks internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat berkunjung kembali pasien non-JKN rawat inap dengan kepuasan pasien sebagai variabel mediasi di RSUD dr. H. Yusuf SK, Kalimantan Utara. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 150 pasien non-JKN rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 5 poin yang mengukur tiga variabel utama: kualitas pelayanan (dimensi SERVQUAL), kepuasan pasien, dan minat berkunjung kembali. Analisis data menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 4.0. Temuan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, kepuasan pasien berpengaruh terhadap minat berkunjung kembali, dan kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap minat berkunjung kembali. Untuk kepuasan pasien dan minat berkunjung kembali menunjukkan kekuatan prediktif model yang baik. Namun, minat berkunjung kembali tergolong moderat meskipun kepuasan pasien tinggi, mengindikasikan adanya kepuasan pasien. Kualitas pelayanan meningkatkan minat berkunjung kembali baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan pasien sebagai mediator.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI PASIEN NON-JKN MELALUI KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP: STUDI KASUS DI RSUD DR. H. YUSUF SK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Transformasi sektor kesehatan global menuntut peningkatan kualitas pelayanan untuk mempertahankan loyalitas pasien, khususnya segmen non-JKN yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap layanan premium. Di RSUD dr. H. Yusuf SK, terjadi tren penurunan kunjungan rawat inap pasien non-JKN sebesar 10-15% akibat keluhan waktu tunggu dan fasilitas. Kesenjangan penelitian terletak pada kurangnya fokus terhadap pasien mandiri di rumah sakit publik wilayah perbatasan, di mana studi sebelumnya lebih berorientasi pada pasien JKN atau konteks internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat berkunjung kembali pasien non-JKN rawat inap dengan kepuasan pasien sebagai variabel mediasi di RSUD dr. H. Yusuf SK, Kalimantan Utara. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 150 pasien non-JKN rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 5 poin yang mengukur tiga variabel utama: kualitas pelayanan (dimensi SERVQUAL), kepuasan pasien, dan minat berkunjung kembali. Analisis data menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 4.0. Temuan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, kepuasan pasien berpengaruh terhadap minat berkunjung kembali, dan kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap minat berkunjung kembali. Untuk kepuasan pasien dan minat berkunjung kembali menunjukkan kekuatan prediktif model yang baik. Namun, minat berkunjung kembali tergolong moderat meskipun kepuasan pasien tinggi, mengindikasikan adanya kepuasan pasien. Kualitas pelayanan meningkatkan minat berkunjung kembali baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan pasien sebagai mediator.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI PESISIR BARAT DAN TIMUR PULAU TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2024•

Tarakan is an island in northern Indonesia with an area of 657.33 km2 and has a coastal area consisting of mangrove forests and beach areas. This study assessed the diversity of gastropods on Tarakan Island’s west and east coasts.The research was conducted in three research locations, namely (1) KKMB, (2) Mamburugan, and (3) Amal Beach, using a quantitative approach with a random sampling method. The results showed that there were 35 species of gastropods belonging to 12 families, where the diversity index at there research sites ranged from 2.658-1.597 belonging to the medium category, the uniformity index at three research sites obtained the axact value of 1,000 which indicates that the ecosystem as in a relatively stable condition, the dominance index at first and second research sites ranged from 0.430-0.325 (medium category) and at third research sites of 0.117 (low category). The highest abundance value at the first research site was 0.314 ind/m2, namely the Assimenia brevican species; at the second research site, it was 0.403 ind/m2, namely the Cerithium corallum spesies; and at the third research site,, it was 0.001 ind/m2, namely the Clithon castaneus species. The results of this study have the potential as teaching material for biology learning at the high school level class X on Animalia subject matter, including for the college level invertebrate study as well as other related materials.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI PESISIR BARAT DAN TIMUR PULAU TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2024•

Tarakan is an island in northern Indonesia with an area of 657.33 km2 and has a coastal area consisting of mangrove forests and beach areas. This study assessed the diversity of gastropods on Tarakan Island’s west and east coasts.The research was conducted in three research locations, namely (1) KKMB, (2) Mamburugan, and (3) Amal Beach, using a quantitative approach with a random sampling method. The results showed that there were 35 species of gastropods belonging to 12 families, where the diversity index at there research sites ranged from 2.658-1.597 belonging to the medium category, the uniformity index at three research sites obtained the axact value of 1,000 which indicates that the ecosystem as in a relatively stable condition, the dominance index at first and second research sites ranged from 0.430-0.325 (medium category) and at third research sites of 0.117 (low category). The highest abundance value at the first research site was 0.314 ind/m2, namely the Assimenia brevican species; at the second research site, it was 0.403 ind/m2, namely the Cerithium corallum spesies; and at the third research site,, it was 0.001 ind/m2, namely the Clithon castaneus species. The results of this study have the potential as teaching material for biology learning at the high school level class X on Animalia subject matter, including for the college level invertebrate study as well as other related materials.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail