Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: dan Studi Kasus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

CARA BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 1 TARAKAN YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara belajar matematika siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tarakan yang memiliki orang tua tunggal. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa kelas IX yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan triangulasi kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh bahwa subjek tersebut memiliki cara belajar Matematika ketika di rumah, yaitu di dalam pembuatan jadwal dan pelaksanaanya. Subjek membuat jadwal belajarnya di rumah yaitu dengan belajar setiap malam. Dalam pelaksanaannya, subjek melakukannya secara mandiri. Lalu membaca dan membuat catatan matematika. Subjek membaca materi-materi yang ada di buku catatannya serta mengulang bahan pelajaran dengan cara membaca dan mengulang materinya secara terus-menerus. Dalam proses belajar pun subjek membutuhkan konsentrasi ketika mengikuti proses pembelajaran. Subjek selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru dari sekolah dan subjek akan merasa tidak tenang ketika ada tugas yang belum terselesaikan. Subjek adalah seorang anak yang memiliki orang tua tunggal namun subjek mempunyai ciri khas tersendiri dimana subjek selalu belajar setiap malam dengan rutin setelah melaksanakan sholat Isya dengan mandiri, subjek selalu berusaha berupaya untuk mengandalkan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan tugas nya walaupun terkadang subjek juga bertanya ketika mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. J DENGAN DAGNOSIS MEDIS AIDS DAN HEMOROID INTERNA GRADE II DI RUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. JUSUF SK TARAKAN

2022•

Di Indonesia jumlah kasus HIV positif yang dilaporkan dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Namun, pada tahun 2020 jumlah kasus HIV positif merupakan yang terendah sejak 4 tahun terakhir, yaitu dilaporkan sebanyak 41.987 kasus. Estimasi jumlah orang dengan HIV di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 543.100 orang dengan jumlah infeksi baru sebanyak 29.557 orang. Penderita HIV/AIDS memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga penderita mudah terpapar berbagai macam penyakit seperti penyakit tuberkulosis (TBC), herpes, kandidiasis, meningitis kriptokokal, infeksi parasit toksoplasmosis, kriptosporidiosis, sindrome wasting, komplikasi neurologis, penyakit ginjal, dan kanker sarkoma kaposi serta kanker kelenjar getah bening (limfoma). Jika komplikasi penyakit tersebut tidak segera ditangani maka kekebalan tubuh pada penderia bisa semakin menurun secara signifikan bahkan bisa menyebabkan kematian. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penatalaksanaan asuhan keperawatan pada Tn. J dengan Aids dan Hemoroid Interna Grade II di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi. Hasil pengkajian Tn. J terdapat enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan yaitu nyeri akut, defisit nutrisi, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, defisit perawatan diri : mandi, berpakaian, makan, toileting, dan berhias, serta defisit pengetahuan. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. J dimulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan, dan intervensi keperawatan. Evaluasi hasil yang didapatkan pada hari terakhir didapatkan dari enam diagnosis keperawatan ada dua diagnosis kepeawatan yang teratasi yaitu gangguan pola tidur dan defisit pengetahuan, serta empat diagnosis keperawatan yang tidak teratasi yaitu nyeri akut, defisit nutrisi, gangguan integritas jaringan, dan defsit perawatan diri : mandi, berpakaian, makan, toileting, dan berhias.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Diabetes Melitus tipe 2

2020•

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. B DENGAN DIAGNOSA MEDIK DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah, yang dikenal dengan istilah hiperglikemi, pada tahun 2013 menjadi 1,5% pada tahun 2018 dengan proporsi DM 6,3 %, Toleransi glukosa terganggu 29,9 % dan gula darah puasa terganggu 36,6 % dari jumlah penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun. Penulis menggunakan metode desain penelitian studi kasus dengan pendekatan pemecahan masalah menggunakan proses keperawatan dimulai dari tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. B dengan DM Tipe 2 di Ruang Perawatan Dahlia RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 25-27 Februari 2020. Hasil analisa didapatkan tujuh diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. B, ketidakseimbangan kadar glukosa darah, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, nyeri akut, gangguan pola tidur, kerusakan integritas jaringan, intoleransi aktifitas..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II POST DEBRIDEMENT ULKUS PEDIS DI RUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II POST DEBRIDEMENT ULKUS PEDIS DIRUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Diabetes melitus(DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara relatif dari kerja insulin. Gejala dalam penyakit DM yang biasa muncul adalah polidipsi, poliuri, polifagi, penurunan berat badan dan kesemutan.Indonesia merupakan Negara yang memiliki prevalensi tertinggi dalam kasus terjadinya penyakitDiabetes Melitus yaitu sebesar 8,3% dengan 387 juta kasus setiap tahunnya, laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita Diabetes Melitus dan berada diurutan ke-7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang.Berdasarkan hasil Riskesdas (2018), prevalensi Diabetes Melitusdi Indonesia pada tahun 2018 sebesar 2,0%, sedangkan prevalensi pada Kalimantan Utara (kaltara) sebesar 5,2%. penyakit DM dapat berdampak buruk menjadi ulkus kaki diabetik yang merupakan komplikasi metabolic dari diabetes melitus dengan hasil prevalensi di Indonesia mencapai 4-10%.Metode penulisan menggunakan metode studi kasus yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada satu kasus secara intensif, dimulai dari pengumpulan data, analisa data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi, dan mengevaluasi hasil yang telah dilakukan.Hasil dari penelitian tersebut adalah penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien kelolaan selama tiga hari dengan Diabetes Melitus Tipe II Post Debridement Ulkus Pedisyang mencakup mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Diagnosis pada pasien kelolaan ditemukan tiga yaitu: ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, dan Gangguan pola tidur. Kesimpulan, penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus tipe IIpost debridement ulkus pedissesuai dengan tugas perawat sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara kompherensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail