ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara belajar matematika siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tarakan yang memiliki orang tua tunggal. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa kelas IX yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan triangulasi kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh bahwa subjek tersebut memiliki cara belajar Matematika ketika di rumah, yaitu di dalam pembuatan jadwal dan pelaksanaanya. Subjek membuat jadwal belajarnya di rumah yaitu dengan belajar setiap malam. Dalam pelaksanaannya, subjek melakukannya secara mandiri. Lalu membaca dan membuat catatan matematika. Subjek membaca materi-materi yang ada di buku catatannya serta mengulang bahan pelajaran dengan cara membaca dan mengulang materinya secara terus-menerus. Dalam proses belajar pun subjek membutuhkan konsentrasi ketika mengikuti proses pembelajaran. Subjek selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru dari sekolah dan subjek akan merasa tidak tenang ketika ada tugas yang belum terselesaikan. Subjek adalah seorang anak yang memiliki orang tua tunggal namun subjek mempunyai ciri khas tersendiri dimana subjek selalu belajar setiap malam dengan rutin setelah melaksanakan sholat Isya dengan mandiri, subjek selalu berusaha berupaya untuk mengandalkan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan tugas nya walaupun terkadang subjek juga bertanya ketika mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II POST DEBRIDEMENT ULKUS PEDIS DIRUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Diabetes melitus(DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara relatif dari kerja insulin. Gejala dalam penyakit DM yang biasa muncul adalah polidipsi, poliuri, polifagi, penurunan berat badan dan kesemutan.Indonesia merupakan Negara yang memiliki prevalensi tertinggi dalam kasus terjadinya penyakitDiabetes Melitus yaitu sebesar 8,3% dengan 387 juta kasus setiap tahunnya, laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita Diabetes Melitus dan berada diurutan ke-7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang.Berdasarkan hasil Riskesdas (2018), prevalensi Diabetes Melitusdi Indonesia pada tahun 2018 sebesar 2,0%, sedangkan prevalensi pada Kalimantan Utara (kaltara) sebesar 5,2%. penyakit DM dapat berdampak buruk menjadi ulkus kaki diabetik yang merupakan komplikasi metabolic dari diabetes melitus dengan hasil prevalensi di Indonesia mencapai 4-10%.Metode penulisan menggunakan metode studi kasus yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada satu kasus secara intensif, dimulai dari pengumpulan data, analisa data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi, dan mengevaluasi hasil yang telah dilakukan.Hasil dari penelitian tersebut adalah penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien kelolaan selama tiga hari dengan Diabetes Melitus Tipe II Post Debridement Ulkus Pedisyang mencakup mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Diagnosis pada pasien kelolaan ditemukan tiga yaitu: ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, dan Gangguan pola tidur. Kesimpulan, penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus tipe IIpost debridement ulkus pedissesuai dengan tugas perawat sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara kompherensif.