Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Lumpur mangrove
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH JEROAN IKAN DARI PASAR TRADISIONAL DAN LUMPUR MANGROVE SEBAGAI PENGHASIL ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL (MFC)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah jeroan ikan dari pasar tradisional Kota Tarakan dan lumpur mangrove sebagai media penghasil energi listrik menggunakan sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Minihatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu perlakuan dengan penambahan lumpur mangrove dan perlakuan tanpa lumpur mangrove, masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan selama 60 hari pengamatan. Limbah jeroan ikan digunakan sebagai substrat organik, sedangkan lumpur mangrove berfungsi sebagai sumber mikroorganisme elektrogenik. Pengukuran tegangan dilakukan setiap hari menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik dengan kecenderungan peningkatan tegangan selama masa pengamatan. Tegangan rata-rata pada perlakuan dengan lumpur mangrove sebesar 0,7108 V, sedangkan perlakuan tanpa lumpur mangrove sebesar 0,7015 V. Tegangan maksimum yang diperoleh mencapai sekitar 0,78 V. Hasil uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua perlakuan tidak signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif penambahan lumpur mangrove menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan mempercepat fase adaptasi mikroorganisme dalam sistem MFC. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah jeroan ikan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH JEROAN IKAN DARI PASAR TRADISIONAL DAN LUMPUR MANGROVE SEBAGAI PENGHASIL ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL (MFC)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah jeroan ikan dari pasar tradisional Kota Tarakan dan lumpur mangrove sebagai media penghasil energi listrik menggunakan sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Minihatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu perlakuan dengan penambahan lumpur mangrove dan perlakuan tanpa lumpur mangrove, masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan selama 60 hari pengamatan. Limbah jeroan ikan digunakan sebagai substrat organik, sedangkan lumpur mangrove berfungsi sebagai sumber mikroorganisme elektrogenik. Pengukuran tegangan dilakukan setiap hari menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik dengan kecenderungan peningkatan tegangan selama masa pengamatan. Tegangan rata-rata pada perlakuan dengan lumpur mangrove sebesar 0,7108 V, sedangkan perlakuan tanpa lumpur mangrove sebesar 0,7015 V. Tegangan maksimum yang diperoleh mencapai sekitar 0,78 V. Hasil uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua perlakuan tidak signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif penambahan lumpur mangrove menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan mempercepat fase adaptasi mikroorganisme dalam sistem MFC. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah jeroan ikan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI DARI LUMPUR MANGROVE DI KOTA TARAKAN

2026•

Lumpur mangrove diketahui mengandung bahan organik tinggi yang menjadi habitat potensial bagi berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri yang berperan penting dalam proses biogeokimia dan bioremediasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat pada lumpur mangrove di tiga lokasi di Kota Tarakan, yaitu Amal, Perikanan, dan Mamburungan. Proses penelitian meliputi pengambilan sampel lumpur pada kedalaman 30 cm, pembuatan media, sterilisasi alat dan bahan, isolasi bakteri, serta pengujian biokimia yang mencakup uji pewarnaan gram, katalase, oksidase, dan MIO (Motility, Indole, Ornithine). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri dari ketiga lokasi memiliki karakter morfologi dan fisiologi yang bervariasi, terdiri dari bakteri gram positif dan gram negatif dengan bentuk kokus dan basil. Isolat dari lokasi Amal didominasi oleh bakteri gram positif berbentuk kokus, sedangkan dari lokasi Perikanan dan Mamburungan didominasi oleh basil gram positif maupun negatif. Berdasarkan hasil uji biokimia, beberapa isolat teridentifikasi sebagai Staphylococcus spp., Bacillus spp., dan Pseudomonas spp. Variasi hasil katalase dan oksidase menunjukkan adanya perbedaan aktivitasenzimatik antar lokasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lumpur mangrove di Kota mengandung berbagai jenis bakteri dengan bentuk dan sifat yang beragam, terdiri dari bakteri gram positif dan gram negatif. Beberapa bakteri yang berhasil diidentifikasi antara lain Staphylococcus spp., Bacillus spp., dan Pseudomonas spp. dengan potensi besar sebagai agen bioteknologi dan bioremediasi lingkungan. Penelitian lebih lanjut dengan metode molekuler seperti analisis gen 16S rRNA disarankan untuk mengonfirmasi hasil identifikasi fenotipik dan mengeksplorasi potensi fungsional isolat yang diperoleh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Kulit Udang Windu (Penaeus monodon) Sebagai Substrat Dalam Sistem Microbial Fuel Cell (MFC) Untuk Produksi Energi Listrik Dengan Penambahan Lumpur Mangrove

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan limbah kulit udang sebagai substrat dalam menghasilkan energi listrik menggunakan teknologi Microbial Fuel Cell (MFC) berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensial yang dihasilkan akibat adanya aktivitas dari bakteri yang terdapat pada substrat tersebut. Terdapat dua perlakuan untuk mengkonfirmasi adanya aktivitas bakteri. Perlakuan 2 yaitu hanya menggunakan limbah kulit udang windu sebagai substrat dan penambahan lumpur mangrove pada substrat. Tahap awal dari penelitian ini adalah proses hidrolisis limbah dengan menggunakan aquades (rasio 1:12 b/v) selama 24 jam, dilanjutkan dengan pemasangan elektroda karbon twill (anoda tenggelam, katoda di permukaan), serta pengukuran potensial listrik harian menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedua perlakuan sama-sama mampu menghasilkan energi listrik. Namun, perlakuan 2 dengan penambahan lumpur mangrove menunjukkan kinerja lebih baik, ditandai dengan tegangan rata-rata 0,75 V serta puncak tertinggi 0,8665 V. Sebaliknya, perlakuan 1(tanpa lumpur mangrove) hanya menghasilkan rata-rata 0,61 V dengan tingkat fluktuasi yang lebih besar. Selain itu, penambahan lumpur mangrove terbukti mempercepat respons sistem dan meningkatkan kestabilan daya listrik yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan lumpur mangrove berperan signifikan dalam meningkatkan keanekaragaman mikroba dan mempercepat proses degradasi substrat, sehingga menghasilkan efisiensi konversi energi yang lebih tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail