ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial merupakan kondisi ketika individu mengalami penurunan kemampuan berinteraksi dan menjalin hubungan sosial sehingga cenderung menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta proses pemulihan. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien perempuan dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien perempuan yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, afek tumpul, kesulitan memulai percakapan, serta tidak mengikuti aktivitas kelompok. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, membantu klien mengenali manfaat interaksi sosial, melatih kemampuan berkenalan dan bercakap-cakap, serta mendorong keterlibatan dalam aktivitas sosial secara bertahap. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, mampu berkomunikasi sederhana, dan lebih kooperatif saat diajak berbicara. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial secara bertahap. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perkembangan kemampuan sosial klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial masih menjadi salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien skizofrenia di rumah sakit jiwa maupun ruang perawatan psikiatri. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan klien dalam menjalin hubungan interpersonal, berkomunikasi, serta berpartisipasi dalam lingkungan sosial. Apabila tidak ditangani dengan baik, isolasi sosial dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kualitas hidup klien. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien laki-laki dengan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dalam studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kedua klien mengalami isolasi sosial dengan tanda seperti lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, menolak berinteraksi, dan tidak mengikuti terapi aktivitas kelompok. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, melatih berkenalan, bercakap-cakap, dan melakukan kegiatan sosial secara bertahap. Setelah dilakukan implementasi keperawatan, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi dan lebih kooperatif dalam kegiatan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan secara bertahap dan konsisten efektif dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL ABSTRAK Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi sosial, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan menjalin hubungan yang bermakna dengan orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Studi kasus menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua klien yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosis utama yang ditemukan pada kedua klien adalah isolasi sosial, disertai diagnosis pendukung berupa halusinasi dan harga diri rendah. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4 yang berfokus pada identifikasi penyebab isolasi sosial, latihan berkenalan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta latihan komunikasi sosial. Hasil evaluasi menunjukkan kedua klien mengalami kemajuan secara bertahap dalam kemampuan berinteraksi sosial, ditandai dengan meningkatnya kemauan berkenalan, bercakap-cakap, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial meskipun belum optimal. Keberhasilan asuhan keperawatan didukung oleh hubungan terapeutik yang baik antara perawat dan klien. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis melalui Strategi Pelaksanaan (SP) mampu membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan individu berinteraksi secara positif dengan orang lain, penarikan diri dari lingkungan sosial, afek datar, serta kurangnya partisipasi dalam kegiatan kelompok. Data RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan mencatat 67 kasus isolasi sosial pada tahun 2022 dan 10 kasus pada periode Januari–April 2024, menjadikan isolasi sosial sebagai salah satu prioritas penanganan keperawatan jiwa. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan secara sistematis pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus terhadap dua klien (Tn. S, 48 tahun dan Ny. Y, 39 tahun) dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan, dilaksanakan pada 27 April–3 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami isolasi sosial disertai masalah defisit perawatan diri. Klien 1 juga mengalami halusinasi pendengaran, sedangkan Klien 2 mengalami harga diri rendah. Intervensi dilaksanakan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1–4 yang mencakup latihan berkenalan secara bertahap, berbicara saat kegiatan harian, serta latihan sosialisasi. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, meskipun masih tampak gugup. Keberhasilan asuhan didukung oleh penerapan komunikasi terapeutik yang efektif dan kerja sama tim kesehatan. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan dengan pendekatan SP isolasi sosial secara bertahap efektif meningkatkan kemampuan sosial klien selama perawatan di rumah sakit jiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial merupakan upaya penting dalam membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, afek datar atau tumpul, kurang kontak mata, tidak memiliki teman dekat, serta tidak berminat mengikuti aktivitas kelompok. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan isolasi sosial secara bertahap selama empat hari melalui latihan berkenalan, bercakap-cakap, dan meningkatkan interaksi sosial. Setelah dilakukan implementasi keperawatan,pada klien 1 mulai mampu berinteraksi secara bertahap, mau bercakap-cakap dengan perawat maupun pasien lain, serta mulai mengikuti kegiatan kelompok walaupun masih tampak gugup, sedangkan pada klien 2 mulai menunjukkan minat untuk berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dengan lebih baik, namun klien masih membutuhkan dukungan dan bimbingan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pelaksanaan isolasi sosial dapat membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan gangguan jiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Isolasi sosial atau yang biasa disebut dengan menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seorang individu tidak dapat bersosialisasi dengan orang lain yang ada di sekitarnya. Gejala isolasi sosial dapat berupa adanya ketidakinginan seorang individu untuk berinteraksi dengan orang lain dan orang tersebut merasa rendah diri. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan isolasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi pada dua kasus secara intensif. Subjek studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua orang pasien dengan masalah keperawatan yang sama yaitu isolasi sosial. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan hasil pengkajian yang sama pada kedua klien yang diperoleh dari keluhan utama yaitu klien tidak ingin berinteraksi dengan orang lain, selain itu didapatkan perbandingan dari hasil asuhan keperawatan yang diberikan kepada kedua klien, yang dimana klien pertama mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan sedangkan pada klien kedua belum mengalami peningkatan yang signifikan. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis isolasi sosial ini menggunakan tiga tahapan yaitu tahap pengkajian, tahap perumusan diagnosis, tahap intervensi, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Diharapkan laporan tugas akhir ini dapat menambah pengetahuan, menambah wawasan dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis isolasi sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gangguan jiwa adalah kumpulan-kumpulan keadaan yang tidak normal baik secara fisik ataupun mental. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Penyusunan laporan tugas akhir ini mengunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.R, hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, dan resiko perilaku kekerasan. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.R yaitu diagnosa resiko perilaku kekerasan ada pada kasus tetapi tidak ada di teori. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.R yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga jarang menjenguk klien di rumah sakit. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan SP berikutnya oleh perawat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu. Isolasi sosial adalah suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam (Herman, 2015). Tujuan umum dari laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui isolasi sosial pada pasien dengan skizofrenia di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode : penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Metode ini menggunakan pengumpulan data dengan cara sebagai berikut : wawancara, observasi pasien, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Terdapat tiga diagnosa prioritas yaitu Isolasi Sosial : Menarik Diri, Halusinasi : Pendengaran dan Penglihatan, Defisit Perawatan Diri. Kesimpulan : terdapat kesenjangan pada diagnosa Ny.N yaitu diagnosa harga diri rendah karena klien tidak menunjukkan tanda resiko harga diri rendah. Pada pelaksanaan semua SP dapat dilaksanakan meskipun diawal pelaksanaan tidak berjalan dengan baik. Saran : meningkatkan komunikasi terapeutik dan bina hubungan saling percaya pada Ny. N .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Isolasi sosial adalah kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam. Seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan isolasi sosial jika individu tersebut: menarik diri, tidak komunikatif, menyendiri, asik dengan pikiran dan dirinya sendiri, tidak ada kontak mata, sedih, afek tumpul, perilaku bermusuhan, menyatakan perasaan sepi atau ditolak, kesulitan membina hubungan di lingkungannya, menghindari orang lain dan mengungkapkan perasaan tidak dimengerti orang lain. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “S”. Proses keperawatan dimulai dengan pengkajian, merumuskan diagnosa, membuat rencana keperawatan, melakukan implementasi dan evaluasi keperawatan. Pengkajian klien terdapat 3 diagnosa keperawatan yaitu menarik diri : isolasi sosial, gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran dan defisit perawatan diri. Intervensi dan implementasi klien sesuai dengan format strategi pelaksana dari masing-masing diagnosa. Evaluasi dari tiga diangosa masalah keperawatan teratasi. Hasil pengkajian terdapat kesenjangan dengan beberapa tanda dan gejala tidak ada pada teori yaitu: afek klien datar, adanya perasaan bosan, dan tidak mampu berkonsentrasi. Pada saat pelaksanaan ke-3 diagnosa intervensinya sudah teratasi. Proses asuhan keperawatan klien, klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan dengan bantuan minimal oleh perawat. Diharapkan perawat mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator tetap teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran kacau, persepsi, emosi, gerakan atau perilaku yang aneh. Skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai area fungsi individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan dan menunjukkan emosi serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran kacau, waham, halusinasi, dan perilaku aneh. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuahan keperawatan kepada klien Tn. A dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi khusus kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn. A. Adapun teknik pengumpulan data yang saya gunakan dalam menyusun laporan tugas akhir ini yaitu wawancara dan observasi langsung. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri. Kesimpulan pada diagnosa terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A yaitu adanya diagnosa yang terdapat pada kasus Tn. A tetapi tidak terdapat pada teori. Diagnosa keperawatan untuk pasien dengan masalah isolasi sosial: menarik diri adalah, gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial dan gangguan konsep diri : harga diri rendah. Sedangkan di kasus Tn. A diagnosa keperawatan prioritas yang muncul: isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, dan defisit perawatan diri. Pada saat pengkajian tidak ditemukan data tanda dan gejala diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada bagian implementasi tidak semua strategi pelaksanaan dilakukan dan pada bagian strategi pelaksanaan keluarga tidak dilakukan sama sekali. Diharapkan keluarga klien selalu mendampingi dan bekerja sama dalam proses penyembuhan klien. Kata kunci: Skizofrenia, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Asuhan Keperawatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. R. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “R”. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Isolasi sosial : menarik diri, risiko perilaku kekerasan, dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, menarik diri : Isolasi sosial dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa Isolasi sosial : menarik diri tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa Isolasi sosial : menarik diri. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi. Kata kunci: Skizofrenia, Gangguan Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. R DENGAN ISOLASI SOSIAL DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN ABSTRAK Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi fungsi otak yang menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, perilaku yang aneh dan individu yang menarik diri dari hubungan sosial. Sehingga menimbulkan delusi dan halusinasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran dan pengalaman nyata dalam pelaksanaan penerapan Asuhan Keperawatan pada Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik diri di Di ruang teratai Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf SK Tarakan. Dari hasil pengkajian ditemukan 3 masalah keperawatan yang ada pada Tn. R yaitu: Isolasi sosial: Menarik diri, gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran&penglihatan dan defisit perawatan diri: Berhias. Kesimpulannya di temukan adanya kesenjangan yang terdapat pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu diagnosa harga diri rendah. Sebaliknya terdapat pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa defisit perawatan diri: Berhias. Maka dari itu diharapakan keluarga klien dapat memberikan dukungan kepada klien agar membantu proses penyembuhan. Karena salah satu faktor pendukung dalam proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa adalah dukungan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.A DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN ABSTRAK Skizofrenia sering ditemukan pada lapisan masyarakat yang dapat dialami oleh setiap manusia. Skizofrenia adalah sindrom etiologi yang tidak dapat diketahui ditandai dengan distur gangguan kognitif, emosi, presepsi, pemikiran serta perilaku. Isolasi sosial atau menarik diri adalah keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Tujuan penulisan tugas akhir ini untuk mendapat gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.A dengan masalah utama yaitu: isolasi sosial: menarik diri di puskesmas Sebengkok Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi, gangguan memori jangka panjang, dan kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa. Terdapat 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus Tn.A yaitu diagnosa isolasi sosial: menarik diri ada pada teori tetapi tidak terdapat pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.A yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif. Masalah belum teratasi disebabkan karena keluarga tidak ikut serta dalam proses implementasi yang dilakukan pada klien dan adanya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Diharapkan adanya dukungan dari keluarga klien dalam implementasi agar proses penyembuhan kien dapat tercapai. Selain itu diharapkan perawat juga berperan aktif dalam melakukan pendekatan kepada klien dan keluarganya agar proses keperawatan dapat dilaksanakan dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Skizofrenia merupakan penyakit otak yang paling membingungkan dengan manifestasi kondisi psikotik yang berat dan persisten di sertai oleh variable disfungsi koknitif dan gangguan pisikososial yang mendalam. Isolasi sosial merupakan kondisi dimana pasien selalu merasa sendiri dengan merasa kehadiran orang lain sebagai ancaman. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalamn nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S, Metode penulisan deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn, “S”, Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: Isolasi sosial: menarik diri, Gangguan konsep diri: harga diri rendah, Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Gangguan memori jangka panjang dan Kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa. Kesimpulan penulis menemukan satu kesenjangan yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu pada pengkajian isolasi sosial klien dikatakan tidak mampu berinteraksi sama sekali kepada orang lain teori tersebut idak sejalan dengan kasus Tn. S, klien mampu berkomunikasi dengan baik kepada orang terdekat klien yaitu saudara kandung klien.dan pada saat pelaksanaan semua masalah dapat teratasi, proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan klien mampu melakukan dengan benar secara mandiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN ABSTRAK Hendra: Asuhan Keperawatan Pada Tn.T Dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri Di Puskesmas Sebengkok Tarakan Gangguan jiwa adalah kumpulan-kumpulan keadaan yang tidak normal baik secara fisik ataupun mental. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.T dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Penyusunan laporan tugas akhir ini mengunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.T penulis menegakkan 3 (tiga) diagnosa keperawatan yaitu, isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensorik: halusinasi penglihatan, defisit perawatan diri: mandi. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.T yaitu diagnosa harga diri rendah ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.T yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif dan jarang berada dirumah. Masalah belum teratasi disebabkan klien yang kurang kooperatif. Perlu adanya kerja sama yang baik antara perawat dan keluarga klien untuk turut melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Isolasi sosial menarik diri adalah keadaan di mana seseorang mengalami atau tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya dan seseorang merasa ditolak, tidak diterima, kesepian dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan pengalaman secara nyata dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien Tn. T dengan masalah utama gangguan isolasi sosial menarik diri di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penyusunan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu dengan memberikan gambaran keadaan yang berlangsung dan aktual pada kasus tertentu, dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Masalah keperawatan yang muncul ada 7 yaitu isolasi sosial, gangguan konsep diri hdr, gangguan persepsi sensori halusinasi, koping individu inefektif, kurang pengetahuan, regimen terapeutik inefektif, dan ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan diagnosa prioritas yang diangkat ada 3 yaitu isolasi sosial menarik diri, gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan harga diri rendah. Hasil didapatkan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus yaitu pada pengkajian gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran tidak ditemukan tanda-tanda klien mendengar suara-suara yang mengancam. Pada pelaksanaan tidak dapat dilakukan intervensi untuk intervensi keluarga pada diagnosa harga diri rendah. Diharapkan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan bahasa yang mudah dimengerti serta memberikan kesempatan klien untuk menceritakan keadaannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa yang ditandai adanya penyimpangan dasar dan adanya perbedaan dari pikiran, disertai dengan adanya ekspresi emosi yang tidak wajar. Isolasi sosial suatu keadaan kesepian yang dirasakan seseorang karena orang lain menyatakan negatif dan mengancam. Sedangkan menarik diri adalah usaha menghindari interaksi dengan orang lain. Tujuan umum dari laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.R masalah utama isolasi sosial: menarik diri di Pukesmas Sebengkok Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: terdapat satu kesenjangan pada Tn.R yaitu yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: Risiko perilaku kekerasan dan diagnosa yang tidak ada diteori tapi ada pada kasus dengan diagnosa: isolasi sosial: menarik diri, harga diri rendah, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: mandi dan berdandan. Saran: meningkatkan komunikasi yang terapeutik dengan petugas medis, keluarga maupun Tn.R