ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Halusinasi menjadi salah satu gejala yang sering ditemukan pada klien dengan skizofrenia, ditandai dengan munculnya persepsi tanpa adanya stimulus nyata. Tujuan studi kasus ini adalah memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama lima kali pertemuan melalui intervensi berupa mengenali karakteristik halusinasi, teknik menghardik, mengabaikan halusinasi, meningkatkan kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal.Hasil studi menunjukkan adanya perbedaan masalah keperawatan pada kedua klien. Klien 1 mengalami isolasi sosial dan defisit perawatan diri, sedangkan klien 2 mengalami risiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri. Peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi terlihat pada kedua klien setelah diberikan intervensi keperawatan. Respons terhadap interaksi sosial juga menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis dan berkelanjutan membantu meningkatkan kemampuan klien dalam mengendalikan halusinasi serta mendukung proses pemulihan dan peningkatan fungsi adaptif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL ABSTRAK Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi sosial, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan menjalin hubungan yang bermakna dengan orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Studi kasus menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua klien yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosis utama yang ditemukan pada kedua klien adalah isolasi sosial, disertai diagnosis pendukung berupa halusinasi dan harga diri rendah. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4 yang berfokus pada identifikasi penyebab isolasi sosial, latihan berkenalan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta latihan komunikasi sosial. Hasil evaluasi menunjukkan kedua klien mengalami kemajuan secara bertahap dalam kemampuan berinteraksi sosial, ditandai dengan meningkatnya kemauan berkenalan, bercakap-cakap, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial meskipun belum optimal. Keberhasilan asuhan keperawatan didukung oleh hubungan terapeutik yang baik antara perawat dan klien. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis melalui Strategi Pelaksanaan (SP) mampu membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan individu berinteraksi secara positif dengan orang lain, penarikan diri dari lingkungan sosial, afek datar, serta kurangnya partisipasi dalam kegiatan kelompok. Data RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan mencatat 67 kasus isolasi sosial pada tahun 2022 dan 10 kasus pada periode Januari–April 2024, menjadikan isolasi sosial sebagai salah satu prioritas penanganan keperawatan jiwa. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan secara sistematis pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus terhadap dua klien (Tn. S, 48 tahun dan Ny. Y, 39 tahun) dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan, dilaksanakan pada 27 April–3 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami isolasi sosial disertai masalah defisit perawatan diri. Klien 1 juga mengalami halusinasi pendengaran, sedangkan Klien 2 mengalami harga diri rendah. Intervensi dilaksanakan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1–4 yang mencakup latihan berkenalan secara bertahap, berbicara saat kegiatan harian, serta latihan sosialisasi. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, meskipun masih tampak gugup. Keberhasilan asuhan didukung oleh penerapan komunikasi terapeutik yang efektif dan kerja sama tim kesehatan. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan dengan pendekatan SP isolasi sosial secara bertahap efektif meningkatkan kemampuan sosial klien selama perawatan di rumah sakit jiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami pasien skizofrenia dan dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam membedakan kenyataan dengan persepsi yang tidak nyata. Kondisi ini berisiko menimbulkan perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang tepat untuk membantu pasien mengendalikan halusinasi. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran menggunakan pendekatan keperawatan komperhensif. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada 2 pasien skizofrenia dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil Kedua pasien mengalami halusinasi pendengaran berupa suara bisikan yang muncul terutama saat menyendiri serta disertai halusinasi penglihatan. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi identifikasi karakteristik halusinasi, latihan menghardik halusinasi, edukasi kepatuhan minum obat, latihan bercakap-cakap dengan orang lain, dan penyusunan aktivitas terjadwal. Setelah diberikan asuhan keperawatan selama enam hari, kedua pasien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali tanda munculnya halusinasi, mampu menggunakan teknik mengontrol halusinasi secara mandiri, frekuensi halusinasi berkurang, serta kepatuhan minum obat dan keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari meningkat. Kesimpulan Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui strategi pelaksanaan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran mampu meningkatkan kemampuan pasien dalam mengenali dan mengontrol halusinasi. Keberhasilan intervensi didukung oleh kepatuhan minum obat, keterlibatan pasien selama proses keperawatan, serta dukungan keluarga dalam mempertahankan keberlanjutan terapi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Halusinasi pendengaran merupakan gejala utama pada pasien skizofrenia yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Pendekatan non-farmakologi seperti terapi dzikir relavan diterapkan di Indonesia yang kaya nilai spiritual, khususnya dalam konteks keperawatan holistik yang memadukan aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi dzikir dalam menurunkan tanda dan gejala pada pasien halusinasi pendengaran. Metode: Menggunakan metode studi kasus yang dilakukan pada dua responden selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20 menit, meliputi pengulangan kalimat istighfar, tasbih, tahmid dan takbir. Tingkat halusinasi yang diukur menggunakan skala AHRS (Auditory Hallucination Rating Scale) sebelum dan sesudah penerapan terapi dzikir. Hasil: Terjadi penurunan skor AHRS yang signifikan pada kedua responden: Tn.H dari 28 (kategori berat) turun menjadi 19 (kategori sedang) dan Tn.M dari 26 (kategori berat) turun menjadi 19 (kategori sedang). Kesimpulan: Terapi dzikir terbukti efektif dalam mengurangi gejala halusinasi pendengaran, meningkatkan ketenangan dan membantu pasien mengontrol persepsi sensori. Studi ini merekomendasikan terapi dzikir sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik berbasis spiritual, terutama di masyarakat dengan nilai religius yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Halusinsasi merupakan permasalahan yang sering muncul pada penderita skizofrenia. Halusinasi adalah distorsi persepsi palsu yang terjadi pada respons neurobiologis maladaptif. Faktor predisposisi dan presipitasi menjadi penyebab terjadinya halusinasi, sehingga pasien akan merasakan stimulus yang tidak nyata. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan masalah utama halusinasi pendengaran menggunakan pendekatan keperawatan komperhensif. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus. Penulis melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada pasien 1 dan pasien 2, dengan tiga diagnosis keperawatan yang sama yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Adapun diagnosis keperawatan yang berbeda pada pasien 1 dengan harga diri rendah dan pasien 2 dengan defisit perawatan diri. Keempat diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan keempat diagnosis tersebut teratasi pada pasien 1 sedangkan pada pasien 2 belum teratasi dan intervensi masih dilanjutkan. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Ketiga diagnosis tersebut semuanya muncul pada pasien. Intervensi yang dilakukan telah disesuaikan dengan kondisi klien, sarana, dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada pasien dengan halusinasi pendengaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai area fungsi individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan, dan mengekspresikan emosi, serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran yang tidak teratur, delusi, halusinasi, dan perilaku aneh. Halusinasi merupakan hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Pasien dengan halusinasi mendapatkan respon tentang lingkungannya tanpa ada objek rangsangan yang nyata. Sebagai contoh pasien mengatakan mendengar suara padahal kenyataannya tidak ada orang yang berbicara. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. S.M dan Ny. S dengan diagnosa medis halusinasi. Hasil yang didapatkan tiga diagnosa pada klien Ny. S.M dan tiga diagnosa pada klien Ny. S. Diagnosis pada klien Ny. S.M adalah halusinasi pendengaran, isolasi sosial, dan defisit perawatan diri. . Diagnosis pada klien Ny. S adalah halusinasi penglihatan, isolasi sosial, dan defisit perawatan diri. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari klien Ny. S.M dan Ny. S yang terdapat perbedaan yaitu pada diagnosa utama
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Skizofrenia adalah penyakit mental serius yang ditandai oleh pikiran yang tidak koheren, perilaku aneh, ucapan aneh, dan halusinasi. Tujuan studi kasus pada penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan Asuhan Keperawatan kepada dua pasien dengan masalah utama yang sama yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan dan penglihatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus yaitu menggambarkan dan membandingkan 2 pasien dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan penyebab klien 1 tidak diangkat diagnosis risiko perilaku kekerasan dikarenakan klien tidak mengalami tanda dan gejala RPK pada saat di rawat di Ruangan Teratai sedangkan pada pasien 2 klien mengalami tanda dan gejala dari RPK di kerenakan isi halusinasi klien yang menyuruhnya membawa parang dan ingin kabur dari ruangan tempat klien di rawat. Dengan memberikan asuhan keperawatan maka dapat dilakukan berbagai tahapan dari beberapa proses asuhan keperawatan. Pada tahap pengkajian dapatkan perbedaan antara pasien 1 dan 2 yaitu pada isi halusinasi, frekuensi, waktu, situasi dan respon pasien pada saat halusinasinya terjadi. Maka dari itu diharapkan institusi dapat menambah refrensi mengenai strategi pelaksanaan yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa sehingga intervensi mengenai strategi pelaksanaan oleh klien dapat tercapai dengan baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Skizofrenia adalah serangkaian reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai bidang kinerja individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan, dan menunjukkan emosi serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran kacau, waham, halusinasi, dan perilaku aneh. Perubahan respons persepsi merupakan gejala awal skizofrenia. Sekitar 70% orang dengan skizofrenia mengalami halusinasi. Halusinasi adalah persepsi sensorik tanpa adanya rangsangan eksternal. Penulisan studi kasus ini bertujuan sebagai gambaran asuhan keperawatan yang telah dilakukan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak ada pada teori tapi ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada pasien 1 dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial, resiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri sementara itu, pada pasien 2 dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial, resiko perilaku kekerasan, defisit perawatan diri dilakukan dengan strategi pelaksanaan intervensi masing-masing diagnosis. Diharapkan adanya kerjasama antara perawat dan keluarga pasien selalu mendampingi dalam proses penyembuhan pasien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI KELUARGA TENTANG KEKAMBUHAN BERULANG PADA PASIEN DENGAN SKIZOFRENIA DI KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang dukungan sosial yang diperlukan penderita skizofrenia agar tenaga medis dirumah sakit dapat memberikan informasi tentang pentingnya dukungan keluarga untuk membantu pemulihan pasien dengan skizofrenia di Tarakan Kalimanatan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis yang dilakukan pada bulan April 2023 di Kota tarakan. Partisipan yang ikut serta dalam penelitian ini terdiri dari 8 keluarga yang sudah melalui proses rekrutimen yang sesuai . Proses pengolahan data dilakukan dengan : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan evaluasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode menurut Collaizi. Hasil penelitian yang ditemukan peneliti yaitu persepsi keluarga tentang kekambuhan berulang di wilayah kota Tarakan Kalimantan Utara ditemukan 4 tema dan 12 sub tema. Penelitian ini menghasilkan beberapa tema, dimana tema yang paling mendukung hasil penelitian ini adalah pengetahuan keluarga tentang tanda dan gejala terjadinya skizofrenia yang digambarkan pada gejala positif. Tanda dan gejala skizofrenia terdiri dari gejala positif yatu, kekacauan alam pikir dan gaduh gelisah bicara kacau, ucapan tidak jelas, bicara tidak nyambung, tidak bisa diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat. Sedangkan gejala negatif sering menyendiri dan kontak mata kurang tidak mau bergaul, mengurung diri, memisahkan diri, tidak mau melihat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu. Isolasi sosial adalah suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam (Herman, 2015). Tujuan umum dari laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui isolasi sosial pada pasien dengan skizofrenia di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode : penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Metode ini menggunakan pengumpulan data dengan cara sebagai berikut : wawancara, observasi pasien, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Terdapat tiga diagnosa prioritas yaitu Isolasi Sosial : Menarik Diri, Halusinasi : Pendengaran dan Penglihatan, Defisit Perawatan Diri. Kesimpulan : terdapat kesenjangan pada diagnosa Ny.N yaitu diagnosa harga diri rendah karena klien tidak menunjukkan tanda resiko harga diri rendah. Pada pelaksanaan semua SP dapat dilaksanakan meskipun diawal pelaksanaan tidak berjalan dengan baik. Saran : meningkatkan komunikasi terapeutik dan bina hubungan saling percaya pada Ny. N .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Isolasi sosial adalah kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam. Seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan isolasi sosial jika individu tersebut: menarik diri, tidak komunikatif, menyendiri, asik dengan pikiran dan dirinya sendiri, tidak ada kontak mata, sedih, afek tumpul, perilaku bermusuhan, menyatakan perasaan sepi atau ditolak, kesulitan membina hubungan di lingkungannya, menghindari orang lain dan mengungkapkan perasaan tidak dimengerti orang lain. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “S”. Proses keperawatan dimulai dengan pengkajian, merumuskan diagnosa, membuat rencana keperawatan, melakukan implementasi dan evaluasi keperawatan. Pengkajian klien terdapat 3 diagnosa keperawatan yaitu menarik diri : isolasi sosial, gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran dan defisit perawatan diri. Intervensi dan implementasi klien sesuai dengan format strategi pelaksana dari masing-masing diagnosa. Evaluasi dari tiga diangosa masalah keperawatan teratasi. Hasil pengkajian terdapat kesenjangan dengan beberapa tanda dan gejala tidak ada pada teori yaitu: afek klien datar, adanya perasaan bosan, dan tidak mampu berkonsentrasi. Pada saat pelaksanaan ke-3 diagnosa intervensinya sudah teratasi. Proses asuhan keperawatan klien, klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan dengan bantuan minimal oleh perawat. Diharapkan perawat mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator tetap teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, dan perabaan dan penciuman. Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara – suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan: deskriptif dalm bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. M. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah, Risiko Perilaku Kekerasan, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian dan Defisit Pengetahuan (Jiwa dan Obat) serta 4 diagnosa keperawatan jiwa yaitu: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah, Risiko Perilaku Kekerasan, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan oleh perawat di ruang teratai . Diharapkan perawat yang ada di ruang teratai mampu membimbing klien melanjutkkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn I . Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “I”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensors: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah, risiko perilaku kekerasan, dan koping individu tidak efektif dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi. Kata kunci: Skizofrenia: Halusinasi: Persepsi Sensori
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran kacau, persepsi, emosi, gerakan atau perilaku yang aneh. Skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai area fungsi individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan dan menunjukkan emosi serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran kacau, waham, halusinasi, dan perilaku aneh. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuahan keperawatan kepada klien Tn. A dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi khusus kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn. A. Adapun teknik pengumpulan data yang saya gunakan dalam menyusun laporan tugas akhir ini yaitu wawancara dan observasi langsung. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri. Kesimpulan pada diagnosa terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A yaitu adanya diagnosa yang terdapat pada kasus Tn. A tetapi tidak terdapat pada teori. Diagnosa keperawatan untuk pasien dengan masalah isolasi sosial: menarik diri adalah, gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial dan gangguan konsep diri : harga diri rendah. Sedangkan di kasus Tn. A diagnosa keperawatan prioritas yang muncul: isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, dan defisit perawatan diri. Pada saat pengkajian tidak ditemukan data tanda dan gejala diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada bagian implementasi tidak semua strategi pelaksanaan dilakukan dan pada bagian strategi pelaksanaan keluarga tidak dilakukan sama sekali. Diharapkan keluarga klien selalu mendampingi dan bekerja sama dalam proses penyembuhan klien. Kata kunci: Skizofrenia, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Asuhan Keperawatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, dan penciuman. Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. M. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn. M. Hasil pengkajian terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, dan defisit perawatan diri: berhias. Kesimpulan: pada masalah keperawatan yang klien alami, semua memiliki keterkaitan dimulai saat klien mengalami isolasi sosial sehingga muncul gangguan persepsi sensori: halusinasi dan menyebabkan kurangnya perhatian klien dalam melakukan perawatan diri yaitu defisit perawatan diri: berhias. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosis yang intervensinya belum teratasi yaitu isolasi sosial. Proses asuhan keperawatan pada klien membutuhkan stimulus agar bisa mendapatkan informasi dari klien langsung, dalam melakukan tindakan keperawatan klien melakukan dengan benar dan intervensi dipertahankan. Diharapkan keluarga dan perawat di rumah sakit mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. R. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “R”. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Isolasi sosial : menarik diri, risiko perilaku kekerasan, dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, menarik diri : Isolasi sosial dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa Isolasi sosial : menarik diri tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa Isolasi sosial : menarik diri. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi. Kata kunci: Skizofrenia, Gangguan Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. R DENGAN ISOLASI SOSIAL DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN ABSTRAK Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi fungsi otak yang menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, perilaku yang aneh dan individu yang menarik diri dari hubungan sosial. Sehingga menimbulkan delusi dan halusinasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran dan pengalaman nyata dalam pelaksanaan penerapan Asuhan Keperawatan pada Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik diri di Di ruang teratai Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf SK Tarakan. Dari hasil pengkajian ditemukan 3 masalah keperawatan yang ada pada Tn. R yaitu: Isolasi sosial: Menarik diri, gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran&penglihatan dan defisit perawatan diri: Berhias. Kesimpulannya di temukan adanya kesenjangan yang terdapat pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu diagnosa harga diri rendah. Sebaliknya terdapat pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa defisit perawatan diri: Berhias. Maka dari itu diharapakan keluarga klien dapat memberikan dukungan kepada klien agar membantu proses penyembuhan. Karena salah satu faktor pendukung dalam proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa adalah dukungan keluarga.