ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Skizofrenia adalah serangkaian reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai bidang kinerja individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan, dan menunjukkan emosi serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran kacau, waham, halusinasi, dan perilaku aneh. Perubahan respons persepsi merupakan gejala awal skizofrenia. Sekitar 70% orang dengan skizofrenia mengalami halusinasi. Halusinasi adalah persepsi sensorik tanpa adanya rangsangan eksternal. Penulisan studi kasus ini bertujuan sebagai gambaran asuhan keperawatan yang telah dilakukan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak ada pada teori tapi ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada pasien 1 dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial, resiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri sementara itu, pada pasien 2 dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial, resiko perilaku kekerasan, defisit perawatan diri dilakukan dengan strategi pelaksanaan intervensi masing-masing diagnosis. Diharapkan adanya kerjasama antara perawat dan keluarga pasien selalu mendampingi dalam proses penyembuhan pasien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, dan perabaan dan penciuman. Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara – suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan: deskriptif dalm bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. M. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah, Risiko Perilaku Kekerasan, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian dan Defisit Pengetahuan (Jiwa dan Obat) serta 4 diagnosa keperawatan jiwa yaitu: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah, Risiko Perilaku Kekerasan, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan oleh perawat di ruang teratai . Diharapkan perawat yang ada di ruang teratai mampu membimbing klien melanjutkkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, dan penciuman. Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. M. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn. M. Hasil pengkajian terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, dan defisit perawatan diri: berhias. Kesimpulan: pada masalah keperawatan yang klien alami, semua memiliki keterkaitan dimulai saat klien mengalami isolasi sosial sehingga muncul gangguan persepsi sensori: halusinasi dan menyebabkan kurangnya perhatian klien dalam melakukan perawatan diri yaitu defisit perawatan diri: berhias. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosis yang intervensinya belum teratasi yaitu isolasi sosial. Proses asuhan keperawatan pada klien membutuhkan stimulus agar bisa mendapatkan informasi dari klien langsung, dalam melakukan tindakan keperawatan klien melakukan dengan benar dan intervensi dipertahankan. Diharapkan keluarga dan perawat di rumah sakit mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Riati: Asuhan Keperawatan Pada Ny. M Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang panca indra). Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori terhadap suatu objek atau gambaran dan pikiran yang sering terjadi tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan. Berdasarkan rekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan dari bulan Januari sampai Mei 2018 tercatat jumlah pasien halusinasi sebanyak 61 orang dengan presentase (40,9%). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. M. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. M. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: penulis menemukan kesenjangan yang terdapat pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak terdapat pada teori tetapi ada pada kasus, serta pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya teratasi sebagian yang disebabkan klien yang kurang kooperatif yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Perlu adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa, perawat dan keluarga klien untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi. Kata kunci: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan, Asuhan Keperawatan Mengetahui, Donny Tri Wahyudi, S.Kep.Ns., M.Kes NIDN. 0001018903
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “M”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan salah satu intervensi yaitu dorong keterlibatan dalam aktivitas kelompok maupun terapi, klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok namun klien tampak apatis sehingga diperlukan komunikasi terapeutik antara perawat dan klien untuk meningkatkan kemampuan interaksi klien dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “M”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan salah satu intervensi yaitu dorong keterlibatan dalam aktivitas kelompok maupun terapi, klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok namun klien tampak apatis sehingga diperlukan komunikasi terapeutik antara perawat dan klien untuk meningkatkan kemampuan interaksi klien dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.