Abstrak
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, dan perabaan dan penciuman. Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara – suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan: deskriptif dalm bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. M. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah, Risiko Perilaku Kekerasan, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian dan Defisit Pengetahuan (Jiwa dan Obat) serta 4 diagnosa keperawatan jiwa yaitu: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah, Risiko Perilaku Kekerasan, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan oleh perawat di ruang teratai . Diharapkan perawat yang ada di ruang teratai mampu membimbing klien melanjutkkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.