Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. N DENGAN MASALAH ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN
Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu. Isolasi sosial adalah suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam (Herman, 2015). Tujuan umum dari laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui isolasi sosial pada pasien dengan skizofrenia di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode : penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Metode ini menggunakan pengumpulan data dengan cara sebagai berikut : wawancara, observasi pasien, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Terdapat tiga diagnosa prioritas yaitu Isolasi Sosial : Menarik Diri, Halusinasi : Pendengaran dan Penglihatan, Defisit Perawatan Diri. Kesimpulan : terdapat kesenjangan pada diagnosa Ny.N yaitu diagnosa harga diri rendah karena klien tidak menunjukkan tanda resiko harga diri rendah. Pada pelaksanaan semua SP dapat dilaksanakan meskipun diawal pelaksanaan tidak berjalan dengan baik. Saran : meningkatkan komunikasi terapeutik dan bina hubungan saling percaya pada Ny. N .
Asuhan Keperawatan Pada Tn. A dengan Masalah Utama Gangguan Presepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan di RSUD dr. H. Jusuf. SK
Halusinasi termasuk dalam skizofrenia hebefrenik dengan gejala utama gangguan proses pikir, gangguan kemauan dan depresionalisasi. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. A dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Metode penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn.A. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Halusinasi penglihatan, Harga diri rendah, defisit perawatan diri dan koping individu tidak efektif. Terdapat 4 masalah yang diangkat menjadi 3 diagnosa perioritas yaitu: Gangguan Presepsi Sensori: Halusinasi penglihatan, Gangguan Konsep Diri: Harga diri rendah dan Defisit perawatan diri. Kesimpulan pada diagnosa terdapat kesenjangan antara teori dan kasus Tn.A yaitu: diagnosa isolasi sosial: menarik diri dan risiko perilaku kekerasan. Pada bagian implementasi tidak semua strategi pelaksanaan dilakukan terutama pada strategi pelaksanaan keluarga. Diharapkan keluarga klien dapat terlibat dalam proses keperawatan klien.