2026 · Book ·
Campak masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak karena memiliki tingkat penularan yang tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa pneumonia, diare, ensefalitis, otitis media (infeksi telinga), dehidrasi, malnutrisi, hingga kematian pada kasus berat. Anak-anak lebih rentan mengalami campak karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini tertarik dilakukan penulis untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada anak dengan campak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan campak. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan klien 2 dengan campak. Hasil pengkajian diperoleh keluhan utama yang berbeda pada kedua klien, yaitu klien 1 mengalami batuk berdahak disertai ruam dan gatal pada kulit, sedangkan klien 2 mengalami batuk berdahak, demam, dan penurunan nafsu makan. Hasil analisa data diperoleh masalah keperawatan pada klien 1 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit, dan gangguan rasa nyaman, sedangkan pada klien 2 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan risiko defisit nutrisi. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kedua klien memiliki masalah keperawatan yang berbeda sehingga penyusunan dan pelaksanaan intervensi pada kedua klien juga berbeda. Hasil studi kasus diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan yang lebih baik kedepannya untuk mempercepat pemulihan pasien serta mencegah komplikasi campak, seperti pneumonia, diare, ensefalitis, dehidrasi, otitis media, dan gangguan integritas kulit.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Campak masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak karena memiliki tingkat penularan yang tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa pneumonia, diare, ensefalitis, otitis media (infeksi telinga), dehidrasi, malnutrisi, hingga kematian pada kasus berat. Anak-anak lebih rentan mengalami campak karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini tertarik dilakukan penulis untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada anak dengan campak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan campak. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan klien 2 dengan campak. Hasil pengkajian diperoleh keluhan utama yang berbeda pada kedua klien, yaitu klien 1 mengalami batuk berdahak disertai ruam dan gatal pada kulit, sedangkan klien 2 mengalami batuk berdahak, demam, dan penurunan nafsu makan. Hasil analisa data diperoleh masalah keperawatan pada klien 1 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit, dan gangguan rasa nyaman, sedangkan pada klien 2 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan risiko defisit nutrisi. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kedua klien memiliki masalah keperawatan yang berbeda sehingga penyusunan dan pelaksanaan intervensi pada kedua klien juga berbeda. Hasil studi kasus diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan yang lebih baik kedepannya untuk mempercepat pemulihan pasien serta mencegah komplikasi campak, seperti pneumonia, diare, ensefalitis, dehidrasi, otitis media, dan gangguan integritas kulit.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut untuk menjamin konektivitas antar wilayah. Kalimantan Utara sebagai provinsi baru menghadapi tantangan geografis yang membuat moda laut seperti kapal ferry menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengguna dan faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan kapal ferry pada rute Tarakan – Kabupaten Tana Tidung (KTT). Dua moda utama yang tersedia adalah speedboat dan kapal ferry, dengan preferensi pengguna yang berbeda tergantung pada beberapa variabel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei, yaitu penyebaran kuesioner kepada penumpang yang pernah menggunakan kedua moda transportasi. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk melihat hubungan antara variabel bebas (biaya perjalanan, waktu tunggu, dan waktu tempuh) terhadap variabel terikat (keputusan pemilihan moda). Selain itu, digunakan model logit biner selisih untuk menganalisis probabilitas pemilihan moda berdasarkan perbedaan atribut antar moda. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya perjalanan adalah faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan pengguna dalam memilih kapal ferry, disusul oleh waktu tunggu dan waktu tempuh. Mayoritas pengguna kapal ferry berasal dari kalangan dengan pendapatan menengah ke bawah yang memprioritaskan efisiensi biaya dibandingkan kecepatan perjalanan. Temuan ini penting untuk pengembangan kebijakan transportasi laut dan peningkatan pelayanan pelabuhan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2024 · Book ·
Pada saat ini permintaan makanan seafood yang cukup meningkat yang mengakibatkan limbah cangkang kerang kurang termanfaatkan, sehingga pada penelitian ini disintetis CaO dari cangkang kerang kapah melalui proses kalsinasi pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik biodiesel dari minyak jelantah dengan katalis CaO dari limbah cangkang kerang kapah yang terkalsinasi. Adapun metode yang digunakan pertama-tama preparasi katalis. Katalis diperoleh dari proses kalsinasi cangkang kerang kapah pada suhu 900oC selama 3 jam. Langkah berikutnya sintetis biodiesel dari proses melalui proses refluks. Prekusor yang digunakan adalah minyak jelantah, metanol dan cangkang kerang kapah sebagai katalis. Hasil biodiesel yang didapatkan dianalisis dengan parameter uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,25-56,13% ,nilai densitas 881,5-868,5 kg/m3, bilangan asam 0,15-0,37 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-154 mg KOH/g. berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 04-7182-2006). Kata kunci: Bilangan asam, CaO, Penyabunan, Metil Ester
2024 · Thesis ·
Pada saat ini permintaan makanan seafood yang cukup meningkat yang mengakibatkan limbah cangkang kerang kurang termanfaatkan, sehingga pada penelitian ini disintetis CaO dari cangkang kerang kapah melalui proses kalsinasi pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik biodiesel dari minyak jelantah dengan katalis CaO dari limbah cangkang kerang kapah yang terkalsinasi. Adapun metode yang digunakan pertama-tama preparasi katalis. Katalis diperoleh dari proses kalsinasi cangkang kerang kapah pada suhu 900oC selama 3 jam. Langkah berikutnya sintetis biodiesel dari proses melalui proses refluks. Prekusor yang digunakan adalah minyak jelantah, metanol dan cangkang kerang kapah sebagai katalis. Hasil biodiesel yang didapatkan dianalisis dengan parameter uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,25-56,13% ,nilai densitas 881,5-868,5 kg/m3, bilangan asam 0,15-0,37 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-154 mg KOH/g. berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 04-7182-2006). Kata kunci: Bilangan asam, CaO, Penyabunan, Metil Ester
2024 · Book ·
Keberadaan sungai Malinau di kalangan masyarakat memberikan manfaat dengan banyaknya aktivitas manusia yang dilakukan di sungai maupun di daerah sekitar sungai. Diantara aktivitas masyarakat seperti pembuangan limbah rumah tangga dan penangkapan yg berlebih dapat berpengaruh terhadap, populasi keanekaragaman ikan. Ikan merupakan salah satu bentuk keanekaragaman hayati yang menyusun ekosistem sungai. Habitat yang paling banyak ditempati oleh ikan air tawar yakni seperti sungai, danau, ataupun rawa-rawa. Kesuburan untuk kualitas perairan dapat di ukur dengan keanekaragaman ikan yang mendiaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan yang tertangkap di sungai Malinau. Penelitian ini dilakukan di daerah aliran sungai malinau, Desa Kuala Lapang. Sampel ikan untuk proses identifikasi dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan alat tangkap pancing, jala dan pukat/jaring insang. Ikan diidentifikasi secara morfologi dengan melihat bentuk tubuh, kepala, mulut, sirip dan ekor serta corak warnanya. Tingkat keanekaragaman ikan di sungai Malinau tergolong rendah. Ikan yang ditemukan hanya terdiri dari 8 jenis yakni ikan Tawes (Barbonymus gonionotus), Ikan Baung (Hemibagrus nemurus), Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata), Ikan Lais (Cryptopterus bicirrhis), Ikan Todok / Hampala (Hampala macrolepidota), Ikan Sili (Macrognathus aculeatus), Ikan lalang (Parachela oxygastroides), dan Ikan Pelian/mahseer (Neolissochilus). Diantara 8 jenis ini yang sering ditemukan ialah ikan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dan Baung (Hemibagrus nemurus). Ikan yang ditemukan bervariasi ukurannya dari 13 cm sampai 46 cm.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan sungai Malinau di kalangan masyarakat memberikan manfaat dengan banyaknya aktivitas manusia yang dilakukan di sungai maupun di daerah sekitar sungai. Diantara aktivitas masyarakat seperti pembuangan limbah rumah tangga dan penangkapan yg berlebih dapat berpengaruh terhadap, populasi keanekaragaman ikan. Ikan merupakan salah satu bentuk keanekaragaman hayati yang menyusun ekosistem sungai. Habitat yang paling banyak ditempati oleh ikan air tawar yakni seperti sungai, danau, ataupun rawa-rawa. Kesuburan untuk kualitas perairan dapat di ukur dengan keanekaragaman ikan yang mendiaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan yang tertangkap di sungai Malinau. Penelitian ini dilakukan di daerah aliran sungai malinau, Desa Kuala Lapang. Sampel ikan untuk proses identifikasi dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan alat tangkap pancing, jala dan pukat/jaring insang. Ikan diidentifikasi secara morfologi dengan melihat bentuk tubuh, kepala, mulut, sirip dan ekor serta corak warnanya. Tingkat keanekaragaman ikan di sungai Malinau tergolong rendah. Ikan yang ditemukan hanya terdiri dari 8 jenis yakni ikan Tawes (Barbonymus gonionotus), Ikan Baung (Hemibagrus nemurus), Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata), Ikan Lais (Cryptopterus bicirrhis), Ikan Todok / Hampala (Hampala macrolepidota), Ikan Sili (Macrognathus aculeatus), Ikan lalang (Parachela oxygastroides), dan Ikan Pelian/mahseer (Neolissochilus). Diantara 8 jenis ini yang sering ditemukan ialah ikan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dan Baung (Hemibagrus nemurus). Ikan yang ditemukan bervariasi ukurannya dari 13 cm sampai 46 cm.