Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan identifikasi pasien dirung rawat inap RSUD dr H. Jusuf SK Tarakan
Keselamatan pasien rumah sakit merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Kepatuhan perawat diperlukan dalam menerapkan prosedur keselamatan pasien termasuk identifikasi pasien. Apabila setiap tindakan perawat yang dilakukan dengan mematuhi prosedur, tentu akan memberikan hasil yang optimal. Sebaliknya, bila perawat tidak mematuhi prosedur penerapan keselamatan pasien, maka insiden keselamatan pasien akan banyak terjadi. Kepatuhan identifikasi pasien dipengaruhi oleh faktor individu, faktor organisasi, dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan idenifikasi pasien di Ruang Rawat Inap RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan variabel independennya meliputi faktor individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, status pernikahan, dan tingkat pengetahuan), faktor organisasi (Sumber Daya Manusia, kepemimpinan, dan imbalan (reward) dan faktor psikologis (sikap, motivasi, dan persepsi) sedangkan variabel dependennya adalah kepatuhan identifikasi pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling dengan total jumlah sampel 89 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kedua variabel. Uji analisis yang digunakan dengan metode chi square dan diperoleh hasil p value usia= 0,013, p value jenis kelamin= 0,001, p value pendidikan= 0,041, p value masa kerja= 0,030, p value status pernikahan= 0,112, p value tingkat pengetahuan= 0,000, p value SDM= 0,016, p value kepemimpinan= 0,000, p value imbalan= 0,000, p value sikap= 0,000, p value status motivasi= 0,112, p value persepsi= 0,000. Kesimpulan : Terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan identifikasi pasien meliputi faktor individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan tingkat pengetahuan), faktor organisasi (SDM, kepemimpinan, dan imbalan), dan faktor psikologis (sikap, motivasi, persepsi). Pihak RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan hendaknya dapat meningkatkan program kerja seperti mengadakan pelatihan atau seminar mengenai pelaksanaan identifikasi pasien dan membudayakan kepatuhan identifikasi pasien untuk meningkatkan kualitas pelayanan.