Morfometrik dan Meristik Ikan Senangin (Eleutheronema tetradactylum) di Perairan Bangkudulis
Perairan Bangkudulis merupakan salah satu daerah penangkapan ikan dengan keanekaragaman jenis laut yang tinggi. Salah satunya adalah ikan Senangin (E. tetradactylum). Secara ekonomi, ikan ini menawarkan nilai jual dan protein yang tinggi, yang berpotensi menyebabkan penangkapan ikan berlebihan dan menyebabkan populasi ikan menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian biologi ikan Senangin. Salah satu aspek biologinya adalah karakteristik morfometrik dan meristik. Metode purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan oleh nelayan yang menggunakan jaring insang dasar untuk menangkap ikan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak enam kali selama tiga bulan. Jumlah sampel yang digunakan selama penelitian adalah 60 ekor dengan rincian 47 ekor jantan dan 13 ekor betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran betina lebih besar dari pada jantan. Koefisien determinasi (R2) ikan jantan dan betina dari karakter morfometrik terhadap Total Length (TL) berkisar antara 0,89 sampai dengan 0,99, dimana nilai R2 menunjukkan hubungan yang sangat erat. Uji diskriminan menunjukkan bahwa diameter mata jantan lebih besar daripada betina. Diameter mata jantan adalah 3,5% - 3,8% dari TL, sedangkan pada betina 3,1% - 3,6% dari TL. Meristik ikan Senangin adalah D1.VII; D2.I.4-16; P I.16-17 + 4 filamen, V 5-7, A II.15-17, C 16- 18.