ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
PEMINDAHAN MASYARAKAT ADAT DAYAK PUNAN TUGUNG KECAMATAN SEKATAK DARI TANAH ADAT PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA Abstrak Tindakan pemerintah daerah Kabupaten Bulungan pada tahun 1972 melakukan pemindahan masyarakat adat Dayak Punan Tugung dari tanah adat ke wilayah baru persepketif hak konstitusional. Kedua, apakah masyarakat adat Dayat Punan Tugung yang mengalami pemindahan masih memiliki hak katas tanah adat mereka yang berada di wilayah asal. Skripsi ini merupakan penelitian yuridis normatif terhadap kaidah-kaidah hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia menyangkut hak asasi masyarakat adat khsusnya, bagi masyarakat adat Dayak Punan Tugung yang berada di Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. Data yang digunakan dalm skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data perimer yaitu data yang didapatkan dalm sumber-sumber hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, arttikel, data internet, ensiklopedia dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, masyarakat adat Tindakan pemerintah daerah Kabupaten Bulungan melakukan pemindahan terhadap masyarakat adat Dayak Punan Tugung tidak melangggar hak-hak konstitusional masyarakat adat. Kedua, masyarakat adat Dayak Punan Tugung Desa Punan Dulau yang mengalami pemindahan masih memiliki hak ulayat atas tanah adat yang berada diwilayah asalnya. Masyarakat adat merupakan kelompok istimewa yang masih diakui dan dilindungi sepanjang masih ada secara turun temurun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Wilayah pesisir kabupaten Bulungan memiliki ragam hasil tangkapan ikan pelagis dan ikan demersal, salah satunya berada di perairan muara Ancam. Unit penangkapan dominan di wilayah perairan muara Ancam yaitu unit penangkapan tugu (stowner) Nilai produktivitas perikanan tangkap di wilayah kabupaten Bulungan dipengaruhi oleh produktivitas perikanan tugu. Alat tangkap tugu termasuk kategori alat tangkap perangkap yang memanfaatkan arus pasang dan surut perairan laut. Aspek penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan nilai ekonomis bagi masyarakat adalah faktor efektivitas dengan adanya informasi ilmiah tentang kelimpahan dan struktur hasil tangkapan (jenis dan ukuran). Penelitian bertujuan menerangkan kelimpahan hasil tangkapan utama, komposisi hasil tangkapan dan distribusi frekuensi ukuran panjang dan berat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif pendekatan observasi terhadap sampel Hasil tangkapan Utama (HTU) selama Januari Februari 2022, dengan purposive sampling selama 8 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 jenis Hasil Tangkapan Utama (HTU) yaitu udang yellow. udang dogol, udang mantis, udang merah, udang putih, udang loreng, udang windu dan udang pistol dengan total tangkapan 49.74 kg dan rata rata kelimpahannya 49.48%. Jenis udang dengan nilai kelimpahan terbesar dan dominan tertangkap adalah udang putih. Persentase komposisi jenis hasil tangkapan utama tugu yaitu udang yellow 11% dengan struktur ukuran rerata Panjang Total (PT) 8.18 cm dan rerata Berat Total (BT) 6.67 gram; udang brown 7% dengan 9.23 cm dan 9.05 gram: udang mantis 7% dengan 10.84 cm dan 10.51 gram; udang merah 6% dengan 8.85 cm dan 7.60 gram, udang putih 51% dengan 8.92 cm dan 8.15 gram; udang loreng 18% dengan 10.62 cm dan 11.15 gram; udang windu 11% dengan 9.94 cm dan 8.67 gram, serta udang tembak 0,28% dengan 8.05 cm dan 7.60 gram.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Jermal adalah alat penangkapan ikan/udang yang terdiri dari tiang-tiang pancang yang merupakan sayap, jaring tugu, dan rumah tugu dan biasa disebut sebagai stownet. Jermal yaitu tipe jaring berbentuk kantong dipasang dengan bukaan mulut menghadap arus pasang surut, bersifat pasif dan menetap pada daerah penangkapan tertentu. Hasil tangkapan tugu di Perairan Muara Ancam kabupaten Bulungan adalah ikan dan udang. Efektifitas lama perendaman dalam proses penangkapan tugu akan meningkatkan hasil tangkapan, maka perlu penelitian agar pengoperasian tugu bisa lebih efektif. Tujuan penelitian untuk menjelaskan jenis hasil tangkapan setiap perlakuan lama perendaman (soaking time). Hasil penelitian penangkapan alat tangkap jermal dengan metode perlakuan lama perendaman dilakukan dengan perendaman 4 jam, 5 jam, dan 6 jam. Sebanyak 8 kali sampling mengunakan 3 jaring tugu sesuai perlakuan setiap samplingnya. Perlakuan 1 (4 jam) hasil tangkapan total sebesar 4,4 gram, perlakuan 2 (5 jam) hasil tangkapan 46,2 gram, perlakuan 3 (6 jam) hasil tangkapan 56,4 gram. Lama perendaman berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan dengan nilai sig 0,002.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Alat tangkap tugu (stownet) merupakan alat tangkap yang bersifat pasif dan termasuk dalam alat tangkap perangkap, yang dalam pengoperasiannya memanfaatkan pasang surut atau arus dan ruaya ikan. Stownet alat tangkap yang terbuat dari jaring yang berbentuk kantong dan dipasang semi permanen menentang arus. Penelitian bertujuan menguraikan dan menjelaskan ciri morfologis hasil tangkapan serta persentase jumlah total dan jumlah perjenis hasil tangkapan dan menerangkan kategori hasil tangkapan utama, sampingan dan buangan (HTU, HTS, HTB), dalam satuan persentase jumlah individu dan berat di perairan Muara Ancam Kabupaten Bulungan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama Januari - Maret 2022, dengan purposive sampling selama 8 kali sampling. Hasil penelitian menghasilkan jumlah sampel sebanyak 24 spesies dari 3 kelompok organisme yaitu 12 jenis ikan demersal (19,96%), 8 jenis ikan pelagis (10,84%), 1 jenis moluka (3%), 2 jenis krustase (170%). Total sampel sebanyak 83.10 ekor dengan total berat 71,739 kg. Kategori Hasil Tangkapan Utama (HTU) 69,44% (satuan berat) dan 64,38 % (satuan individu), Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) 6,09 % (satuan berat) dan 7,52 (satuan individu) dan Hasil Tangkapan Buangan (HTB) 24,47 % (satuan berat) dan 28,10 % (satuan individu).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tugu (Stownet) merupakan alat tangkap bersifat pasif yang dalam pengoperasiaanya dipasang tegak lurus dengan arah arus pasang surut (tidal trap) dan memanfaatkan ruaya organisme perairan. Hasil tangkapan Tugu di Perairan Muara Sesayap dan Sembakung Kalimantan Utara mempunyai keanekaragaman yang tinggi baik jenis maupun ukuran. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan alat tangkap Tugu di Perairan Muara Sesayap dan Sembakung Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel selama 2 bulan dalam 4 trip mengunakan alat tangkap Tugu dengan mata jaring masing-masing 1 inchi pada bagian kantong dan 1,5 inchi pada bagian badan. Hasil identifikasi terhadap sampel didapatkan sebanyak 28 spesies dari 6 kelompok organisme perairan sebanyak 26.779 ekor dengan berat 49,245 kg. Hasil tangkapan didominasi oleh hasil tangkapan sampingan (HTS) dan hasil tangkapan buangan (HTB) dengan persentase 43%.Komposisi ukuran pada udang putih (Metapenaeus sp) dan udang bintik (Metapenaeus sp) yaitu berkisar antara 2-5,8 cm. Ukuran yang dominan pada udang putih (Metapenaeus sp) dengan kisaran ukuran 3,29-3,71 dan 3,64-4,09 pada udang bintik (Metapenaeus sp). Udang putih (Metapenaeus sp) dan udang bintik (Metapenaeus sp) sebagai hasil tangkapan utama (HTU) didominasi oleh ukuran dewasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The waters of Tarakan Island have enormous fishery potential, it can be seen from the diversity of fish caught, these waters are one of the fishing areas with monumental fishing gear, one of which is the Amal Beach on Tarakan Island. This study aims to identify the relative abundance of fish species and classify based on the size of the pomfret (Pampus sp.) caught in the Tugu fishing gear in the Amal Coast waters of Tarakan Island. The research was carried out for 2 months from June to July 2021. The total fish caught were 2,932 fish, which were distributed in 3 phyla, 4 classes, 13 orders, 15 families, 17 genera and 18 species. The relative abundance of fish species ranged from 0.14 – 48.06%, the highest abundance of the species Panaeus merguensi 48.06%, Ilisha sp. 15.04% and Argyrosome sp. 11.94%, while the lowest abundance was from Portunus sp. 0.14%, Pseudorhombus sp. 0.31%, and Paraplausia sp. 0.38%. The total length of pomfret (Pampus sp.) caught ranged from 8.2 – 27.13 cm which was dominated by the size of 8.2 – 11.96, the pomfret caught was juvenile or immature fish with a size smaller than 15 ,9 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Perikanan tugu merupakan perikanan tangkap yang memiliki nilai penting bagi produktifitas perikanan tangkap di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan komposisi dan kelimpahan jenis ikan hasil tangkapan pada perikanan tugu Kabupaten Tana Tidung pengumpulan data sebanyak 4 kali dalam 2 bulan, dimana tiap sebulannya dilakukan sebanyak 2 kali sampling berlokasi di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap komposisi dan kelimpahan jenis ikan hasil tangkapan tugu didapatkan 16 jenis biota yang tertangkap. Kelimpahan tertinggi dari Macrobrachium lanchesteri., dengan nilai 62,84 %, spesies dengan kelimpahan terendah yaitu Toxotes microlepis dengan nilai rata-rata 1,37 %. Biota tersebut mendiami perairan Sungai Sesayap secara temporal dan permanen.