ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Aspek reproduksi ikan merupakan salah satu informasi penting yang perlu dikaji sebagai dasar pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan baung (Hemibagrus sp.) meliputi nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Fekunditas dari hasil tangkapan nelayan yang ada di sungai Malinau, Kabupaten Malinau. Pengumpulan sampel dilakukan selama 3 bulan dari Februari hingga April 2026 yang berlokasi di anak sungai Malinau yang meliputi sungai Semendurut, sungai Sembuak, dan sungai Bengalun. Sampel yang dikumpulkan berjumlah 30 ekor ikan baung, terdiri atas 12 ekor jantan dan 18 ekor betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin ikan baung bervariasi setiap bulan berkisar 1,0 : 1,0 - 1,0 : 2,3 dengan jumlah ikan betina lebih dominan dibandingkan ikan jantan. TKG didominasi oleh TKG III dan IV. Nilai IKG ikan jantan berkisar 0,05 - 0,34% sedangkan pada ikan betina berkisar 0,10 - 3,10%. Fekunditas ikan baung betina berkisar 5.642 - 9.345 butir dengan pola reproduksi diduga menunjukkan indikasi awal pemijahan secara bertahap (partial spawning). Pengelolaan ikan baung yang direkomendasikan meliputi pengawasan terhadap penggunaan alat tangkap yang bersifat destruktif dan perlindungan atau larangan pada bagian-bagian sungai yang berfungsi sebagai habitat penting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOI (Cyprinus carpio) Abstrak Berbagai macam spesies ikan hias air tawar yang dapat dibudidayakan di lingkungan terkontrol dapat ditemukan di Indonesia. Belatung (Hermetia illucens) adalah salah satu makanan pengganti yang dapat diberikan kepada ikan koi. Oleh karena itu, dengan menggunakan berbagai media pertumbuhan, para peneliti berupaya menciptakan pakan alami tipe belatung sebagai alternatif makanan. Kepadatan populasi belatung dapat ditingkatkan secara maksimal dengan media pertumbuhan yang tepat. Penelitian ini menyelidiki pengaruh berbagai media pakan dan belatung terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan koi (Cyprinus carpio). Untuk menilai parameter kualitas air berupa suhu, pH, DO, dan amonia, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak ada variasi yang terlihat pada berat absolut ikan koi (Cyprinus carpio) dalam hal perkembangan dan kelangsungan hidupnya, terdapat perbedaan yang terlihat pada panjang absolut dan SR-nya. Berat absolut ikan yang diberi perlakuan adalah (A) Kontrol 0,08 gram, (B) Belatung + Kubis 0,08 gram, (C) Belatung + Kulit Pisang dan Belatung + Labu Kuning 0,09 gram, dan (D) Belatung + Labu Kuning 4,2 cm; panjang absolut ikan yang diberi perlakuan adalah (A) Kontrol 3,5 cm, (B) Belatung + Kubis 3,8 cm, (C) Belatung + Kulit Pisang, dan (D) Belatung + Labu Kuning 80%. Dengan panjang absolut 4,2 cm, berat absolut 0,09 gram, dan SR 87%, Perlakuan (D) Belatung + Labu Kuning menghasilkan pertumbuhan tertinggi. Kata kunci: Ikan Koi, Maggot, Pakan, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Pakan merupakan 70% penyumbang biaya terbesar dalam produksi budidaya ikan nila, oleh karena itu diperlukan bahan baku alternatif pembuatan pakan. Salah satu bahan pakan potensial adalah maggot. Maggot mengandung protein sebesar 42,55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung maggot dan pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Metode penelitian ini adalah eksperimen deskriptif kuantitatif dengan 4 perlakuan 3 ulangan, P0 (kontrol), P1 (pakan komersil 70% dan tepung maggot 30%), P2 (50% pakan komersil + 50%tepung maggot), dan P3 (70% pakan komersil dan 30%tepung maggot). Perlakuan P1 menghasilkan pertumbuhan bobot (0,45 g) dan panjang (1,13 cm) yang lebih tinggi, nilai laju pertumbuhan spesifik (SGR) yang paling optimal (2,87), serta rasio konversi pakan (FCR) terendah (1,88). Hasil tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan nutrisi antara protein dan energi pada perlakuan P1 mampu mendukung pertumbuhan ikan nila merah secara optimal. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan P1 berpengaruh nyata terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, SGR dan FCR (P 0,05). Tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan pada semua perlakuan mencapai 100%. FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstract Feed accounts for 70% of the largest cost in tilapia cultivation production, therefore alternative raw materials are needed for feed production. One potential feed ingredient is maggot. Maggot contains 42.55% protein. This study aims to determine the effect of maggot flour formulation and commercial feed on the growth of red tilapia (Oreochromis niloticus). This research method is a quantitative descriptive experiment with 4 treatments and 3 replications, P0 (control), P1 (70% commercial feed and 30% maggot flour), P2 (50% commercial feed + 50% maggot flour), and P3 (70% commercial feed and 30% maggot flour). Treatment P1 resulted in higher weight (0.45 g) and length (1.13 cm) growth, the most optimal specific growth rate (SGR) value (2.87), and the lowest feed conversion ratio (FCR) (1.88). These results indicate that the nutritional balance between protein and energy in the P1 treatment is able to support optimal growth of red tilapia. Analysis of variance (ANOVA) results showed that the P1 treatment significantly affected absolute weight, absolute length, SGR, and FCR (P 0.05). The survival rate (SR) of fish in all treatments reached 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nomei (Harpadon nehereus) merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di Kota Tarakan yang banyak dikonsumsi dalam bentuk ikan kering. Namun, proses pengolahan dan penyimpanan yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri patogen, seperti Vibrio sp., Salmonella sp., dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan ketiga bakteri tersebut pada ikan nomei kering yang diperdagangkan di Pengepul Juata Laut dan Pasar Batu, Kota Tarakan. Metode penelitian meliputi isolasi bakteri dengan media selektif, uji biokimia, dan pewarnaan Gram. Sampel ikan diolah menggunakan Tryptone Soya Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose Agar (TCBS) untuk mendeteksi keberadaan Vibrio sp., serta media selektif lain untuk Salmonella sp. dan Escherichia coli. Setelah dilakukan analisis laboratorium, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan kontaminasi Vibrio sp., Salmonella sp., maupun Escherichia coli pada sampel ikan yang diuji. Ikan nomei kering yang dijual di Pengepul Juata Laut dan Pasar Batu Kota Tarakan tergolong aman dari ketiga jenis bakteri patogen tersebut. Namun, pengawasan rutin terhadap sanitasi dan kebersihan dalam proses pengolahan, penyimpanan, serta distribusi ikan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan pangan yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hubungan panjang berat ikan merupakan salah satu parameter biologi perikanan yang perlu diketahui. Pengukuran panjang dan berat ikan berguna sebagai petunjuk tentang kegemukan, kesehatan, produktivitas dan kondisi fisiologis ikan. Pulau Tibi menjadi lokasi penelitian dan Ikan Kurau (Polynemus plebeius) menjadi target tangkapan nelayan sekaligus menjadi sampel penelitian. Pada penelitian ini, sampel ikan diambil dari hasil tangkapan Jaring Insang (Gill net). Masyarakat lokal mengenalnya dengan sebutan Pukat Kurau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan dan factor kondisi ikan Kurau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember – Februari 2024. Sampel ikan sebanyak 30 ekor. Persamaan hubungan Panjang berat ikan Kurau menunjukkan persamaan W = 0,059x2.595 dengan nilai R2 = 0,971. Hasil uji -t terhadap nilai b menunjukkan bahwa b ≠ 3, thitung (5,3) > ttabel (1,2) dengan selang kepercayaan 95%. Hal ini menunjukan bahwa pola pertumbuhan ikan Kurau bersifat alometrik negatif. Nilai faktor kondisi menunjukkan 90% ikan dalam kondisi normal dan persentase ikan dengan kondisi gemuk lebih besar daripada ikan dengan kondisi kurus. Hal ini mengindikasikan kesesuaian antara ikan dengan lingkungannya. Lingkungan daerah penangkapan ikan Kurau menyediakan makanan yang cukup bagi populasi ikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi perdagangan di dalam maupun di luar negeri. Salah satu jenis ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah ikan cupang (Betta sp). Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mendapatkan pigmen warna yang cerah adalah tepung wortel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penambahan tepung wortel kedalam pakan ikan dalam meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang. Perlakuan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan persentase tepung wortel yang berbeda yang di campur pada pakan hingga mencapai berat pakan 100 gr. Perlakuan 1 (P1): Perlakuan komersial (control) Perlakuan 2 (P2): Perlakuan dengan 5,5% tepung wortel/ 100 g pakan Perlakuan 3 (P3): Perlakuan dengan 6% tepung wortel / 100 g pakan Perlakuan 4 (P4): Perlakuan dengan 6,5% tepung wortel/100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang ikan tertinggi pada perlakuan 2 dengan nilai 1,5, cm, pertumbuhan berat ikan yang terbaik ikan cupang diperoleh pada perlakuan 2 dengan hasil pertumbuhan 0,44gr , nilai warna terbaik dihasilkan pada perlakuan 2, hasil pengukuran suhu 29,4-23,7C°, hasil pengukuran pH 6-7,8, hasil pengukuran DO 6,1- 12,2 (mg/L), hasil pengukuran amoniak 0,08-0,16. Tepung wortel yang mengandung karotenoid berperan dalam mempertahankan pertumbuhan disarankan 5,5%. Penelitian ini dapat meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (Betta sp)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu komoditas perikanan Indonesia yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) yang telah dikenal lama, relatif cepat tumbuh dan mempunyai respon yang baik terhadap lingkungan sehingga muda untuk dibudidayakan. Departemen perikanan dan Akuakultur FAO (Foad and Agriculture Oranization) menetapkan ikan nila diurutan ketiga setelah udang dan salmon sebagai salah satu sukses Akuakultur di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi maggot sebagai pakan alternatif dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan penelitian terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: kontrol (pemberian pakan pellet 100%), perlakuan 2 (pemberian pakan pellet 75% + pakan maggot 25%), perlakuan 3 (pemberian pakan pellet 50% + pakan maggot 50%), perlakuan 4 (pemberian pakan pellet 25% + pakan maggot 75%), dan perlakuan 5 (pemberian pakan maggot 100%). Parameter yang diamati adalah bobot mutlak, panjang mutlak, survival Rate (SR), spesifik Growt Rate (SGR), Grow Rate (RGR) dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot tertinggi pada perlakuan 4 dengan nilai 1,97, pertumbuhan Panjang tertinggi pada perlakuan 4 dengan nilai 1,20. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi didapatkan oleh perlakuan 1 (kontrol) dengan nilai 1,46%, laju pertumbuhan relatif tertinggi pada perlakuan 1 (kontrol) dengan nilai 38,02%. Sedangkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan 3 dengan nilai 95,56%. Maggot merupakan pakan alternatif untuk menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nila karena maggot memiliki kandungan protein tinggi, tekstur yang kenyal dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim alami yang dapat meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan. Kata Kunci: Ikan nila, kelangsungan hidup, maggot, pertumbuhan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Banyak teknik yang digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam budidaya ikan nila dari kurang optimalnya penyerapan pakan. Upaya untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan memberikan pakan ikan nila yang berbahan dasar alami dan mengandung protein dan enzim sesuai kebutuhan. Buah pepaya mengandung enzim papain yang dimana enzim papain merupakan golongan enzim proteolitik mampu meningkatkan hidrolisis protein pakan. Kangkung merupakan salah satu tanaman yang bisa dijadikan untuk pakan ikan, serta dapat digunakan sebagai alternatif pakan diantaranya sebagai suplemen bahan pakan ikan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung kangkung dan tepung buah pepaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 kali ulangan. Pemberian tepung buah pepaya dan tepung kangkung dengan konsentrasi P0= kontrol, P1= tepung buah pepaya 70% + tepung kangkung 30%, P2 = tepung buah pepaya 50% + tepung kangkung 50%, P3 = tepung buah pepaya 30% + tepung kangkung 70%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak ikan nila pada perlakuan P0 = 1.87 cm, P1 = 1.89 cm, P2 = 2.03 cm, P3 = 2.19 cm. Hasil pertumbuhan berat mutlak ikan nila pada perlakuan P0 = 0.60 g, P1 = 0.85 g, P2 = 0.98 g, P3 = 1.20 g. Hasil laju pertumbuhan spesifik ikan nila pada P0= 1.51, P1= 1.54, P2= 1.62, P3= 2.19. Hasil kelangsungan hidup (SR) pada P0= 60%, P1= 60%, P2= 67%, P3= 87%. Hasil dari rasio koversi pakan (FCR) pada P0= 1.18, P1= 1.19, P2= 1.19, P3= 1.15. Berdasarkan hasil penelitian laju pertumbuhan dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung buah pepaya dan tepung kangkung dengan konsentrasi pakan yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata antar perlakuan, dimana nilai signifikan F hitung (2.044) ˂ dari F tabel (5.79) dengan tingkat kepercayaan 95%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Ikan guppy (Poecilia reticulata ) merupakan salah satu komoditas ikan hias perikanan yang digemari masyarakat karena warna yang indah. Selain itu, mudah untuk dibudidayakan. Perkembangan ikan guppy dalam skala budidaya cukup pesat, hal ini ditandai dengan adanya peningkatan produksi setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akar tuba (Derris elliptica) sebagai bahan anestesi pada ikan guppy (Poecilia reticulata). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan 4 perlakuan dan masing masing 3 ulangan. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif kualitstif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan yang paling efektif yaitu P2 dengan dosis 16 ppm waktu induksi 45,67 menit dan waktu sedatif 22,40 menit dengan presentase kelangsungan hidup ikan guppy yaitu 70%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian akar tuba dapat digunakan sebagai bahan anestesi pada ikan guppy.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia merupakan ikan budidaya yang menjadi salah satu komoditas ekspor. Padat tebar yang tinggi dalam budidaya ikan nila dapat menurunkan kualitas air oleh karena itu digunakan sistem resirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh padat tebar terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila pada sistem resirkulasi. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari dan data yang diperoleh dari hasil penelitian ini akan dianalisis secara deskriptif dengan 3 perlakuan, yaitu perlakuan A (20 ekor/20 liter), perlakuan B (30 ekor/20 liter), dan perlakuan C (40 ekor/20 liet). Hasil pertumbuhan berat mutlak ikan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan A yaitu 14,1 gram dan yang terendah pada perlakuan C 11,3 gram. Hasil pertumbuhan panjang mutlak ikan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan A yaitu 4,9 cm dan terendah pada perlakuan C 3,5 cm. Hasil dari kelangsungan hidup ikan nila yang paling tinggi yaitu pada perlakuan A yaitu 100%, sedangkan yang paling rendah pada perlakuan C yaitu 92%. Namun dari ketiga perlakuan pertumbuhan yang paling berpengaruh pada padat tebar yaitu perlakuan A dan tingkat kelangsungan (SR) tidak berpengaruh pada ikan nila dari tiga perlakuan menghasilkan yang lebih baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki potensial dalam menghasilkan devisa bagi negara dan mampu mensejahterakan masyakat perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) dan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan maggot terhadap pertumbuhan dan status kesehatan ikan Koi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2022 betempat di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Prosedur penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu : Kontrol : pakan buatan, P1 : Pemberian pakan alami Maggot, P2 : Pemberian pakan alami cacing sutra, P3 : Pemberian pakan alami kutu air. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari yaitu pukul 08.00 WIB, siang hari pukul 12.00 WIB, dan sore hari pukul 16.00 WIB. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan terbaik pada pertumbuhan Panjang yaitu pada perlakuan (cacing sutra). Pertumbuhan panjang merupakan pertambahan ukuran panjang benih ikan Koi dari waktu ke waktu sedangkan perlakuan terbaik pada perumbuhan Berat yaitu (Kontrol) Pertumbuhan berat mutlak merupakan salah satu laju pertumbuhan spesifik digunakan untuk mengetahui bagaimana kemampuan ikan dapat tumbuh selama masa berlangsungnya pemeliharaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK- Keanekaragaman adalah jumlah total spesies dalam suatu area sebagai jumlah spesies antar jumlah total individu dari spesies yang ada di dalam suatu komunitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui keanekaragaman serta kelimpahan ikan asli Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan. Pengumpulan sampel dilakukan di Sembakung Desa Atap, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada bulan Desember – Februari 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Sampel ikan dikumpulkan dengan menggunakan alat tangkap tugu, jala, Gill net dan bubu. Ikan yang tertangkap diidentifikasi secara morfologi dan dilihat keanekaragamanya. Keanekaragaman ikan yang didapatkan sebanyak 3595 ekor dan didistribusikan kedalam 2 filum, 2 kelas, 7 ordo, 15 famili dan 21 genus. Kelimpahan hasil tangkapan yang tertinggi terdapat 3 genus dengan persentase yaitu, Cryptopterus 64.09%, Barbodes 11.32%, Labiobarbus 10.74%. Sebaliknya untuk jenis dengan kelimpahan yang terendah terdapat 3 genus dengan persentase yaitu, Nematabramis, Trichogaster, Macrognathus yaitu masing-masing 0.03%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ikan cupang (Betta sp.) merupakan ikan hias air tawar yang memiliki nilai jual tinggi dengan prospek pasar yang menjanjikan selain itu potensi budidayanya juga banyak diminati konsumen mulai dari masyarakat kelas bawah hingga kelas atas. Ikan cupang memiliki beragam jenis dan varietas yang berbeda dengan prospek pasar dalam negeri dan luar negeri. permasalahan yang dihadapi pembudidaya rendahnya ketersediaan pakan alami yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Ikan Cupang dengan pakan alami yang berbeda. metode penelitian bersifat eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan; Perlakuan A (Kontrol), Perlakuan B (Pemberian pakan Tubifex sp), Perlakuan C (Pemberian pakan Daphnia sp), dan Perlakuan D (Pemberian pakan A. salina). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, dan laju pertumbuhan (SGR), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (SR) pada benih ikan cupang. Perlakuan B merupakan perlakuan terbaik menggunakan, pakan alami Tubifex sp dengan pertambahan panjang sebesar 1,6 cm dan berat sebesar 0,98 g dan kelangsungan hidup 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN POTENSI BENIH IKAN LELE (CLARIAS. SP) DI KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan lele merupakan komoditas budidaya unggulan di masyarakat dan memiliki berbagai kelebihan, diantaranya pertumbuhan cepat dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. Selain itu produksi ikan lele mengalami peningkatan dari tahun ke tahun Tingginya hasil produksi ikan lele sangat berpengaruh terhadap penyediaan benih ikan lele yang berkualitas. Kebanyakan pengusaha benih ikan lele saat ini tidak memperhatikan faktor-faktor pendukung untuk menghasilkan benih yang berkualitas. Potensi usaha yang dimiliki oleh masing-masing wilayah ternyata memiliki peluang yang sangat besar untuk ditingkatkan nilai tambahnya melalui proses Pengembangan usaha benih ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi benih ikan lele kota Tarakan. Metode penelitian yang dilakukan secara deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan data yang didapatkan dari beberapa instansi yaitu pada tahun 2020 (794.200 ekor/tahun), tahun 2021 (885.500 ekor/tahun), dan pada tahun 2022 (232.000 ekor/tahun)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Jermal adalah alat penangkapan ikan/udang yang terdiri dari tiang-tiang pancang yang merupakan sayap, jaring tugu, dan rumah tugu dan biasa disebut sebagai stownet. Jermal yaitu tipe jaring berbentuk kantong dipasang dengan bukaan mulut menghadap arus pasang surut, bersifat pasif dan menetap pada daerah penangkapan tertentu. Hasil tangkapan tugu di Perairan Muara Ancam kabupaten Bulungan adalah ikan dan udang. Efektifitas lama perendaman dalam proses penangkapan tugu akan meningkatkan hasil tangkapan, maka perlu penelitian agar pengoperasian tugu bisa lebih efektif. Tujuan penelitian untuk menjelaskan jenis hasil tangkapan setiap perlakuan lama perendaman (soaking time). Hasil penelitian penangkapan alat tangkap jermal dengan metode perlakuan lama perendaman dilakukan dengan perendaman 4 jam, 5 jam, dan 6 jam. Sebanyak 8 kali sampling mengunakan 3 jaring tugu sesuai perlakuan setiap samplingnya. Perlakuan 1 (4 jam) hasil tangkapan total sebesar 4,4 gram, perlakuan 2 (5 jam) hasil tangkapan 46,2 gram, perlakuan 3 (6 jam) hasil tangkapan 56,4 gram. Lama perendaman berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan dengan nilai sig 0,002.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KEMERATAAN IKAN AIR TAWAR KECAMATAN LUMBIS DAN POTENSI IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan kemerataan ikan di Sungai Sembakung Kecamatan Lumbis dan untuk mengetahui potensi implementasinya pada pembelajaran biologi kelas X SMA berdasarkan hasil penelitian. Dari hasil penelitian Ikan air tawar terdapat 14 jenis pisces. Analisis data dalam penelitian ini adalah indeks Keanekaragaman, Indeks Kemerataan dan identifikasi hasil penelitian sebagai potensi implementasinya pada Pembelajaran Biologi. Hasil Indeks Keanekaragaman tinggi yang di dapatkan dari hasil penelitian ini terdapat pada Titik VII dengan nilai 1.40 . Hasil indeks kemerataan ikan di Sungai Sembakung Kecamatan Lumbis yaitu kemerataan jenis ikan tergolong rendah terdapat pada titik I dan II sedangkan indeks kemerataan jenis ikan tergolong sedang terdapat pada titik II,IV,V,VI,VII. Adapun hasil penelitian keanekaragaman dan kemerataan ikan dengan pembelajaran biologi, terdapat pada materi animalia vertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.4 mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi kehidupan. Kata kunci: ikan (Pisces), indeks keanekaragaman, indeks kemerataan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Saat ini usaha budidaya ikan hias sangat diminati oleh masyarakat, karena memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan. Salah satu ikan hias yang memiliki prospek yang menjanjikan adalah ikan cupang (Betta sp). Usaha pembudidaya ikan cupang dimasyarakat saat ini masih belum optimal. Salah satu penyebab diantaranya yaitu penyediaan pakan yang berkualitas dan berprotein tinggi agar menghasilkan benih ikan yang berkualitas unggul. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemanfaatan pakan alami yang ada di lingkungan perairaan sampai ke makanan. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 3 (tiga) perlakuan dan 5 (lima) ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu P1 pemberian pakan alami berupa cacing sutera, P2 diberikan pakan alami berupa maggot, dan P3 diberikan pakan alami berupa jentik nyamuk. Data yang dianalisa yaitu, Pertambuhan bobot mutlak dan survival rate (SR). Ikan cupang yang diberikan pakan cacing sutera dan maggot menunjukkan hasil pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar 0,28% dan 0,24% dibandingkan dengan pemberian pakan jentik nyamuk hanya sebesar 0,21%. Berdasarkan pemeliharaan selama 28 hari, diperoleh nilai kelangsungan hidup (SR) yang baik pada setiap perlakuan dengan jumlah 15 ekor yaitu 100%. Dari hasil penelitian yang telah sudah dilaksanakan, Pemberian pakan alami cacing sutera menunjukkan hasil Pertumbuhan terbaik dengan bobot rata-rata 0,28 serta dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan cupang dengan presentase 100%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang uji proksimat pada ketiga pakan tersebut untuk mengetahui kandungan nutrien yang ada pada pakan alami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar dan luas sehingga memiliki hasil perikanan air tawar yang besar. Salah satu sektor budidaya perikanan air tawar yang menjanjikan adalah budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung buah pepaya dan tepung daun katuk sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan nila yang digunakan berukuran 3,2 cm. Parameter yang diukur, panjang mutlak, berat mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR), Feed Covertion Ratio (FCR) dan kualitas air seperti suhu, pH, DO, dan amoniak. Pada penelitian ini, dengan pengaruh pemberian tepung buah papaya dan tepung daun katuk memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan nila, pada perlakuan p4 dengan Pertumbuhan panjang 6,7 cm, berat 2,31 g, (SGR) 4,1 gr, (SR) 88,30% dan (FCR) 0,17 gr. Sedangkan dari hasil pengukuran kualitas air suhu berkisar 25-310C, pH 7,15-7,80, DO 4,05-4,53 dan amoniak 0,27-0,48. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung buah pepaya dan daun katuk dengan kosentrasi berbeda, mampu meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila, serta dapat dijadikan sebagai bahan baku organik untuk pembuatan pakan.