Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Modifikasi model pathlos pada jaringan 4G LTE Mengunakan model egli dan ecc-33dengan pendekatan RMSE Didaerah pusat kota Tarakan
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi prediksi Pathloss pada jaringan 4G LTE dipusat kota tarakan dengan memodifikasi model propogasi sinyal mengunakan pendekatan RMSE (Root Mean Square Error). Dua model Pathloss yang digunakan adalah model Egli dan model ECC-33, dengan data pengukuran RSRP (Reference signal Received Power) sebagai acuan. Hasil menunjukkan bahwa ECC-33 asli memiliki RMSE sebesar 13.09 dB, artinya prediksi Pathloss masih kurang sesuai dengan kondisi lapangan. Setelah dilakukan modifikasi dengan menambah faktor korecksi sebesar 13.09 dB, nilai RSME turen menjadi hanya 2.35 dB, menunjukkan penungkatan akurasi yang signifikan. Demikian model ECC-33 yang dimodifikasi terbukti lebuh akurat dalam memprediksi Pathloss dilingkungan perkotaan seperti pusat kota Tarakan
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI (Cyprinus rubrofuscus)
Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki potensial dalam menghasilkan devisa bagi negara dan mampu mensejahterakan masyakat perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) dan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan maggot terhadap pertumbuhan dan status kesehatan ikan Koi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2022 betempat di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Prosedur penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu : Kontrol : pakan buatan, P1 : Pemberian pakan alami Maggot, P2 : Pemberian pakan alami cacing sutra, P3 : Pemberian pakan alami kutu air. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari yaitu pukul 08.00 WIB, siang hari pukul 12.00 WIB, dan sore hari pukul 16.00 WIB. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan terbaik pada pertumbuhan Panjang yaitu pada perlakuan (cacing sutra). Pertumbuhan panjang merupakan pertambahan ukuran panjang benih ikan Koi dari waktu ke waktu sedangkan perlakuan terbaik pada perumbuhan Berat yaitu (Kontrol) Pertumbuhan berat mutlak merupakan salah satu laju pertumbuhan spesifik digunakan untuk mengetahui bagaimana kemampuan ikan dapat tumbuh selama masa berlangsungnya pemeliharaan.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI (Cyprinus rubrofuscus)
Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki potensial dalam menghasilkan devisa bagi negara dan mampu mensejahterakan masyakat perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) dan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan maggot terhadap pertumbuhan dan status kesehatan ikan Koi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2022 betempat di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Prosedur penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu : Kontrol : pakan buatan, P1 : Pemberian pakan alami Maggot, P2 : Pemberian pakan alami cacing sutra, P3 : Pemberian pakan alami kutu air. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari yaitu pukul 08.00 WIB, siang hari pukul 12.00 WIB, dan sore hari pukul 16.00 WIB. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan terbaik pada pertumbuhan Panjang yaitu pada perlakuan (cacing sutra). Pertumbuhan panjang merupakan pertambahan ukuran panjang benih ikan Koi dari waktu ke waktu sedangkan perlakuan terbaik pada perumbuhan Berat yaitu (Kontrol) Pertumbuhan berat mutlak merupakan salah satu laju pertumbuhan spesifik digunakan untuk mengetahui bagaimana kemampuan ikan dapat tumbuh selama masa berlangsungnya pemeliharaan.