ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Embung pada dasarnya merupakan air tadah hujan yang memberikan solusi bagi pemerintah disaat air hujan ditampung didalamnya dan ketika musim kemarau air yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Embung berfungsi sebagai bangunan penampung air baku untuk melayani suatu perumahan. Embung sangat efektif untuk mengatasi daerah kekurangan air, baik air baku maupun irigasi. Tujuan pembangunan embung adalah untuk membuat suatu sistem penyediaan air baku berguna mensuplai air untuk kebutuhan dan keperluan masyarakat Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa kendala atau permasalahan yang hingga kini memerlukan pemecahan baik secara pendekatan persuasif maupun dengan mengadakan kegiatan fisik, antara lain, menentukan titik jalur suplai air baku yang terdekat dari embung Handulung, menentukan jalur distribusi air baku, menuntukan lokasi embung Handulung yang tidak jauh dari titik mata air daerah binalatung dengan melakukan overlay menggunakan software SIG. Hasil yang diperoleh berupa peta jaringan distribusi dimana Wilayah pemetaan lokasi dan jaringan distribusi embung Handulung berada pada daerah pesisir pantai Amal Binalatung dengan luas embung 123.608 m2. Berdasarkan survey lokasi yang telah dilakukan pada daerah penelitian Embung Handulung diketahui terdapat 2 daerah aliran sungai (DAS) yang digunakan sebagai sumber air baku untuk menampung air di saat musim kemarau dengan mendigitasi aliran sungai dimana titik koordinat awal dari sungai Indulung yang pertama X:117.647246 Y:3.394088 sampai kesumber air baku X:117.644803 Y:3.394852 dan titik awal dari sungai Indulung yang kedua X:117.647843 Y:3.394518 sampai ke sumber air baku X:117.646402 Y:3.395768 ke dua aliran sungai memiliki lebar rata-rata ±10 m dengan panjang 220 m dari badan embung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antarwilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antar wilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang windu merupakan salah satu komoditas unggulan di Kota Tarakan, namun penyampaian informasi harga dan proses pencatatan masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan berpotensi menyebabkan keterlambatan informasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem informasi harga udang windu berbasis mobile yang memanfaatkan teknologi QR Code sebagai sarana penyajian informasi meliputi harga, ukuran, kode peti, harga jual per kilogram, dan stok per kilogram. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) yang mencakup tahapan observasi, perancangan, implementasi menggunakan Flutter dan Firebase, serta pengujian melalui Black Box Testing, Usability Testing, pengujian pencahayaan, dan pengujian sudut kemiringan QR Code. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi berhasil dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berdasarkan Black Box Testing, seluruh fitur aplikasi berfungsi dengan baik dan memperoleh tingkat keberhasilan sebesar 100%. Pada pengujian pencahayaan menunjukkan bahwa QR Code dapat dipindai pada berbagai kondisi intensitas cahaya, meskipun waktu pembacaan menjadi lebih lama pada kondisi minim pencahayaan. Sementara itu, pengujian sudut kemiringan membuktikan bahwa QR Code tetap dapat terdeteksi pada sudut 45°, 75°, dan 90° dengan perbedaan waktu deteksi namun tetap mampu menampilkan informasi harga udang windu. Selain itu, Usability Testing yang melibatkan 23 responden menghasilkan nilai Learnability sebesar 4,41, Memorability 4,45, Efficiency 4,47, Errors 4,43, dan Satisfaction 4,47, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 4,446 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan aplikasi dapat memudahkan pengguna dalam mengakses informasi harga udang windu di Sinar Rejeki Beringin 2 Ujung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan persepsi pengguna dalam pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang tercermin dalam narasi temuan audit Laporan Hasil Pemeriksaan atas Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara/ periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental dan metode analisis konten berbantuan NVivo 12 Pro melalui tahapan open coding, axial, coding, dan selective coding. Technology Acceptance Model (TAM) dan Behavioral Accounting digunakan sebagai kerangka interpretatif untuk memahami dinamika persepsi dan perilaku pengguna sistem. asil penelitian menunjukkan bahwa hambatan persepsi termanifestasi dalam kompleksitas prosedur, inkonsistensi kualitas informasi, kesalahan administratif yang berulang, serta pemanfaatan sistem yang belum optimal. Rendahnya persepsi kemudahan penggunaan berimplikasi pada menurunnya persepsi kegunaan sistem. Selain itu, keterbatasan rasionalitas (bounded rationality) dan kecenderungan mempertahankan metode kerja lama (status quo bias) turut memperkuat hambatan tersebut. Secara longitudinal, fokus hambatan mengalami pergeseran dari persoalan kemudahan penggunaan pada fase awal menuju isu kualitas dan konsistensi informasi pada periode berikutnya. Temuan ini menegaskan bahwa penerimaan teknologi di sektor publik tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh dinamika perilaku organisasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) dalam pelaporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 022 Kabupaten Tana Tidung. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal untuk menggali secara mendalam pengalaman pengguna, kualitas sistem, serta faktor kontekstual yang memengaruhi implementasi ARKAS di daerah terpencil. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan mengacu pada Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone & McLean serta Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan berperan signifikan dalam membentuk kepuasan pengguna dan tingkat penggunaan sistem. Namun, efektivitas implementasi ARKAS masih dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur TIK, kompetensi pengguna, serta dukungan pimpinan sekolah. Secara keseluruhan, ARKAS mampu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaporan dana BOS, meskipun diperlukan penguatan pada aspek pelatihan teknis dan stabilitas jaringan internet untuk mengoptimalkan pemanfaatannya di sekolah dasar wilayah terpencil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan akurasi dan keandalan laporan keuangan sebelum dan sesudah implementasi Accurate Online di PT. Indah Dewi, sebuah perusahaan jasa kontraktor alat berat di Kalimantan Utara. Masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah kesalahan pencatatan dan keterlambatan dalam penyusunan laporan keuangan saat masih menggunakan sistem manual berbasis Microsoft Excel. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengkaji persepsi dan pengalaman pengguna terhadap perubahan sistem akuntansi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Accurate Online memberikan peningkatan signifikan terhadap efisiensi waktu, akurasi pencatatan transaksi, dan keandalan laporan keuangan. Proses pelaporan yang sebelumnya memakan waktu 12–14 hari kerja dapat diselesaikan dalam 3–5 hari setelah sistem baru diterapkan. Tingkat kesalahan pencatatan menurun drastis, dari 10–15% menjadi di bawah 3%. Selain itu, sistem menyediakan fitur jejak audit dan validasi otomatis yang mendukung transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan. Dengan demikian, Accurate Online terbukti mampu meningkatkan kualitas laporan keuangan perusahaan, serta mengurangi agency cost melalui peningkatan transparansi dan pengendalian internal. Penelitian ini juga memperkaya literatur tentang efektivitas sistem informasi akuntansi dalam sektor jasa kontraktor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman hortikultura merupakan komponen penting dalam pembangunan pertanian. Tanaman hortikultura dibagi menjadi empat jenis yaitu tanaman buah, tanaman sayur, tanaman hias dan tanaman obat. Komoditas hortikultura merupakan salah satu penyedia gizi berupa serat, vitamin, protein dan lain-lain yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data penyebaran dan populasi hama pada tanaman hortikultura di Kota Tarakan serta membuat peta sebaran dari hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hama pada tanaman hortikultura di Kota Tarakan tersebar tidak merata dan sangat dipengaruhi oleh faktor geografis seperti topografi, jenis tanah, kelembapan, curah hujan dan pasokan makanan. Daerah dengan kelembapan tinggi, tanah dengan drainase buruk, atau daerah dataran rendah cenderung memiliki tingkat infestasi hama yang lebih tinggi. Sehingan di kecamatan Tarakan Taimur, Tarakan Barat dan Tarakan Utara memiliki memiliki keanekaragaman yang berbeda. Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) terbukti efektif dalam memetakan sebaran hama di berbagai wilayah Tarakan. SIG membantu mengidentifikasi lokasi atau area rawan serangan hama sehingga tindakan pencegahan dan pengendalian dapat lebih terfokus. Data spasial yang di dapatkan seperti titik koordinat, jenis tanaman, jenis hama dan gejala serangan. Diaman data yang di dapatkan merupakan data hasil penelitian langsung di lapangan dan wawancara kepada petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pangan merupakan kebutuhan pokok yang sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Ketahanan pangan adalah kondisi dimana pangan cukup tersedia secara kualitas dan kuantitas untuk mendukung kehidupan yang sehat dan produktif. Aspek ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan dapat merubah kondisi tahan menjadi rawan pangan. Kerawanan pangan bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketersediaan pangan yang rendah, distribusi yang bermasalah, bencana alam, dan kondisi sosial yang terganggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat ketahanan pangan dan sebarannya setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara berbasis Sistem Informasi Geografis melalui perhitungan nilai indeks yang disesuaikan dengan cut off point untuk menampilkan status setiap daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tarakan memiliki Indeks Ketahanan Pangan (IKP) tertinggi dengan nilai 86,47, diikuti oleh Kabupaten Malinau 77,11, Kabupaten Nunukan 76,17, Kabupaten Bulungan 73,08, dan Kabupaten Tana Tidung 65,47. Status ketahanan pangan dikategorikan sebagai Sangat Tahan pada Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Nunukan, status Tahan pada Kabupaten Bulungan, dan Agak Tahan pada Kabupaten Tana Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010, laporan keuangan adalah laporan terstruktur tentang laporan posisi keuangan serta transaksi dilakukan untuk entitas pelaporan. Faktar-faktor penunjang yang dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan yakni dengan adanya pengaruh sistem informasi akuntansi, sistem pengendalian internal dan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini tujuan untuk mengetahui pengaruh sistem informasi akuntansi,sistem pengendalian internal dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menjelaskan hubungan kasual serta pengaruh antara faktor-faktor dengan pengujian hipotesis. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Teknik Sampling Jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengaruh sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pada BPBD Kota Tarakan. (2) Sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pada BPBD Kota Tarakan. (3) kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada BPBD Kota Tarakan (4) Sistem informasi akuntansi,sistem pengendalian internal dan kompetensi sumber daya manusia secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada BPBD Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
SURVEI DAN PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS PERTANIAN DI KOTA TARAKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Abstrak Kota Tarakan merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Utara yang memiliki potensi untuk pengembangan pertanian, khususnya komoditas sayuran. Mendukung tercapainya ketahanan pangan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, diperlukan pemetaan potensi dan sebaran komoditas sebagai dasar dari perencanaan dan pengembangan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan komoditas pertanian di Kota Tarakan terutama komoditas hortikultara sebagai dasar untuk pengembangan pertanian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode survei dengan fokus penelitian adalah lahan dan komoditas pertanian. Survei dan pengambilan data dilakukan pada lahan yang eksisting digunakan untuk budidaya komoditas hortikultura yang tersebar pada 4 kecamatan di Kota Tarakan. Pemetaan dilakukan berdasarkan data yang diperoleh berupa sebaran komoditas hortikultura, menggunakan perangkat GIS dengan Softwere Arcgis. 10.8 Berdasarkan hasil pengolahan data spasial dengan software Arcgis 10.8 menunjukkan bahwa jenis komoditas sayur dan buah adalah komoditas utama di Kota Tarakan, dan wilayah yang cukup potensi untuk pengembangan komoditas hortikultura tersebut adalah kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Timur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Banjir merupakan salah satu dari bencana alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Kota Tarakan salah satu daerah di wilayah provinsi Kalimantan Utara yang beberapa daerahnya masuk dalam kategori rawan bencana, terutama bencana banjir. Daerah rawan banjir tersebut antara lain di Kecamatan Tarakan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan daerah yang terdampak rawan banjir dan mengetahui pemetaan daerah rawan banjir dengan pemanfaatan data penginderaan jarak jauh. Penelitian ini menggunakan metode skoring dan pembobotan antara parameter-parameter faktor kerawanan banjir. Setiap parameter akan dilakukan proses penilaian dengan pemberian bobot dan skor sesuai dengan pengklasifikasian masing-masing, yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software SIG. Hasil yang diperoleh berupa peta rawan banjir dimana daerah rawan banjir tejadi di hampir seluruh bagian barat daerah kecamatan Tarakan Barat dengan rincian 0.229 km2 (30%) kategori sangat rawan, 0.132 km2 (17%) kategori rawan, 0.146 km2 (19%) kategori cukup rawan, dan 0.253 km2 (33%) kategori tidak rawan. Pemetaan dengan pemanfaatan data penginderaan jarak jauh maka didapatkan faktor utama yang menjadi penyebab kerawanan banjir. Karena selain memiliki bobot yang besar, sebaran kemiringan mencapai 0–3% kategori datar dan 3-8% kategori berombak yang sebagian besar adalah dataran rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis penggunaan lahan berguna untuk mengidentifikasi mekanisme perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu lahan melalui pendekatan spasial dalam Sistem Informasi Geografis. Pendekatan spasial dilakukan dengan menggunakan program Arcgis untuk menganalisis data geografis kedalam satuan peta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui rancangan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam inventarisasi penggunaan dan potensi bahaya erosi lahan pertanian di Kota Tarakan, dan (2) menginformasikan penggunaan dan potensi bahaya erosi lahan pertanian di Kota Tarakan.. Penelitian ini mengambil data spasial dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, data Digital Elevation Model (DEM) untuk menganalisis kemiringan lereng serta ketinggian Kota Tarakan dan survey lapangan menggunakan GPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penggunaan lahan pertanian di Kota Tarakan secara umum 75,33%, didominasi penggunaan lahan hutan 38,91%, lahan terbuka non pemukiman 25,72%, pertanian secara khusus 9,35% dan lahan perkebunan 1,35%. Dalam sistem penggunaan lahan tidak pernah terlepas dari jenis tutupan lahan, tutupan lahan di Kota Tarakan terdapat 10 jenis tutupan meliputi hutan kota, hutan lahan kering, hutan rawa/gambut, kebun campuran, tegalan/ladang, lahan terbuka, semak belukar, kebun raya anggrek, padang rumput dan sawah. Kota Tarakan memiliki potensi bahaya erosi dapat dilihat dari faktor kemiringan lereng dari tahun 2012-2020 terjadi pengikisan luas kemiringan lereng di setiap kelasnya yaitu datar, landai, curam, agak curam dan sangat curam serta terjadinya pengurangan ketinggian dari 124 mdpl tahun 2012 menjadi 107 mdpl ditahun 2020. Dengan adanya tutupan lahan dan potensi bahaya erosi tersebut maka pendekatan pengelolaan lahan di Kota Tarakan harus lebih mengedepankan aspek intensifikasi dan konservasi lahan, agar ekosistem dapat terpelihara secara berkelanjutan.