Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kabupaten Bulungan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

pemetaan sebaran komoditas tanaman buah unggulan berbasis perwilayahan sentra produksi di kabupaten bulungan dengan mengunakan sistem informasi geografis (SIG)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antarwilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS TANAMAN BUAH UNGGULANAN BERBASIS PERWILAYAHAN SENTRA PRODUKSI di KABUPATEN BULUNGANN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antar wilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PRODUKSI UDANG WINDU PADA TAMBAK TRADISIONAL DI KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas unggulan perikanan budidaya bernilai ekonomi tinggi di pasar ekspor. Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memiliki lahan tambak tradisional terluas di Indonesia (±94.030,64 ha), namun produktivitasnya menurun drastis dari 300–400 kg/ha/siklus sebelum 2003 menjadi 25–70 kg/ha/siklus pada 2022, jauh di bawah standar Permen KP No. 75 Tahun 2016 (100–300 kg/ha/siklus). Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi aktual udang windu serta mengidentifikasi praktik manajemen budidaya pada sistem tambak tradisional di Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan Januari–Maret 2026 di tambak tradisional Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 350 responden yang dipilih secara purposive sampling dari 2.596 pembudidaya tambak yang tercatat, mencakup aspek karakteristik responden, kepemilikan tambak, proses budidaya, produksi aktual, kualitas air dan tanah, pengelolaan mangrove, biaya produksi, serta kendala utama. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (52,3%) berusia 30–50 tahun dengan rata-rata pengalaman bertambak 21,2 tahun, seluruhnya (100%) mengelola lahan milik sendiri rata-rata seluas 12,1 hektar. Tingkat produksi aktual rata-rata 50–60 kg/ha/siklus dengan sistem bersifat ekstensif, mengandalkan pakan alami dan pasang surut tanpa aerasi maupun pakan buatan. Kualitas air dan tanah tambak, serangan penyakit terutama White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Monodon Baculovirus (MBV) serta pengelolaan mangrove merupakan faktor penentu produksi utama. Pembudidaya yang melakukan penanaman mangrove menunjukkan produktivitas lebih tinggi. Kendala utama meliputi degradasi kualitas tanah dan air, serangan penyakit, keterbatasan modal, dan rendahnya adopsi teknologi. Sistem budidaya tambak tradisional udang windu di Kabupaten Bulungan masih berproduktivitas rendah akibat ketergantungan penuh pada faktor alam dan minimnya penerapan teknologi. Peningkatan produktivitas memerlukan perbaikan manajemen kualitas tanah dan air, penguatan biosekuriti, integrasi silvofishery berbasis mangrove, serta dukungan penyuluhan dan akses teknologi yang berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DYNAMIC SYSTEM KETERSEDIAAN BERAS DI KABUPATEN BULUNGAN

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait ketersediaan beras di Kabupaten Bulungan. Pertama Apakah pertumbuhan penduduk sebagai faktor yang berpengaruh dalam ketersediaan beras di Kabupaten Bulungan. Kedua, Apakah luas lahan sebagai variabel penting dalam peningkatan produksi beras di Kabupaten Bulungan. Penentuan lokasi dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive). Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian ini adalah Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bulungan, Dinas Ketahanan Pangan yang mempunyai arsip data yang dibutuhkan peneliti. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pendekatan dynamic system dengan software Ventana system (Vensim) PLE 9.3.4x64. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap ketersediaan beras adalah jumlah penduduk, dimana jumlah penduduk dari Tahun 2022-2052 naik secara signifikan dengan peningkatan rata-rata sebesar 2%. Produksi beras beras dari Tahun 2022-2052 mengalami penurunan rata-rata sebesar 2,1%, kebijakan simulasi ketersediaan beras di Kabupaten Bulungan telah dilakukan dengan skenario peningkatan laju cetak sawah sebesar 5%. Namun belum mencukupi konsumsi beras pada Tahun 2022, 2024-2025, 2029, 2031-2035, 2039-2041, 2045 dan 2050. Pada Tahun 2022 ketesediaan beras sebesar 8.075,15 ton dan konsumsi beras sebesar 8.075,16 ton sehingga masyarakat masih kekurangan 100 kg beras, begitu juga terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Ketika melakukan skenario gabungan ketersediaan beras di Kabupaten Bulungan dengan peningkatan laju cetak sawah 5% dan produktivitas sawah 10% telah mencukupi konsumsi beras masyarakat Kabupaten Bulungan dari Tahun 2022 sampai dengan Tahun 2052.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA PERAIRAN TAMBAK TRADISIONAL DI DESA TANJUNG BUKA KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Plankton yang terdiri dari fitoplankton dan zooplankton memiliki peran yang sangat penting di perairan yaitu sebagai bioindikator dalam menentukan tingkat kesuburan perairan dan juga sebagai pakan alami bagi biota perairan, terutama dalam proses budidaya tambak tradisional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur komunitas plankton pada Tambak Tradisional di Desa Tanjung Buka Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 4 lokasi sampling yang mewakili Perairan Tambak Tradisional dengan 4 kali pengambilan sampel selama 1 bulan. Hasil dari penelitian ini diperoleh kelimpahan fitoplankton 60.000-495.500 sel/liter, masuk kriteria perairan eutrofik dengan unsur hara tinggi, keanekaragaman jenis fitoplankton 2,30-2,69 kestabilan komunitas sedang, keseragaman fitoplankton tinggi dengan nilai 0,75-0,96, dan dominansi rendah dengan nilai 0,1-0,2 artinya tidak ada genus yang mendominasi genus lain. Kelimpahan dalam tambak masuk kriteria mesotrofik unsur hara sedang dengan nilai 3.000-13.000 sel/liter. Sedangkan perairan luar tambak termasuk perairan eutrofik kaya akan unsur hara dengan nilai 6.500-24.000, keanekaragaman jenis zooplankton 0,38-1,12 komunitas tidak stabil, keseragaman zooplankton tinggi dengan nilai 0,50-0,97, dan dominansi tinggi dengan nilai 0,4-0,8 artinya ada satu genus yang mendominasi di perairan tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deteksi dan Identifikasi Cendawan Terbawa Benih Padi (Oryza sativa L.) Di Sentra Budidaya Tanaman padi Kabupaten Bulungan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman padi yang sehat, sehingga kesehatan benih menjadi perhatian utama dalam pengelolaan budidaya tanaman padi. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan gangguan pada benih padi yakni cendawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cendawan patogen terbawa benih padi dan mengetahui perbedaan jenis cendawan terbawa benih yang berasal dari beberapa wilayah sentra budidaya tanaman padi Kabupaten Bulungan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada empat wilayah yakni Tanjung palas utara, Tanjung palas, Tanjung selor dan Tanjung palas tengah. serta dilaboratorium perlindungan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Deteksi keberadaan cendawan terbawa benih padi dilakukan dengan menggunakan metode uji kertas saring (blotter test). dari ke Empat wilayah. Hasil yang didaptkan Ditemukan 14 varietas benih padi yakni, cimalaya, ir, ketan hitam, ketan, semenanjung, padi sawah, padi unggul, padi cina, impari, ciliwung, rajawali, 64, ketan unggul, roti. Dari semua benih padi telah ditemukan empat cendawan terbawa benih, yakni Aspergillus oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor, Alternaria. persentase keberadaan Aspergillus oryzae tertinggi pada varietas ketan hitam mencapai 12,50%. Keberadaan Rhizopus oryzae dan Mucor mencapai 9,17% pada varietas semenanjung, sedangkan keberadaan cendawan Alternaria menginfeksi varietas padi roti dengan jumlah 5%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail