Abstrak
Tambak merupakan media budidaya air payau yang digunakan untuk pembesaran udang yang berlokasi di wilayah pesisir. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya udang di tambak adalah kesuburan kualitas air, tanah dan biologi (plankton). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesuburan tambak budidaya udang windu sistem tradisional di Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu membandingkan BM berdasarkan Permen KP. No. 75 tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2015. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-mei 2024 pada tambak udang windu di Kecamatan Tarakan Barat. Tambak udang windu yang digunakan penelitian sebanyak 3 petak tambak dan setiap petak diambil sampel air, sedimen dan plankton sebanyak 3 (tiga) ulangan. Parameter kualitas air tambak yang diukur yaitu suhu, pH, salinitas, alkalinitas, kecerahan, nitrat, fospat, kalium, dan oksigen terlarut, sedangkan parameter tanah yaitu pH, fospat, nitrat, dan kalium, serta perhitungan kelimpahan plankton, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas air dan tanah tambak seperti amonia, fospat, dan alkalinitas, pH tanah, fospat tanah dan kalium tanah tidak memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan. Hasil perhitungan kelimpahan plankton berjumlah 23 individu dengan perincian fitoplankton berjumlah 16 individu dan zooplankton berjumlah 7 individu. Indeks keanekaragaman plankton termasuk kategori sedang, indeks keseragaman plankton termasuk kategori dari tidak merata dan merata, sedangkan indeks dominansi termasuk kategori tidak ada jenis yang mendominasi. Status kesuburan air tambak udang windu berdasarkan unsur hara nitrat dan fospat termasuk kategori kesuburan rendah dan subur.