Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: AHP
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS) (STUDI KASUS : KANTOR KELURAHAN KARANG REJO KOTA TARAKAN)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemeliharaan bangunan dilakukan untuk menjaga, kenyamanan dan keandalan bangunan gedung sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan bangunan kantor Kelurahan Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), untuk menentukan bobot komponen bangunan. Langkah yang digunakan yaitu membandingkan data masing-masing penilaian komponen, yang diolah dengan menggunakan software expert choice v.11, dan hasil pembobotan tiap-tiap responden dikombinasikan. Dari hasil penelitian diperoleh penilaian bahwa kondisi kerusakan yang terjadi pada bangunan dengan skala kerusakan 11,5 masih dinyatakan baik. Biaya pemeliharaan untuk perbaikan bangunan gedung Kantor Kelurahan Karang Rejo diperlukan biaya sebesar Rp. 12.416.177,00. (Dua Belas Juta Empat Ratus Enam Belas Ribu Seratus Tujuh Puluh Tujuh Rupiah).Dan dari hasil perhitungan prioritas dalam pemeliharan bangunan diperoleh urutan prioritas yakni elemen cat dinding menjadi prioritas yang utama dengan nilai bobot 21,2%, kemudian Plafon Gypsum menjadi prioritas ke-2 dengan nilai bobot 19,7%, Plafon Tripleks menjadi prioritas ke-3 dengan nilai bobot 15,4%, daun pintu menjadi prioritas ke-4 dengan nilai bobot 15,4%, kemudian pintu kaca, listplafon, kunci tanam, handle pintu, dan lampu menjadi prioritas ke-5, ke-6, ke-7, ke-8, ke-9, dengan masing-masing bobot 12,9%, 6%, 3,4%, 3%, dan 3%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

.SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN ATLET BOLA VOLI PORPROV TARAKAN MENGGUNAKAN METODE AHP DAN VIKOR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Pemilihan atlet bola voli untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kota Tarakan merupakan proses yang memerlukan penilaian terhadap berbagai kriteria dan kemampuan atlet yang beragam. Proses seleksi yang masih dilakukan secara manual dapat membutuhkan waktu dalam pengolahan data dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) seleksi atlet bola voli berbasis website menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan VIKOR. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas lima kriteria teknik dasar, yaitu passing bawah, passing atas, smash, service, dan block berdasarkan tingkat kepentingannya pada masing-masing posisi pemain. Selanjutnya, metode VIKOR digunakan untuk menghasilkan perankingan atlet berdasarkan nilai kompromi pada posisi setter, spiker, dan libero. Penilaian setiap teknik dasar dilakukan melalui 10 kali percobaan dengan skor 0 sampai 10 sehingga diperoleh nilai kriteria dalam rentang 0 sampai 100. Sistem dikembangkan menggunakan framework laravel untuk mengelola data atlet, kriteria, penilaian, perhitungan AHP dan VIKOR, serta hasil seleksi. Hasil AHP menunjukkan bobot tertinggi pada posisi setter adalah passing atas sebesar 0.5049, spiker adalah smash sebesar 0.4641, dan libero adalah passing bawah sebesar 0.5028. Hasil VIKOR menunjukkan tiga peringkat teratas pada posisi setter adalah Ga. 0.0000, Wa. 0.0296, dan Yu. 0.0419 spiker adalah Ar. 0.0000, An. 0.0555, dan Ha. 0.0812 serta libero adalah Ad. 0.0000, Za. 0.0442, dan Ra. 0.0523. Berdasarkan aturan klasifikasi, diperoleh 9 atlet kategori Layak dan 21 atlet kategori Tidak Layak. Pengujian black box testing menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai fungsinya, sedangkan pengujian System Usability Scale (SUS) terhadap 20 responden memperoleh skor rata-rata 65.125 dengan kategori marginal. Sistem yang dibangun dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses seleksi atlet secara sistematis dan terstruktur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN DOSEN TERBAIK BERBASIS WEB DENGAN METODE AHP DAN EDAS DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penilaian dosen di Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan sebelumnya masih dilakukan menggunakan Google Form dan berfokus pada aspek pengajaran, sehingga belum mengintegrasikan aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu sistem penilaian. Penelitian ini bertujuan merancang sistem penilaian dosen terbaik berbasis web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Evaluation Based on Distance from Average Solution (EDAS). Sistem dibangun menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL. Metode AHP menentukan bobot kriteria, sedangkan EDAS menentukan ranking dosen. Nilai pengajaran diperoleh dari kuesioner mahasiswa, sedangkan nilai penelitian dan pengabdian diperoleh dari data yang telah diverifikasi. Hasil AHP menghasilkan bobot pengajaran sebesar 0,539 (53,9%), penelitian 0,297 (29,7%), dan pengabdian 0,164 (16,4%) dengan consistency ratio (CR) sebesar 0,008, sehingga matriks konsisten. Hasil EDAS menunjukkan alternatif A2 memperoleh appraisal score 1,0000 dan peringkat pertama. Pengujian blackbox terhadap 101 skenario mencapai keberhasilan 100%, sedangkan pengujian perhitungan AHP, pembentukan nilai aspek, dan EDAS memiliki kesesuaian 100% terhadap perhitungan Microsoft Excel. Pengujian kepuasan pengguna terhadap 45 responden memperoleh rata-rata 4,22 dengan kategori Sangat Setuju. Dengan demikian, sistem yang dibangun dapat mendukung proses penilaian dosen terbaik melalui pengelolaan data yang lebih terstruktur, perhitungan yang terukur, dan hasil yang terdokumentasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN APLIKASI MOBILE BERBASIS ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP) UNTUK KLASIFIKASI STATUS GIZI BURUK PADA BALITA (STUDI KASUS: KOTA TARAKAN)

2025•

Gizi buruk adalah masalah serius yang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Di Kota Tarakan, data dari EPPGBM 2020 menunjukkan angka gizi buruk sebesar 9.1% untuk anak yang kurus, 14% anak dengan gizi buruk, dan 4.0% anak yang mengalami wasting. Penelitian ini bertujuan membuat aplikasi mobile berbasis Android untuk mengklasifikasikan kondisi gizi buruk pada balita dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang diintegrasikan dengan standar WHO. Penelitian ini menggunakan metode R&D model Borg and Gall. Aplikasi dikembangkan menggunakan Flutter, Dart, dan database Hive. Aplikasi ini mengintegrasikan perhitungan Z-Score sesuai standar WHO dan analisis kuesioner gejala berdasarkan pedoman MTBS. Uji coba dilakukan pada 20 sampel balita, hasilnya menunjukkan aplikasi mampu mendeteksi 70% kasus malnutrisi, terdiri dari 40% kasus gizi buruk dan 30% kasus gizi kurang. Dengan metode AHP, gejala pernapasan dan dehidrasi diberi bobot prioritas tertinggi sebesar 0.248 dengan Consistency Ratio 0.061. Evaluasi kesan pengguna dari 20 responden menunjukkan rata-rata kepuasan sebesar 4.5 hingga 4.65 dari skala 5, dengan kemudahan penggunaan yang tertinggi yaitu 4.65. Uji Blackbox menunjukkan semua fitur aplikasi berjalan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Aplikasi ini bisa memudahkan deteksi dini gizi buruk pada balita dan mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi angka gizi buruk pada anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KESESUAIAN LOKASI TERMINAL PENUMPANG TIPE A DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam pembangunan terminal yang representatif harus mempertimbangkan antara lain lokasi, tata ruang, kapasitas, kepadatan lalu lintas, ekonomi dan finansial serta keterpaduan dengan moda transportasi lainnya. Dari data Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara hanya ada 1 trayek AKAP yang dioperasikan oleh Perum Damri, yaitu perjalanan dari Tanjung Selor-Tanjung Redep (Berau) yang berangkat 1 kali sehari berangkat pukul 11.00 WITA dari Tanjung Selor dan Pukul 09.00 WITA dari Berau dan ada 3 trayek AKDP yaitu Malinau, Tideng Pale (KTT), dan Salang. Pool bus Damri ini bukan berada di terminal melainkan di pasar yang dikelola Dinas Perhubungan. Lokasi keberangkatan saat ini tidak berada pada terminal karena ketidakadanya terminal Tipe A di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan faktor-faktor yang berpengaruh dan pemilihan lokasi terminal yang dipilih dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Data pada penelitian ini berupa preference responden yang menggunakan terminal tersebut. Berdsarkan hasil analisis perhitungan yang telah dilakukan, maka kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan lokasi terminal penumpang Tipe A yaitu faktor keselamatan sebesar 27%, kemudian keamanan sebesar 23%, kondisi lapangan sebesar 15%, biaya 14%, waktu perjalanan 11% dan yang terakhir jarak sebesar 10%. Sedangkan untuk pemilihan alternatif lokasi yang digunakan dalam pemilihan lokasi ini adalah Kota Baru Mandiri Tanjung Selor sebesar 41%, kemudian Kilometer 2 sebesar 32% dan Tanjung Palas sebesar 27%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pembangunan Sektor Pertanian Di Kota Tarakan Dengan Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP)

2024•

Pembangunan sektor pertanian merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Tujuan spesifik penelitian ini adalah: 1) Mengetahui subsektor prioritas dalam pengembangan sektor pertanian di kota Tarakan berdasarakan masing-masing kriteria dan subkriteria dan 2) Mengetahui strategi dari masing-masing kriteria prioritas pengembangan sektor pertanian kota Tarakan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Key informan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Kepala Bidang penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan dan Kepala Bappeda Litbang Kota Tarakan. Analisis data menggunakan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi prioritas pembangunan sektor pertanian di Kota Tarakan secara berurutan yaitu, strategi pertumbuhan subsektor dengan fokus pada sarana produksi, kemudian strategi penyerapan tenaga kerja dengan fokus pada nilai produksi dan selanjutnya strategi peningkatan daya saing dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, ketiga strategi tersebut difokuskan untuk pengembangan sektor perikanan. Strategi pengembangan subsektor perikanan melalui sarana produksi yaitu: 1) Peningkatan inovasi dan teknologi dan 2) Pemanfaatan ketersediaan bahan baku dengan pengembangan budidaya. Strategi pengembangan subsektor perikanan melalui peningkatan nilai produksi yaitu penguatan jaringan pengolahan dan pemasaran. Strategi pengembangan subsektor perikanan dengan pembangunan infrastruktur yaitu: 1) Peningkatan infrastruktur jalan dan bangunan pendukung usaha perikanan, 2) Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran dan 3) Peningkatan sarana perikanan dengan meningkatkan peluang usaha dan iklim investasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMILIHAN MODA ANGKUTAN BARANG KOTA NUNUKAN -KOTA TARAKAN DENGAN METODE AHP (Analitycal Hierarcy Process)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Banyaknya pilihan dalam pengiriman barang kota Nunukan menuju kota Tarakan seseorang harus mempertimbangkan interaksi antara pemilihan transportasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan faktor-faktor yang berpengaruh dan moda transportasi yang dipilih dengan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarcy Process). Data pada penelitian ini berupa pendapat responden yang mengirim barang dari Kota Nunukan – Kota Tarakan. Berdasarkan hasil analisis perhitungan yang telah dilakukan, maka kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan moda angkutan barang yaitu faktor biaya sebesar 28%, kemudahan sebesar 23%, pelayanan sebesar 21%, waktu perjalanan sebesar 18%, dan keamanan sebesar 10%. Sedangkan untuk pemilihan alternatif moda yang digunakan dalam pemilihan moda angkutan barang adalah kapal barang sebesar 25%, kapal laut sebesar 0,247 dibulatkan menjadi 25%, kapal fery sebesar 24%, pesawat terbang sebesar 14%, dan speed boat sebesar 0,138 dibulatkan menjadi 14%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM DALAM TRAYEK DAN ANGKUTAN SEWA KHUSUS DI KOTA TARAKAN.

2023•

ANALISIS PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM DALAMTRAYEK DAN ANGKUTAN SEWA KHUSUS DI KOTA TARAKAN Abstrak Transportasi merupakan alat yang membantu manusia mencapai suatu tempat dengan waktu yang lebih cepat. Di Indonesia terdapat beberapa macam alat transportasi yang dapat digunakan oleh masyarakat, begitu pula di kota Tarakan dengan pilihan alat transportasi yang tersedia lebih beragam. Dengan berkembangnya teknologi sekarang tersedia berbagai tipe moda transportasi yang melayani publik seperti moda angkutan umum dalam trayek dan angkutan sewa khusus (online). Beroperasinya angkutan sewa khusus berbasis online di kota Tarakan belakangan ini memberikan dampak menurunnya minat pelanggan menggunakan angkutan umum dalam trayek menunjang pergerakannya. Fenomena ini menarik untuk dilaksanakan penelitian untuk mengetahui jenis transportasi umum terbaik dan variabel yang sangat berpengaruh dalam pemilihan transportasi umum oleh pelanggan dalam melakukan perjalanan di kota Tarakan. Studi pemilihan transportasi umum ini menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process), dengan atribut penelitian terdiri dari: biaya, keamanan, kenyamanan, kemudahan mendapatkan moda, waktu perjalanan, dan pelayanan. Data primer diperoleh melalui wawancara/kuesioner kepada aktor/responden yang dipilih metode acak sederhana (simple random sampling). Jumlah responden ditentukan dengan rumus Yamane atau lebih umum dikenal sebagai rumus Slovin menggunakan data jumlah penduduk kota Tarakan Tahun 2021, dan diperoleh sebanyak 100 orang responden. Hasil analisis menunjukan moda angkutan umum yang dipilih pelanggan berdasarkan kriteria yang ditentukan adalah Angkutan Umum Sewa Khusus (online) dengan nilai rata-rata sebesar 5,965 dibanding Angkutan Umum Dalam Trayek dengan nilai rata-rata sebesar 5,711. Kriteria yang berpengaruh bagi pelanggan dalam pemilihan Angkutan Umum adalah kriteria biaya dengan nilai bobot sebesar 36,479, diikuti kriteria kemudahan mendapatkan moda dengan nilai 14,591, kriteria keamanan dengan nilai 12,906, kriteria pelayanan dengan nilai 12,706, kriteria kenyamanan dengan nilai 12,177, dan kriteria waktu pelayanan dengan nilai 11,165.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMETAAN SKALA PRIORITAS PENANGANAN JALAN DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kota Tarakan merupakan gerbang utama perdagangan dan jasa bagi Provinsi Kalimantan Utara, maka perlu adanya penataan sarana dan prasarana transportasi yang semakin meningkat. Mengingat permasalahan diatas pemeliharaan jalan merupakan prioritas utama dalam penanganan jalan guna memantapkan daya dukung kapasitas jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi jalan Kota Tarakan saat ini dan menyusun urutan prioritas kriteria yang digunakan dalam penentuan pemeliharaan jalan. Penelitian ini menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Obyek pada penelitian ini adalah ruas jalan dengan status jalan Provinsi dan Nasional. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi survey lapangan berupa penyebaran kuesioner dan formulir penilaian kondisi jalan. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai kerusakan pada tiap ruas jalan yaitu : Jalan Mulawarman (15,384), Jalan Yos Sudarso (185,747), Jalan Gajah Mada (84), Jalan Amal Lama (666,799), Jalan Amal Baru (0,0075), Jalan Gunung Selatan (1395,618), Jalan Bhayangkara (27,8313), Serta Jalan P. Aji Iskandar (705,349) dan bobot dari masing-masing kriteria adalah tingkat kerusakan jalan (0,561), lalu lintas harian rata-rata (0,079), klasifikasi fungsi jalan (0,036), pemeliharaan jalan (0,200), dan tingkat pelayanan jalan (0,124). Dimana urutan dari prioritas penanganan jalan adalah Jalan Gunung Selatan (0,207), Jalan Amal Lama (0,197), Jalan Gajah Mada (0,116), Jalan Yos Sudarso (0,111), Jalan Mulawarman (0,099), Jalan P. Aji Iskandar (0,098), Jalan Bhayangkara (0,094), serta Jalan Amal Baru (0,078).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN BANDAR UDARA DI KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan bandar udara di Provinsi Kalimantan Utara dinilai sangat penting dikarenakan bandar udara tersebut berfungsi sebagai penghubung antara wilayah- wilayah pedalaman yang ada di Kalimantan Utara. Selain itu, semakin bertambah nya volume frekuensi penerbangan juga menjadi salah satu alasan diperlukannya pengembangan bandar udara. Dalam perencanaan pengembangan bandar udara selama ini didasarkan pada volume lalu lintas penerbangan dan total jumlah penumpang tahunan, hal ini sesuai dengan PM No 39 tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang lain dalam proses perencanaan pengembangan bandar udara dengan menggunakan teori pengambilan keputusan yaitu kombinasi metode Analitic Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini menggunakan empat kriteria dan 121 alternatif dalam menentukan prioritas terbaik pengembangan bandar udara di Kalimantan Utara. Hasil dari perhitungan AHP dan SAW menunjukan bahwa pada ketiga bandar udara yang diteliti , untuk bandar udara Juwata Tarakan menunjukan bahwa terminal penumpang menjadi prioritas untuk dikembangkan dari sisi fasilitas darat dengan nilai bobot 0,2851 dan peralatan bantu visual dengan nilai bobot 1 untuk sisi fasilitas udara, lalu untuk bandar udara Nunukan menunjukan bahwa tempat parkir kendaraan menjadi prioritas untuk dikembangkan dengan nilai bobot 0,2749 dari sisi fasilitas darat sedangkan untuk fasilitas dari sisi udara yaitu fasilitas incapacitated passenger loading vehicle/IPL dengan nilai bobot 0,9031, lalu untuk bandar udara Tanjung Harapan dari sisi fasilitas darat belum ada yang perlu dikembangkan sedangkan dari sisi fasilitas udara peralatan pelayanan darat pesawat dan kendaraan operasional yang beroperasi di sisi udara yang harus dikembangkan dengan nilai bobot 1.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail