Abstrak
Dalam pembangunan terminal yang representatif harus mempertimbangkan antara lain lokasi, tata ruang, kapasitas, kepadatan lalu lintas, ekonomi dan finansial serta keterpaduan dengan moda transportasi lainnya. Dari data Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara hanya ada 1 trayek AKAP yang dioperasikan oleh Perum Damri, yaitu perjalanan dari Tanjung Selor-Tanjung Redep (Berau) yang berangkat 1 kali sehari berangkat pukul 11.00 WITA dari Tanjung Selor dan Pukul 09.00 WITA dari Berau dan ada 3 trayek AKDP yaitu Malinau, Tideng Pale (KTT), dan Salang. Pool bus Damri ini bukan berada di terminal melainkan di pasar yang dikelola Dinas Perhubungan. Lokasi keberangkatan saat ini tidak berada pada terminal karena ketidakadanya terminal Tipe A di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan faktor-faktor yang berpengaruh dan pemilihan lokasi terminal yang dipilih dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Data pada penelitian ini berupa preference responden yang menggunakan terminal tersebut. Berdsarkan hasil analisis perhitungan yang telah dilakukan, maka kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan lokasi terminal penumpang Tipe A yaitu faktor keselamatan sebesar 27%, kemudian keamanan sebesar 23%, kondisi lapangan sebesar 15%, biaya 14%, waktu perjalanan 11% dan yang terakhir jarak sebesar 10%. Sedangkan untuk pemilihan alternatif lokasi yang digunakan dalam pemilihan lokasi ini adalah Kota Baru Mandiri Tanjung Selor sebesar 41%, kemudian Kilometer 2 sebesar 32% dan Tanjung Palas sebesar 27%.