ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam pembangunan terminal yang representatif harus mempertimbangkan antara lain lokasi, tata ruang, kapasitas, kepadatan lalu lintas, ekonomi dan finansial serta keterpaduan dengan moda transportasi lainnya. Dari data Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara hanya ada 1 trayek AKAP yang dioperasikan oleh Perum Damri, yaitu perjalanan dari Tanjung Selor-Tanjung Redep (Berau) yang berangkat 1 kali sehari berangkat pukul 11.00 WITA dari Tanjung Selor dan Pukul 09.00 WITA dari Berau dan ada 3 trayek AKDP yaitu Malinau, Tideng Pale (KTT), dan Salang. Pool bus Damri ini bukan berada di terminal melainkan di pasar yang dikelola Dinas Perhubungan. Lokasi keberangkatan saat ini tidak berada pada terminal karena ketidakadanya terminal Tipe A di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan faktor-faktor yang berpengaruh dan pemilihan lokasi terminal yang dipilih dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Data pada penelitian ini berupa preference responden yang menggunakan terminal tersebut. Berdsarkan hasil analisis perhitungan yang telah dilakukan, maka kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan lokasi terminal penumpang Tipe A yaitu faktor keselamatan sebesar 27%, kemudian keamanan sebesar 23%, kondisi lapangan sebesar 15%, biaya 14%, waktu perjalanan 11% dan yang terakhir jarak sebesar 10%. Sedangkan untuk pemilihan alternatif lokasi yang digunakan dalam pemilihan lokasi ini adalah Kota Baru Mandiri Tanjung Selor sebesar 41%, kemudian Kilometer 2 sebesar 32% dan Tanjung Palas sebesar 27%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ANALISIS PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM DALAMTRAYEK DAN ANGKUTAN SEWA KHUSUS DI KOTA TARAKAN Abstrak Transportasi merupakan alat yang membantu manusia mencapai suatu tempat dengan waktu yang lebih cepat. Di Indonesia terdapat beberapa macam alat transportasi yang dapat digunakan oleh masyarakat, begitu pula di kota Tarakan dengan pilihan alat transportasi yang tersedia lebih beragam. Dengan berkembangnya teknologi sekarang tersedia berbagai tipe moda transportasi yang melayani publik seperti moda angkutan umum dalam trayek dan angkutan sewa khusus (online). Beroperasinya angkutan sewa khusus berbasis online di kota Tarakan belakangan ini memberikan dampak menurunnya minat pelanggan menggunakan angkutan umum dalam trayek menunjang pergerakannya. Fenomena ini menarik untuk dilaksanakan penelitian untuk mengetahui jenis transportasi umum terbaik dan variabel yang sangat berpengaruh dalam pemilihan transportasi umum oleh pelanggan dalam melakukan perjalanan di kota Tarakan. Studi pemilihan transportasi umum ini menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process), dengan atribut penelitian terdiri dari: biaya, keamanan, kenyamanan, kemudahan mendapatkan moda, waktu perjalanan, dan pelayanan. Data primer diperoleh melalui wawancara/kuesioner kepada aktor/responden yang dipilih metode acak sederhana (simple random sampling). Jumlah responden ditentukan dengan rumus Yamane atau lebih umum dikenal sebagai rumus Slovin menggunakan data jumlah penduduk kota Tarakan Tahun 2021, dan diperoleh sebanyak 100 orang responden. Hasil analisis menunjukan moda angkutan umum yang dipilih pelanggan berdasarkan kriteria yang ditentukan adalah Angkutan Umum Sewa Khusus (online) dengan nilai rata-rata sebesar 5,965 dibanding Angkutan Umum Dalam Trayek dengan nilai rata-rata sebesar 5,711. Kriteria yang berpengaruh bagi pelanggan dalam pemilihan Angkutan Umum adalah kriteria biaya dengan nilai bobot sebesar 36,479, diikuti kriteria kemudahan mendapatkan moda dengan nilai 14,591, kriteria keamanan dengan nilai 12,906, kriteria pelayanan dengan nilai 12,706, kriteria kenyamanan dengan nilai 12,177, dan kriteria waktu pelayanan dengan nilai 11,165.