Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

53 hasil
Subjek: distribusi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI HARGA CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) STUDI KASUS DI PASAR GUSHER DI KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat harga cabai rawit serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi harga cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan. Faktor yang dianalisis meliputi permintaan, pasokan, cuaca, biaya distribusi, dan kebijakan pemerintah. Penelitian dilaksanakan di Pasar Gusher Kota Tarakan pada bulan Desember 2025 sampai Mei 2026. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 50 pedagang cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa harga rata-rata cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan sebesar Rp65,09/kg, dengan harga terendah Rp36,19/kg dan harga tertinggi Rp115,79/kg. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel permintaan, pasokan, cuaca, biaya distribusi, dan kebijakan pemerintah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel pasokan (Sig. 0,015), cuaca (Sig. 0,001), dan kebijakan pemerintah (Sig. 0,005) berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit, sedangkan variabel permintaan (Sig. 0,179) dan biaya distribusi (Sig. 0,147) tidak berpengaruh secara signifikan. Variabel cuaca merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi harga cabai rawit. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,387 menunjukkan bahwa sebesar 38,7% variasi harga cabai rawit dapat dijelaskan oleh variabel yang diteliti, sedangkan 61,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI IKAN YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN SENTRA KELAUTAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) SEBATIK PADA PERIODE SEBELUM DAN SELAMA MASA PSBB COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DISTRIBUSI IKAN YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN SENTRA KELAUTAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) SEBATIK PADA PERIODE SEBELUM DAN SELAMA MASA SPBB COVID-19 ABSTRAK Pandemi Covid-19 telah berdampak pada setiap aspek kehidupan manusia, termasuk pada kegiatan perikanan tangkap. Kegiatan perikanan tangkap pada aspek distribusi jenis ikan di Sebatik berpusat di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Berbagai jenis ikan menjadi komoditas yang keluar dan masuk melalui SKPT. Dampak adanya pandemi Covid-19 dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sebatik terindikasi mempengaruhi distribusi berbagai jenis ikan dalam aspek pemasarannya secara kuantitatif. Tujuan penelitian ini tentang distribusi ikan di SKPT Sebatik saat sebelum dan selama masa PSBB Covid-19 sebelum pandemi pada bulan Januari- Maret dan selama masa PSBB Covid-19 pada bulan April- Juni. Distribusi ikan menurun drastis, kecuali ikan Bandeng. Ikan Bandeng meningkat selama adanya PSBB. Rata-rata distribusi ikan Bandeng sebelum adanya PSBB 84.467 kg meningkat menjadi 243,067. Total rata- jenis ikan sebelum adanya PSBB 135.100 kg. Tetapi selama masa PSBB Covid 19 menurun menjadi 243,941 Kg. Kecuali ikan Bandeng meningkat. Hal ini di sebabkan karena adanya peningkatan pada ikan Bandeng karena ikan Bandeng merupakan hasil budidaya dan jenis ikan laut selama adanya PSBB Covid-19 menurun karena nelayan banyak yang tidak pergi melaut. Kata kunci: distribusi, ikan, PSBB, Covid-19.   DISTRIBUTION OF FISH LANDED IN THE INTEGRATE MARINE FISHERIES CENTER PORT (SKPT) SEBATIK IN THE PERIOD BEFORE AND DURING THE COVID-19 PANDEMIC Abstract The 2019 Corona Virus Disease (COVID-19) pandemic hit Wuhan, China at the end of December 2019. There are 65 countries that have been exposed to this virus (WHO, 2020). The research objective is to find out whether during the corona virus pandemic there was a change in fish distribution or no changes at all and to determine the type of fish distribution is Cental of Integrated Marine and Fisheries (CIMF) / Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik. When this research wash conducted from March to June 2020. The method in this study used a descriptive method. The distribution results of fish entering from the city of Tarakan to Sebatik have decreased, except for milkfish. Milkfish of before and after the covid 19 pandemic was not significant different with at becausenit is a result of endurance while different sea fish are real, because it is the result of a fisherman in exports from Tarakan to Sebatik later in exports to Malaysia. Keywords: Distribution, fish, pandemic covid-19, Sebatik island

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBIJAKAN DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WAHYU VIOLITA EKA SARI. 1640202033. 2020. Analisis Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Adi Sutrisno. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian (1) mengetahui kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia, (2) mengetahui pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, dan (3) mengetahui apakah pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa kebijakan pupuk bersubsidi yang sudah ada di Indonesia, sudah sesuai dengan proses distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, di mulai dari Lini I adalah lokasi gudang produsen pupuk, yaitu pupuk dari PT. PKT Bontang dan PT. Petrokimia Gresik. Lini II adalah gudang penyanggah yang berada di Ibukota Provinsi Kaltara yaitu Tg. Selor. Lini III adalah gudang distributor yang berada di Kabupaten Bulungan. Lini IV adalah gudang pupuk dikios pengecer, kemudian diberikan kesasaran yaitu kelompok tani atau petani dengan demikian maka penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sudah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA JATUH TEGANGAN TRAFO DISTRIBUSI 20 kV PADA FEEDER 3 PT. PLN TANJUNG SELOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISA JATUH TEGANGAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 kV PADA FEEDER 3 PT. PLN TANJUNG SELOR Nama : Riyan NPM : 14.301020.030 Dosen Pembimbing : Achmad Budiman, S.T., M.T. ABSTRAK Listrik saat ini merupakan kebutuhan yang saat ini bisa dikatakan salah satu bahan pokok masyarakat. Energi listrik yang tersalurkan kekosumen melewati proses pendistribusian aliran daya listrik yang terdiri dari pembangkit, saluran transmisi, saluran distribusi, dan konsumen. Secara umum baik buruknya sistem penyaluran dan distribusi tenaga listrik terutama adalah dari kualitas daya yang tersalurkan dari pembangkit sampai kekosumen. Pada penelitian ini penulis melakukan analisa yang berfokus pada transformator distribusi 20 kV penyulang 3 PT. PLN Tanjung Selor untuk menganalisis besar jatuh tegangan yang terjadi pada saluran yang dipengaruhi oleh jarak antar transformator distribusi pada penyulang 3. Jatuh tegangan yang terjadi pada transformator distribusi 20 kV pada penyulang 3 PT. PLN Tanjung selor masih dalam keadaan baik atau tidak melebihi batas toleransi yang ada sehingga tidak perlu adanya perbaikan dari segi tata letak jarak antar transformator. Jatuh tegangan bisa terjadi oleh beberapa sebab salah satunya dari jarak antar trafo yang terlalu jauh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PEMETAAN KETERSEDIAAN JARINGAN DITRIBUSI AIR BAKU EMBUNG HANDULUNG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Embung pada dasarnya merupakan air tadah hujan yang memberikan solusi bagi pemerintah disaat air hujan ditampung didalamnya dan ketika musim kemarau air yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Embung berfungsi sebagai bangunan penampung air baku untuk melayani suatu perumahan. Embung sangat efektif untuk mengatasi daerah kekurangan air, baik air baku maupun irigasi. Tujuan pembangunan embung adalah untuk membuat suatu sistem penyediaan air baku berguna mensuplai air untuk kebutuhan dan keperluan masyarakat Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa kendala atau permasalahan yang hingga kini memerlukan pemecahan baik secara pendekatan persuasif maupun dengan mengadakan kegiatan fisik, antara lain, menentukan titik jalur suplai air baku yang terdekat dari embung Handulung, menentukan jalur distribusi air baku, menuntukan lokasi embung Handulung yang tidak jauh dari titik mata air daerah binalatung dengan melakukan overlay menggunakan software SIG. Hasil yang diperoleh berupa peta jaringan distribusi dimana Wilayah pemetaan lokasi dan jaringan distribusi embung Handulung berada pada daerah pesisir pantai Amal Binalatung dengan luas embung 123.608 m2. Berdasarkan survey lokasi yang telah dilakukan pada daerah penelitian Embung Handulung diketahui terdapat 2 daerah aliran sungai (DAS) yang digunakan sebagai sumber air baku untuk menampung air di saat musim kemarau dengan mendigitasi aliran sungai dimana titik koordinat awal dari sungai Indulung yang pertama X:117.647246 Y:3.394088 sampai kesumber air baku X:117.644803 Y:3.394852 dan titik awal dari sungai Indulung yang kedua X:117.647843 Y:3.394518 sampai ke sumber air baku X:117.646402 Y:3.395768 ke dua aliran sungai memiliki lebar rata-rata ±10 m dengan panjang 220 m dari badan embung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU SUNGAI (Glyphis fowlerae) DI PERAIRAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies hiu langka dengan distribusi terbatas pada perairan tawar hingga estuari. Keterbatasan informasi mengenai ekologi dan pola penyebarannya menyebabkan penelitian mengenai habitat dan distribusinya penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae serta mengetahui karakteristik habitat berdasarkan kondisi kualitas perairan di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan penentuan lokasi secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah individu, lokasi tangkapan, waktu pengamatan, laju tangkap, serta parameter kualitas perairan berupa suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut (DO). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 individu Glyphis fowlerae ditemukan pada tiga stasiun pengamatan, dengan jumlah tertinggi pada Stasiun 1 sebanyak 16 individu (40%). Distribusi temporal selama periode Oktober 2025 hingga April 2026 menunjukkan variasi jumlah individu setiap bulan, dengan jumlah tertinggi ditemukan pada April 2026 sebanyak 8 individu (20%) dan terendah pada Desember 2025 sebanyak 4 individu (10%). Nilai laju tangkap Glyphis fowlerae selama penelitian berkisar antara 1,26–2,94 kg/jam, dengan nilai tertinggi pada April 2026 sebesar 2,94 kg/jam dan terendah pada Maret 2026 sebesar 1,26 kg/jam. Kondisi kualitas perairan selama penelitian menunjukkan suhu 31,05–31,61°C, pH 6,48–6,95, salinitas 1,19–8,24 ppt, dan DO 5,12–5,83 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae berkaitan dengan dinamika habitat Perairan Sesayap, terutama perubahan kondisi lingkungan perairan. Informasi ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan habitat dan upaya konservasi hiu sungai di Perairan Sesayap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK KIMIA DAN FITOKIMIA PARTIKEL SUBMIKRO CaO DARI CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix sp) MELALUI GREEN SYNTHESIS MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN API-API (Avicennia marina)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO₃) yang tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kalsium oksida (CaO) bernilai tambah. Pemanfaatan metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina) merupakan alternatif yang ramah lingkungan dalam sintesis partikel submikro CaO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan fitokimia partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) melalui green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina). Penelitian dilakukan dengan mensintesis CaO dari cangkang kerang kapah menggunakan ekstrak daun api-api sebagai agen green synthesis, kemudian dikarakterisasi menggunakan uji fitokimia, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil uji PSA menunjukkan bahwa partikel CaO memiliki distribusi ukuran berkisar 50–700 nm dengan ukuran dominan pada rentang 180–200 nm, sehingga termasuk kategori partikel submikro. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (O–H) pada bilangan gelombang sekitar 3645 cm⁻¹, gugus karbonat (CO₃²⁻) pada daerah 1400–1500 cm⁻¹, serta ikatan Ca–O pada daerah 450–550 cm⁻¹, yang mengonfirmasi terbentuknya kalsium oksida. Uji fitokimia menunjukkan hasil negatif terhadap alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin, yang mengindikasikan bahwa senyawa metabolit sekunder telah terdegradasi selama proses kalsinasi sehingga diperoleh CaO dengan tingkat kemurnian yang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api berhasil menghasilkan partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah dengan karakteristik kimia yang sesuai sebagai material CaO dan tanpa kandungan metabolit sekunder pada produk akhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA JATUH TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI PT. PLN KP SEBATIK MENGGUNAKAN DIGSILENT POWERFACTORY

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Jatuh Tegangan Pada Sistem Distribusi PT. PLN KP. Sebatik Menggunakan Digsilent Powerfactory

2026•

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR BIAYA DAN KARAKTERISTIK ANGKUTAN BARANG MENGGUNAKAN KAPAL FERRY DAN KAPAL KAYU PADA RUTE TARAKAN – KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Distribusi barang antarwilayah di Indonesia masih menghadapi kendala tingginya biaya transportasi, khususnya pada penyeberangan antarpulau. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketimpangan distribusi logistik yang berdampak pada disparitas harga barang dan keterlambatan waktu pengiriman. Sebagai provinsi baru, Kalimantan Utara membutuhkan penguatan jaringan transportasi untuk mendukung kelancaran distribusi barang antarwilayah. Biaya angkutan barang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis moda transportasi, waktu tempuh, kapasitas muat, aksesibilitas, dan jadwal keberangkatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya operasional angkutan barang pada kapal Ferry dan kapal kayu serta mengevaluasi karakteristik operasional kedua jenis kapal dalam kegiatan distribusi barang. Metode yang digunakan adalah metode Biaya Operasional Kapal (BOK) untuk menghitung biaya operasional tahunan yang meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Analisis dilakukan melalui perhitungan komponen biaya operasional yang terdiri atas biaya penyusutan, bunga modal, asuransi, ABK, BBM, pelumas, air tawar, dan biaya perawatan, serta evaluasi karakteristik berdasarkan aspek biaya operasional, kapasitas angkut, fleksibilitas operasional, frekuensi trip, keselamatan, dan jangkauan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan biaya operasional antara kapal Ferry dan kapal kayu dipengaruhi oleh besarnya masing-masing komponen biaya operasional. Kapal Ferry memiliki biaya operasional yang lebih tinggi karena kapasitas angkut yang besar, frekuensi perjalanan yang tinggi, serta sistem operasional yang lebih kompleks, sedangkan kapal kayu memiliki sistem operasional yang lebih sederhana. Selain itu, perbedaan karakteristik operasional menunjukkan bahwa masing-masing jenis kapal memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam mendukung distribusi barang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN UDANG HASIL TANGKAPAN UTAMA (Trammel Net) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN IMPLIKASI UNTUK PENGELOLAAN BERKELANJUTAN

2026•

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan ukuran udang hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap trammel net di perairan sebatik, kabupaten nunukan, kalimantan utara, serta implikasinya terhadap pengelolaan berkelanjutan. penelitian ini di lakukan di perairan sebatik, kabupaten nunukan, selama tiga bulan, dari bulan mei hingga bulan juli 2025. pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan jumlah hasil tangkapan nelayan. Analisis meliputi identifikasi morfologis, perhitungan kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, distribusi ukuran, hubungan panjang-berat, serta parameter populasi dan tingkat eksploitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan didominasi oleh udang windu (penaeus monodon) dan udang putih (litopenaeus vannamei) sebagai hasil tangkapan utama (31,96%), sementara hasil tangkapan sampingan mencapai (68,03%). Distribusi ukuran memperlihatkan sebagai besar udang tertangkap dalam kondisi juvenil atau belum mencapai ukuran matang gonad, yang mengindikasikan adanya potensi penangkapan berlebihan (overfishing). Nilai tingkat eksploitasi E sebesar 0,50-0,56 menunjukkan bahwa stok udang di perairan sebatik berada dapam kondisi fully exploited. Selain itu, berkelanjutan sumber daya udang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai daerah pemijahan, pembesaran, dan pencarian makan. Degradasi mangrove akibat ahli fungsi lahan dan polusi memperburuk tekanan terhadap stok udang. Oleh karena itu diperlukan strategi pengelolaan terpadu, seperti pembatasan ukuran tangkapan, modifikasi alat tangkap, penerapan musim penutupan, serta rehabilitas mangrove berbasis masyarakat untuk menjamin berkelanjutan perikanan udang di perairan sebatik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOEKOLOGI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii ) DI SUNGAI SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang hidup pada sistem sungai dan estuari. Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, merupakan salah satu habitat alami udang galah yang belum banyak dikaji secara komprehensif dari aspek bioekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek reproduksi (nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad/TKG, indeks kematangan gonad/IKG), aspek pertumbuhan (hubungan panjang–berat dan faktor kondisi), parameter lingkungan (DO, salinitas, pH, suhu), serta pola distribusi spasial dan temporal udang galah. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun (hulu, tengah, hilir) dengan total sampel 300 ekor. Analisis reproduksi dilakukan melalui identifikasi TKG dan perhitungan IKG, sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan persamaan hubungan panjang–berat (W = aLᵇ) dan faktor kondisi. Parameter kualitas air diukur secara langsung di lapangan. Distribusi spasial dianalisis berdasarkan kelas ukuran antar stasiun, sedangkan distribusi temporal dibandingkan antara fase spring tide dan neap tide. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin relatif seimbang (1:1,02). TKG betina didominasi tahap IV, menunjukkan aktivitas reproduksi aktif. Nilai IKG betina lebih tinggi dibanding jantan pada seluruh stasiun. Hubungan panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif pada jantan (b = 3,1342; R² = 0,896) dan allometrik negatif pada betina (b = 2,9366; R² = 0,9127). Parameter kualitas air masih berada pada kisaran optimal (DO 6,7–7,2 mg/L; pH 6,6–7,2; suhu 26,9–32,4°C; salinitas 0‰). Distribusi spasial didominasi kelas ukuran menengah (13–18 cm), dengan kecenderungan individu lebih besar ditemukan di hilir. Distribusi temporal menunjukkan dominasi ukuran menengah pada fase spring tide maupun neap tide. Disimpulkan bahwa populasi udang galah di Sungai Sesayap berada dalam kondisi pertumbuhan aktif dan reproduktif, dengan struktur ukuran yang relatif stabil serta kualitas lingkungan yang mendukung keberlanjutan populasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI INTEGRASI ANGKUTAN BARANG KOTA TARAKAN (STUDI KASUS: PELABUHAN MALUNDUNG DAN TENGKAYU 1)

2026•

Distribusi barang merupakan komponen vital dalam sistem logistik yang mendukung ekonomi Kota Tarakan. Namun, saat ini terdapat ketidakselarasan antara jaringan jalan, tata ruang, dan pusat logistik, di mana aktivitas bongkar muat sering dilakukan di badan jalan yang memicu kemacetan dan ketidakteraturan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sistem distribusi barang dari pelabuhan ke gudang dan ritel, serta menganalisis kondisi integrasi sistem tersebut menggunakan pendekatan SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif melalui pemberian bobot dan rating pada faktor internal (IFAS) dan eksternal (EFAS). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner terhadap lima entitas utama, termasuk Dinas Perhubungan, pengelola pelabuhan, operator logistik, pengelola gudang, dan pelaku ritel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik distribusi barang di Tarakan didominasi oleh pergerakan truk kontainer dan box truck dari Pelabuhan Malundung dan Tengkayu I menuju gudang di pusat kota (Jl. Yos Sudarso, Jl. Diponegoro, dan Jl. KH. Agus Salim). Hasil analisis matriks SWOT menempatkan sistem distribusi Kota Tarakan pada Kuadran IV (skor strategi Weaknesses-Threats tertinggi sebesar 3,92), yang mengindikasikan situasi defensif. Kelemahan utama meliputi ketiadaan terminal logistik terintegrasi dan keterbatasan fasilitas bongkar muat, sementara ancaman utama adalah konflik lalu lintas dengan kendaraan pribadi dan keterbatasan lahan logistik di pusat kota. Penelitian ini merekomendasikan strategi minimalisasi kelemahan internal melalui penyusunan regulasi teknis distribusi, penguatan koordinasi antarinstansi, serta perencanaan pembangunan zona logistik di wilayah pinggiran kota untuk mengurangi beban pusat kota.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi masyarakat terhadap eksternalitas budidaya rumput laut di kelurahan nunukan barat kabupaten nunuksn

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKSTERNALITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN NUNUKAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Budidaya rumput laut merupakan aktivitas ekonomi pesisir yang berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga berpotensi menimbulkan eksternalitas positif dan negatif pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Fenomena tersebut memunculkan berbagai persepsi masyarakat yang perlu dikaji secara empiris untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai dampak yang ditimbulkan. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden di Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan. Pengukuran persepsi menggunakan skala Likert yang dianalisis melalui distribusi frekuensi dan persentase Hasil analisis keseluruhan menunjukkan bahwa eksternalitas positif memiliki tingkat intensitas lebih tinggi dengan persentase 70,87% (kategori positif) dibandingkan eksternalitas negatif sebesar 67,13% (kategori cukup). Temuan ini menegaskan bahwa secara agregat, budidaya rumput laut memberikan dampak bersih yang cenderung menguntungkan bagi masyarakat pesisir. Walaupun eksternalitas negatif belum berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, keberadaannya tetap menjadi indikator penting dalam evaluasi keberlanjutan usaha budidaya rumput laut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan yang terintegrasi agar manfaat ekonomi dan sosial dapat terus dioptimalkan, sementara tekanan terhadap aspek sosial dan lingkungan dapat diminimalkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Aliran Daya Akibat Penambahan Beban Dalam Menjaga Stabilitas Sistem Pembangkitan di PT. PLN (Persero) Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Energi listrik merupakan kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas rumah tangga, komersial, dan industri. Peningkatan kebutuhan energi listrik akibat pertumbuhan wilayah menuntut sistem distribusi yang andal dan efisien. Salah satu tantangan dalam sistem distribusi adalah penambahan beban baru yang dapat mempengaruhi stabilitas sistem pembangkitan melalui perubahan profil tegangan, rugi-rugi daya, dan jatuh tegangan. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengevaluasi kemampuan sistem dalam menjaga stabilitas setelah penambahan beban tanpa melanggar standar teknis yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi aliran daya berbantuan perangkat lunak Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) versi 19.0.1. Data yang digunakan meliputi data pembangkit, saluran, transformator, beban, serta diagram segaris sistem distribusi 20 kV PT PLN Persero Tarakan. Simulasi dilakukan untuk menganalisis kondisi sistem sebelum dan setelah penambahan beban sebesar 3.294 kVA dari PT Phoenix dan PT Krist pada Feeder 10. Hasil simulasi divalidasi melalui perhitungan manual dan dibandingkan dengan standar SPLN 1:2015 dan SPLN 72:1987. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penambahan beban, sistem tetap stabil dengan tegangan bus terendah 97,05% pada Bus89 dan jatuh tegangan tertinggi 1,83% pada saluran F10 Bus 5. Validasi perhitungan manual pada saluran F10 Bus 4 menunjukkan rugi-rugi daya aktif meningkat dari 9,2 kW menjadi 20,0 kW dan jatuh tegangan meningkat dari 0,98% menjadi 1,44%. Seluruh parameter masih memenuhi standar SPLN sehingga sistem pembangkitan PT PLN Persero Tarakan mampu menjaga stabilitas setelah penambahan beban.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EKSTERNALITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PULAU SADAU KOTA TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak eksternalitas yang ditimbulkan dari kegiatan budidaya rumput laut di Pulau Sadau, Kota Tarakan. Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat di kawasan pesisir, namun kegiatan ini tidak terlepas dari berbagai dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksternalitas negatif lebih besar dari pada eksternalitas positif, pada eksternalitas negatif indikator yang terkuat adalah pendapatan, konsumsi dan kesehatan sebesar 0,90 pada eksternalitas positif pada tenaga kerja sebesar 0,86. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pengelolaan yang berkelanjutan serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk meminimalkan dampak negatif dan mengoptimalkan manfaat ekonomi dari budidaya rumput laut di wilayah tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Keandalan Sistem Distribusi Listrik pada PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan dengan Metode Section Technique

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas analisis keandalan sistem distribusi listrik pada PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan menggunakan metode Section Technique. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keandalan sistem distribusi berdasarkan dua parameter utama, yaitu System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) dan System Average Interruption Duration Index (SAIDI), serta membandingkannya dengan standar keandalan yang telah ditetapkan oleh SPLN 68-2:1986. Metode Section Technique digunakan untuk membagi jaringan distribusi menjadi beberapa bagian (section) berdasarkan fuse cut out (FCO), sehingga memungkinkan identifikasi area yang memiliki tingkat gangguan tertinggi. Data yang digunakan meliputi jumlah pelanggan, panjang saluran, data gangguan tahunan, serta waktu perbaikan dari setiap section. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai SAIFI total sebesar 3,6661 kali/tahun dan SAIDI total sebesar 4,85 jam/tahun. Nilai SAIDI telah memenuhi standar SPLN 68-2:1986 sebesar 21 jam/tahun, sedangkan nilai SAIFI masih sedikit di atas standar 3,2 kali/tahun. Section 5 dan Section 11 tercatat sebagai area dengan nilai indeks gangguan tertinggi sehingga menjadi fokus utama perbaikan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Section Technique efektif dalam mengevaluasi keandalan sistem distribusi dan membantu PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan dalam menentukan prioritas pemeliharaan untuk meningkatkan keandalan jaringan serta kepuasan pelanggan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Sistem Plambing Air Bersih Pada Bangunan Gedung PPTQ IBNU ABBAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan merencanakan sistem plambing air bersih pada bangunan gedung asrama PPTQ Ibnu Abbas di Kota Tarakan untuk menjamin distribusi air bersih yang optimal dan sesuai standar teknis sehingga dapat menunjang kenyamanan para penghuni. Sistem dirancang menggunakan dua tangki atas sebagai sumber utama distribusi air ke lantai 1, 2, dan 3. Air dialirkan melalui pipa tegak (riser) dan pipa distribusi horizontal menuju setiap titik pemakaian. Sistem dirancang paralel agar dapat melayani penggunaan secara bersamaan. Kebutuhan air harian diperhitungkan sebanyak 12.600 liter/hari dengan waktu pemakaian 8 jam, serta diperhitungkan kebutuhan pada jam dan menit puncak untuk memastikan kapasitas tangki serta dimensi pipa yang tepat. Hasil perhitungan menunjukkan tekanan air pada lantai 3 sebesar 0,347 bar, belum memadai untuk operasional WC gelontor sehingga diperlukan pompa booster, sementara tekanan di lantai 1 dan 2 sudah mencukupi dan dapat mengandalkan sistem gravitasi. Pompa yang direkomendasikan memiliki daya 250 watt dengan kapasitas maksimal 66 liter/menit. Desain ini dapat dijadikan acuan dalam pembangunan sistem plambing gedung bertingkat serupa yang membutuhkan distribusi air bersih efektif dan efisien

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SISTEM PLAMBING UNTUK DISTRIBUSI AIR DI PELABUHAN TENGKAYU 1 KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas transportasi speedboat yang melayani penumpang dan barang antarpulau. Permasalahan utama yang dihadapi adalah distribusi air bersih, khususnya pada jam-jam puncak, sehingga mengganggu pelayanan fasilitas pelabuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian sistem plambing dengan kebutuhan debit air bersih harian, kapasitas bak penampung, diameter pipa, dan daya pompa yang diperlukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara, serta acuan SNI 03 7065-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan air bersih di Pelabuhan Tengkayu 1 adalah sebesar 14.371 liter per hari. Sistem penampungan berupa Ground Water Tank (GWT) berkapasitas 28,8 m³ dan Roof Tank (RT) berkapasitas 18,4 m³ dinilai mencukupi kebutuhan tersebut. Pompa yang tersedia memiliki daya 4 HP (2,98 kW), lebih tinggi dari kebutuhan minimum, sehingga mampu mendukung distribusi air bersih secara efektif. Namun, debit aktual yang terdistribusi hanya sekitar 7,8 m³/hari, sehingga belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan riil pengguna pelabuhan. Kesimpulannya, kapasitas sistem plambing di pelabuhan Tengkayu secara umum telah memadai, tetapi diperlukan optimalisasi distribusi air agar sesuai dengan kebutuhan harian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGEMBANGAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA KELURAHAN PANTAI AMAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi manusia dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Saat ini, kebutuhan air bersih khususnya wilayah Tarakan dipasok oleh PDAM Tirta Alam Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih serta merancang pengembangan sistem jaringan pipa distribusi di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode yang digunakan meliputi proyeksi pertumbuhan penduduk dengan metode Aritmatika, perhitungan kebutuhan air domestic dan non-domestik, serta simulasi jaringan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2 dengan persamaan Hazen-Wiliams. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penduduk meningkat dari 11.894 jiwa pada tahun 2024 menjadi 23.593 jiwa pada tahun 2033, dengan kebutuhan air bersih total yang terus meningkat. Simulasi jaringan eksisting tahun 2024 memperlihatkan masih terdapat node dengan tekanan dibawah standar minimal (0,5 atm) serta kecepatan aliran pada beberapa pipa kurang dari 0,3 m/s. Pada simulasi pengembangan tahun 2033 dengan penambahan dan penyesuaian pipa, distribusi tekanan menjadi lebih merata (1 - 6 atm) dan kecepatan aliran telah memenuhi kriteria teknis (0,3 - 2,5 m/s). Maka pengembangan jaringan distribusi sangat diperlukan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi hingga tahun 2033 serta dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah maupun PDAM dalam perencanaan sistem distribusi air bersih.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail