Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Air Bersih
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Menggunakan Sistem Software Epanet 2.2 (Studi Kasus : Pada Desa Bandan Bikis Kecamatan Sesayap Hilir)

2026•

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Desa Bandan Bikis, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, belum memperoleh pelayanan air bersih perpipaan sehingga masyarakat masih memanfaatkan air hujan, air kolam, dan air sumur bor. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air bersih hingga tahun 2029 serta merencanakan jaringan distribusi air bersih menggunakan software EPANET 2.2 meliputi parameter tekanan, kecepatan aliran, dan kehilangan energi. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Proyeksi jumlah penduduk dihitung menggunakan metode aritmatika berdasarkan data tahun 2019–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk tahun 2029 diproyeksikan mencapai 912 jiwa. Kebutuhan air rata-rata harian sebesar 0,845 L/dtk, kebutuhan harian maksimum sebesar 0,971 L/dtk, dan kebutuhan jam puncak sebesar 1,478 L/dtk. Hasil simulasi EPANET 2.2 menunjukkan nilai tekanan berkisar 45,49–51,52 m, kecepatan aliran 0,16–0,71 m/dtk, dan headloss 1,18–11 m/km. Secara umum, jaringan yang direncanakan mampu mendistribusikan air ke seluruh wilayah pelayanan dengan tekanan yang memenuhi standar. Berdasarkan hasil penelitian, jaringan distribusi air bersih yang direncanakan layak diterapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun 2029. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji kualitas air dan biaya pembangunan jaringan secara lebih rinci.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Sistem Plambing Air Bersih Pada Bangunan Gedung PPTQ IBNU ABBAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan merencanakan sistem plambing air bersih pada bangunan gedung asrama PPTQ Ibnu Abbas di Kota Tarakan untuk menjamin distribusi air bersih yang optimal dan sesuai standar teknis sehingga dapat menunjang kenyamanan para penghuni. Sistem dirancang menggunakan dua tangki atas sebagai sumber utama distribusi air ke lantai 1, 2, dan 3. Air dialirkan melalui pipa tegak (riser) dan pipa distribusi horizontal menuju setiap titik pemakaian. Sistem dirancang paralel agar dapat melayani penggunaan secara bersamaan. Kebutuhan air harian diperhitungkan sebanyak 12.600 liter/hari dengan waktu pemakaian 8 jam, serta diperhitungkan kebutuhan pada jam dan menit puncak untuk memastikan kapasitas tangki serta dimensi pipa yang tepat. Hasil perhitungan menunjukkan tekanan air pada lantai 3 sebesar 0,347 bar, belum memadai untuk operasional WC gelontor sehingga diperlukan pompa booster, sementara tekanan di lantai 1 dan 2 sudah mencukupi dan dapat mengandalkan sistem gravitasi. Pompa yang direkomendasikan memiliki daya 250 watt dengan kapasitas maksimal 66 liter/menit. Desain ini dapat dijadikan acuan dalam pembangunan sistem plambing gedung bertingkat serupa yang membutuhkan distribusi air bersih efektif dan efisien

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SISTEM PLAMBING UNTUK DISTRIBUSI AIR DI PELABUHAN TENGKAYU 1 KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas transportasi speedboat yang melayani penumpang dan barang antarpulau. Permasalahan utama yang dihadapi adalah distribusi air bersih, khususnya pada jam-jam puncak, sehingga mengganggu pelayanan fasilitas pelabuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian sistem plambing dengan kebutuhan debit air bersih harian, kapasitas bak penampung, diameter pipa, dan daya pompa yang diperlukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara, serta acuan SNI 03 7065-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan air bersih di Pelabuhan Tengkayu 1 adalah sebesar 14.371 liter per hari. Sistem penampungan berupa Ground Water Tank (GWT) berkapasitas 28,8 m³ dan Roof Tank (RT) berkapasitas 18,4 m³ dinilai mencukupi kebutuhan tersebut. Pompa yang tersedia memiliki daya 4 HP (2,98 kW), lebih tinggi dari kebutuhan minimum, sehingga mampu mendukung distribusi air bersih secara efektif. Namun, debit aktual yang terdistribusi hanya sekitar 7,8 m³/hari, sehingga belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan riil pengguna pelabuhan. Kesimpulannya, kapasitas sistem plambing di pelabuhan Tengkayu secara umum telah memadai, tetapi diperlukan optimalisasi distribusi air agar sesuai dengan kebutuhan harian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGEMBANGAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA KELURAHAN PANTAI AMAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi manusia dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Saat ini, kebutuhan air bersih khususnya wilayah Tarakan dipasok oleh PDAM Tirta Alam Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih serta merancang pengembangan sistem jaringan pipa distribusi di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode yang digunakan meliputi proyeksi pertumbuhan penduduk dengan metode Aritmatika, perhitungan kebutuhan air domestic dan non-domestik, serta simulasi jaringan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2 dengan persamaan Hazen-Wiliams. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penduduk meningkat dari 11.894 jiwa pada tahun 2024 menjadi 23.593 jiwa pada tahun 2033, dengan kebutuhan air bersih total yang terus meningkat. Simulasi jaringan eksisting tahun 2024 memperlihatkan masih terdapat node dengan tekanan dibawah standar minimal (0,5 atm) serta kecepatan aliran pada beberapa pipa kurang dari 0,3 m/s. Pada simulasi pengembangan tahun 2033 dengan penambahan dan penyesuaian pipa, distribusi tekanan menjadi lebih merata (1 - 6 atm) dan kecepatan aliran telah memenuhi kriteria teknis (0,3 - 2,5 m/s). Maka pengembangan jaringan distribusi sangat diperlukan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi hingga tahun 2033 serta dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah maupun PDAM dalam perencanaan sistem distribusi air bersih.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Pada Kelurahan Selumit Kota Tarakan

2025•

Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang harus selalu terpenuhi, termasuk di Kelurahan Selumit Kota Tarakan yang dilayani PDAM Tirta Alam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi jaringan distribusi air bersih dengan menganalisis proyeksi jumlah penduduk, kebutuhan air bersih, serta kinerja hidrolis menggunakan EPANET 2.2 dan kondisi eksisting jaringan pipa, termasuk parameter tekanan, kecepatan aliran, dan kehilangan energi (headloos). Hasil menunjukkan pertumbuhan penduduk rata-rata 0,31% per tahun dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2033 sebesar 6.821 jiwa sedangkan untuk tahun 2024 sebesar 6.797 jiwa, serta kebutuhan air total meningkat dari 10,242 liter/detik untuk tahun 2024 menjadi 10,424 liter/detik untuk tahun 2033. Simulasi EPANET 2.2 memperlihatkan sebagian besar node memiliki tekanan sesuai standar 5-80 m (0,5-8 atm), kehilangan energi memenuhi standar 0-15 m/km, dan kecepatan aliran masih di bawah kriteria standar 0,3-0,6 m/s. Meskipun beberapa titik mengalami tekanan rendah akibat topografi dan keterbatasan kapasitas pipa. Secara umum, sistem distribusi eksisting masih dapat memenuhi kebutuhan hingga tahun proyeksi, namun diperlukan optimalisasi kapasitas pipa, desain pipa dan penyediaan infrastruktur pendukung agar distribusi air lebih merata dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Aktivitas Antropogenik Terhadap Kualitas Air Hujan di Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup sedangkan ketersediaan air bersih secara kuantitas dan kualitas rendah. Hujan dapat menjadi solusi namun butuh pengolahan lebih. Kota Tarakan merupakan daerah yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber air, jika tidak terjadi hujan PDAM memprediksi ketersediaan air hanya cukup untuk 4 bulan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik kimia air hujan Kota Tarakan yang dibandingkan dengan standar baku mutu sesuai dengan Persyaratan Kualitas Air Bersih dari Permenkes Nomor 32 Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahap yaitu penampungan air hujan. Karakteristik fisik kimia air hujan di Kota Tarakan belum memenuhi standar baku mutu air besih dari Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 dan hasil pengujian Anova menunjukkan tidak ada perbedaan kualitas air hujan secara signifikan pada setiap lokasi dan waktu pengambilan sampel air hujan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JUMLAH KAMAR DAN JUMLAH PENGINAP TERHADAP PERMINTAAN AIR BERSIH HOTEL DI KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah kamar dan jumlah penginap terhadap permintaan air bersih hotel di kota tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa jumlah kamar tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan air bersih, dengan nilai t hitung X1 (1,064) t tabel (2,051) dan nilai Sig. X1 (0,297) > α (0,05). Jumlah pengunjung berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan air bersih, dengan nilai t hitung X2 (3,796) > t tabel (2,051) dan nilai Sig. X2 (0,001) α (0,05). Secara simultan terdapat pengaruh antara jumlah kamar dan jumlah penginap terhadap permintaan air bersih, dengan nilai F hitung (17,830) > F tabel (3,34) dan nilai Sig F hitung (0,000 0,05). Dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,569 atau 56,9 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 56,9 persen permintaan air bersih dipengaruhi oleh jumlah kamar dan jumlah penginap. Sedangkan, sisanya sebesar 43,1 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

willingness to pay masyarakat terhadap konsumsi air bersih sumur bor di kelurahan juata permai

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecamatan Tarakan Utara Memiliki tiga kelurahan yaitu, Kelurahan Juata Permai,Kelurahan Juata Kerikil dan Kelurahan Juata Laut. Di kelurahan Juata Permai penggunaan air sumur bor cukup banyak. Faktor utama nya ialah kurangnya penyebaran air PDAM dan mahalnya biaya yang di keluarkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesediaan membayar masyarakat dalam menggunakan air bersih sumur bor. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Willingness To Pay dan menggunakan teknik sampling jenuh. Dalam hal ini jumlah populasi digunakan dalam penelitian ini.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 35 responden dan keseluruhan menjadi sampel penelitian. Data yang digunakan adalah menggunakan data primer. Diartikan bahwa data yang digunakan berasal dari data langsung yang diolah kemudian mendapatkan hasil akhirnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesediaan membayar masyarakat dalam mengkonsumsi air bersih sumur bor sangat tinggi,sehingga biaya yang dikeluarkan tidak membebankan masyarakat. Dengan demikian total rata-rata dari kesediaan masyarakat untuk membayar air bersih sumur bor adalah Rp.23.923 perbulan.Artinya kesediaan membayar masyarakat dalam konsumsi air bersih sumur bor lebih efisien daripada air PDAM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail