ANALISIS SISTEM PLAMBING UNTUK DISTRIBUSI AIR DI PELABUHAN TENGKAYU 1 KOTA TARAKAN
Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas transportasi speedboat yang melayani penumpang dan barang antarpulau. Permasalahan utama yang dihadapi adalah distribusi air bersih, khususnya pada jam-jam puncak, sehingga mengganggu pelayanan fasilitas pelabuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian sistem plambing dengan kebutuhan debit air bersih harian, kapasitas bak penampung, diameter pipa, dan daya pompa yang diperlukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara, serta acuan SNI 03 7065-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan air bersih di Pelabuhan Tengkayu 1 adalah sebesar 14.371 liter per hari. Sistem penampungan berupa Ground Water Tank (GWT) berkapasitas 28,8 m³ dan Roof Tank (RT) berkapasitas 18,4 m³ dinilai mencukupi kebutuhan tersebut. Pompa yang tersedia memiliki daya 4 HP (2,98 kW), lebih tinggi dari kebutuhan minimum, sehingga mampu mendukung distribusi air bersih secara efektif. Namun, debit aktual yang terdistribusi hanya sekitar 7,8 m³/hari, sehingga belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan riil pengguna pelabuhan. Kesimpulannya, kapasitas sistem plambing di pelabuhan Tengkayu secara umum telah memadai, tetapi diperlukan optimalisasi distribusi air agar sesuai dengan kebutuhan harian.