Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ABDULLAH MATAHARI ZULKARNAIN

2 karya publik ditemukan.

2024: 2

Pengaruh Aktivitas Antropogenik Terhadap Kualitas Air Hujan di Kota Tarakan

2024 · Book ·

Air merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup sedangkan ketersediaan air bersih secara kuantitas dan kualitas rendah. Hujan dapat menjadi solusi namun butuh pengolahan lebih. Kota Tarakan merupakan daerah yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber air, jika tidak terjadi hujan PDAM memprediksi ketersediaan air hanya cukup untuk 4 bulan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik kimia air hujan Kota Tarakan yang dibandingkan dengan standar baku mutu sesuai dengan Persyaratan Kualitas Air Bersih dari Permenkes Nomor 32 Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahap yaitu penampungan air hujan. Karakteristik fisik kimia air hujan di Kota Tarakan belum memenuhi standar baku mutu air besih dari Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 dan hasil pengujian Anova menunjukkan tidak ada perbedaan kualitas air hujan secara signifikan pada setiap lokasi dan waktu pengambilan sampel air hujan.

Pengaruh Aktivitas Antropogenik Terhadap Kualitas Air Hujan di Kota Tarakan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup sedangkan ketersediaan air bersih secara kuantitas dan kualitas rendah. Hujan dapat menjadi solusi namun butuh pengolahan lebih. Kota Tarakan merupakan daerah yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber air, jika tidak terjadi hujan PDAM memprediksi ketersediaan air hanya cukup untuk 4 bulan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik kimia air hujan Kota Tarakan yang dibandingkan dengan standar baku mutu sesuai dengan Persyaratan Kualitas Air Bersih dari Permenkes Nomor 32 Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahap yaitu penampungan air hujan. Karakteristik fisik kimia air hujan di Kota Tarakan belum memenuhi standar baku mutu air besih dari Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 dan hasil pengujian Anova menunjukkan tidak ada perbedaan kualitas air hujan secara signifikan pada setiap lokasi dan waktu pengambilan sampel air hujan.