ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKSTERNALITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN NUNUKAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Budidaya rumput laut merupakan aktivitas ekonomi pesisir yang berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga berpotensi menimbulkan eksternalitas positif dan negatif pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Fenomena tersebut memunculkan berbagai persepsi masyarakat yang perlu dikaji secara empiris untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai dampak yang ditimbulkan. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden di Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan. Pengukuran persepsi menggunakan skala Likert yang dianalisis melalui distribusi frekuensi dan persentase Hasil analisis keseluruhan menunjukkan bahwa eksternalitas positif memiliki tingkat intensitas lebih tinggi dengan persentase 70,87% (kategori positif) dibandingkan eksternalitas negatif sebesar 67,13% (kategori cukup). Temuan ini menegaskan bahwa secara agregat, budidaya rumput laut memberikan dampak bersih yang cenderung menguntungkan bagi masyarakat pesisir. Walaupun eksternalitas negatif belum berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, keberadaannya tetap menjadi indikator penting dalam evaluasi keberlanjutan usaha budidaya rumput laut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan yang terintegrasi agar manfaat ekonomi dan sosial dapat terus dioptimalkan, sementara tekanan terhadap aspek sosial dan lingkungan dapat diminimalkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak eksternalitas yang ditimbulkan dari kegiatan budidaya rumput laut di Pulau Sadau, Kota Tarakan. Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat di kawasan pesisir, namun kegiatan ini tidak terlepas dari berbagai dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksternalitas negatif lebih besar dari pada eksternalitas positif, pada eksternalitas negatif indikator yang terkuat adalah pendapatan, konsumsi dan kesehatan sebesar 0,90 pada eksternalitas positif pada tenaga kerja sebesar 0,86. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pengelolaan yang berkelanjutan serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk meminimalkan dampak negatif dan mengoptimalkan manfaat ekonomi dari budidaya rumput laut di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksternalitas positif dan eksternalitas negatif dari aktivitas budidaya rumput laut yang dilakukan di Kawasan Pesisir Pantai Amal Kota Tarakan melalui variabel ekonomi, sosial dan lingkungan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan cara wawancara melalui kuesioner yang dibagikan. Penentuan sampel penelitian menggunakan metode sampling purposive dengan jumlah sampel 100 responden. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif menggunakan skor skala likert dan distribusi frekuensi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perbandingan skor skala likert, distribusi frekuensi persentase eksternalitas positif memiliki nilai 58,26 % sedangkan distribusi frekuensi persentase eksternalitas negatif memiliki nilai 41,74 %. Hal ini dapat menunjukkan bahwa masyarakat di Kawasan Pesisir Pantai Amal Kota Tarakan lebih menerima manfaat daripada kerugian dari adanya aktivitas budidaya rumput laut yang dilakukan. Berdasarkan tiga variabel eksternalitas yang telah diteliti, skor dan persentase eksternalitas positif menyatakan bahwa variabel ekonomi memiliki nilai persentase tertinggi sedangkan eksternalitas negatif menyatakan bahwa variabel lingkungan memiliki nilai persentase tertinggi di Kawasan Pesisir Pantai Amal Kota Tarakan.