ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan bidang pertanian yang dibiayai melalui Dana Desa, mengetahui tingkat efektivitas pemanfaatan Dana Desa di bidang pertanian, serta mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan Dana Desa di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2026 di tujuh desa di Kecamatan Sesayap. Metode penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 7 informan dari aparat desa dan 70 responden yang berprofesi sebagai petani. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi, dan studi Pustaka. Analisis data dilakukan dengan secara deskriptif kualitatif, sedangkan efektivitas dan persepsi masyarakat dianalisis menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pertanian yang dibiayai Dana Desa meliputi kegiatan ketahanan pangan dan budidaya pertanian, penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian, serta pembangunan infrastruktur pendukung pertanian yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa. Tingkat efektivitas pemanfaatan Dana Desa di bidang pertanian memperoleh persentase 82,7% dan termasuk kategori efektif, dengan indikator ketepatan sasaran program sebesar 88,6% tujuan program 82,9% sosialisasi program 75,1% dan evaluasi program 84,3%. Sementara itu, persepsi masyarakat memperoleh persentase 80,0% dan termasuk kategori positif dengan indikator kognitif 73,1%, afektif 87,4%, dan konatif 79,4%. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Dana Desa di bidang pertanian telah berjalan efektif dan memperoleh persepsi positif dari masyarakat, meskipun sosialisasi program serta pengetahuan dan pemahaman masyarakat masih perlu ditingkatkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKSTERNALITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN NUNUKAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Budidaya rumput laut merupakan aktivitas ekonomi pesisir yang berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga berpotensi menimbulkan eksternalitas positif dan negatif pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Fenomena tersebut memunculkan berbagai persepsi masyarakat yang perlu dikaji secara empiris untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai dampak yang ditimbulkan. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden di Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan. Pengukuran persepsi menggunakan skala Likert yang dianalisis melalui distribusi frekuensi dan persentase Hasil analisis keseluruhan menunjukkan bahwa eksternalitas positif memiliki tingkat intensitas lebih tinggi dengan persentase 70,87% (kategori positif) dibandingkan eksternalitas negatif sebesar 67,13% (kategori cukup). Temuan ini menegaskan bahwa secara agregat, budidaya rumput laut memberikan dampak bersih yang cenderung menguntungkan bagi masyarakat pesisir. Walaupun eksternalitas negatif belum berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, keberadaannya tetap menjadi indikator penting dalam evaluasi keberlanjutan usaha budidaya rumput laut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan yang terintegrasi agar manfaat ekonomi dan sosial dapat terus dioptimalkan, sementara tekanan terhadap aspek sosial dan lingkungan dapat diminimalkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi masyarakat adalah perusahaan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap reputasi dan kesuksesan perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat sekitar pada program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh perusahaan JOB Pertamina Medco E&P Simenggaris di Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat sekitar lokasi operasional perusahaan. Analisis data yang digunakan analisis data deskriptif, dimana data yang diperoleh kemudian dideskripsikan dengan menggunakan prosedur penerapan alat ukur frekensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang bervariasi terhadap program CSR yang dijalankan oleh perusahaan. Beberapa masyarakat menyatakan bahwa program CSR memberikan manfaat yang signifikan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan UMKM. Namun, terdapat juga masyarakat yang merasa bahwa distribusi program CSR kurang merata dan komunikasi antara perusahaan dan masyarakat perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun program CSR telah memberikan dampak positif, namun perusahaan perlu memperbaiki beberapa aspek untuk meningkatkan penerimaan dan dukungan dari masyarakat sekitar. Dengan demikian, keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekosistem Mangrove di Kawasan pesisir Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan mengalami penurunan fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove dan persepsi masyarakat dan menentukan strategi pengelolaan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, yaitu Kerapatan Relatif, Frekuensi Relatif, dan Penutupan Relatif. Pengambilan data melalui pengukuran langsung di lapangan pada ekosistem mangrove, persepsi masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi mangrove, dan instansi pemerintah yang terkait dengan pengelolaan ekosistem mangrove Kelurahan Juata Laut. Hasil penelitian menunjukkan jenis tumbuhan yang menyusun ekosistem mangrove di lokasi penelitian terdiri dari jenis tumbuhan mangrove sejati yaitu hanya Sonneratia alba. Mangrove di Kelurahan Juata Laut diketahui berdasarkan indeks nilai penting (INP) hasil penjumlahan nilai relatif (RDi) 100%, frekuensi relatif (Rfi) 100% , dan nilai penutupan relatif (RCi) 100%, diperoleh nilai sebesar 300% pada pohon, anakkan dan semai didominasi oleh Sonneratia alba. Pemahaman masyarakat mengenai mangrove menurut tingkat Pendidikan dengan indikator mangrove penting menyatakan bahwa 93% masyarakat Juata Laut menganggap sangat penting dengan adanya mangrove, Sedangkan 7% masyarakat Juata Laut tidak memahami pentingnya mangrove. Indikator dampak kerusakan menyatakan bahwa 90% masyarakat mengetahui dampak kerusakan mangrove dan 10% tidak mengetahui. Indikator pelestarian menyatakan bahwa 20% masyarakat yang setuju dengan penggunaan mangrove sebagai bahan baku dan 80% tidak setuju. Terdapat delapan strategi pengelolaan yang dihasilkan yaitu 1) Meningkatkan potensi masyarakat sekitar dengan memperbanyak pelibatan terhadap kegiatan pelestarian mangrove. 2) Memperbanyak kegiatan penelitian tentang ekosisistem mangrove. 3) Membuat rencana yang terorganisir terhadap kegiatan pelestarian mangrove. 4) Peningkatan MCS (Monitoring, Controling and Surveilance). 5) Lebih meningkatkan peran oraganisasi masyarakat 6) Pengembangan kawasan mangrove yang berwawasan lingkungan. 7) Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove. 8) Pemerintah dan masyarakat bersama-sama mendukung pengelolaan mangrove.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha produksi tahu dan tempe termasuk dalam kategori industi kecil. Pada umumnya industri kecil seperti tahu dan tempe belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terstandarisasi. Dengan adanya beberapa usaha produksi tahu dan tempe di Kelurahan Karang Anyar yang berdekatan langsung dengan masyarakat nantinya akan menimbulkan permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaku usaha produksi tahu dan tempe mengolah limbah produksi dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap dampak limbah buangan hasil produksi tahu dan tempe. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan lokasi dan sampel responden terhadap pelaku usaha produksi dan masyarakat sekitar usaha produksi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknis analisis deskriptif dan pembobotan. Analisis data untuk tujuan pertama adalah analisis deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui fakta dan kondisi dilapangan terkait pengolahan limbah usaha tahu dan tempe. Analisis data untuk tujuan kedua adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait estetika, bau dan lingkungan. Penentuan responden kepada para pelaku usaha produksi tahu dan tempe yang ada di Karang Anyar adalah yang memiliki kriteria telah beroperasi selama lebih dari 5 tahun, sedangkan penentuan responden masyarakat adalah yang tinggal berdekatan dengan usaha produksi tahu dan tempe yang berjarak 500 meter dari tempat usaha produksi dan tinggal berdekatan dengan saluran drainase. Hasil dari penelitian ini dari 7 pelaku usaha produksi tahu dan tempe pada pengolahan limbah cair tahu dan tempe rata-rata usaha produksi tahu dan tempe belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga langsung dialirkan ke saluran drainase sehingga menimbulkan berbagai persepsi dari masyarakat sekitar usaha produksi. Hasil dari persepsi rata-rata nilai sikap masyarakat menunjukkan ada yang merasa terganggu namun ada pula yang merasa tidak terganggu terhadap limbah cair produksi tahu dan tempe yang dibuang pada saluran drainase.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan persepsi masyarakat terhadap eksternalitas dari keberadaan PT. Inhutani I Unit Manegement Juata di Kawasan Juata Laut Kota Tarakan, penelitian ini dilakukan pada masyarakat yang berada di Kawasan Juata Laut Kota Tarakan tahun 2020 dengan sampel sebanyak 77 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil dari penelitian ini menggunakan rumus Skala Guttman maka diperoleh hasil persepsi masyarakat terhadap eksternalitas positif PT. Inhutani I Unit Management Juata dapat disimpulkan bahwa responden setuju dengan keberadaan PT. Inhutani I Unit Management Juata. Responden juga merasakan dampak positif dari keberedaan PT. Inhutani I Unit Management Juata dikarenakan banyak sanak keluarga dan masyarakat sekitar perusahan yang bekerja diperusahaan yang cukup mengurangi pengangguran di lingkungan responden. Walaupun Perusahan tidak memberikan konpensasi terhadap kerusakan lingkungan yang dirasakan responden. Responden juga tidak merasakan kegiatan bhakti sosial yang di adakan PT. Inhutani I Unit Management Juata terhadap masyarakat sekitar perusahannya di kawasan Juata Laut Kota Tarakan. Dari hasil persepsi masyarakan terhadap eksternalitas negatif PT. Inhutani I Unit Management Juata dapat disimpulkan responden merasakan dampak negatif bagi lingkungan dari keberdaaan PT. Inhutani I Unit Management Juata di Kawasan Juata Laut. Responden tidak merasakan kebisingan dari kegiatan produksi yang dilakukan PT. Inhutani I Unit Management Juata. Sebagaian besar responden juga berpendapat kalau air tidak tercemari kegiatan produksi yang dilakukan perusahaan PT. Inhutani I Unit Management Juata. Sedangkan seabagian besar responden berpendapat jika responden merasa terganggu dari debu serbu kayu dan asap yang berterbangan sampai ke pemukiman responden yang juga mengotori perabotan responden yang berada disekitar PT. Inhutani I Unit Management Juata di Kawasan Juata Laut Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN MATA UANG GANDA DI PERBATASAN INDONESIA- MALAYSIA Vera Lestari 1640402015 Dr. Pither Palungan, S.E., M.Si Email: [email protected], Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda diperbatasan Indonesia-Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah sebanyak 80 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perhitungan dari 6 unsur pertanyaan kuesioner mengenai persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda di perbatasan diperoleh hasil akhir sebesar 74% yang berada pada kategori interval 60%-74%. Sehingga masyarakat setuju dan mendukung yang dilakukan bank Indonesia mengadakan sosialisasi BI terhadap uang Rupiah di perbatasan. justru masyarakat meminta agar bank Indonesia mengadakan terus menerus sosialisasi sehingga masyarakat di Desa Aji Kuning menghilangkan pola pikir masyarakat terhadap penggunaan uang Ringgit di perbatasan dan meningkatkan pola pikir masyarakat terhadap penggunan uang Rupiah ini sangat berarti diperbatasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Taman Berlabuh sebagai upaya pemerintah dalam menyediakan ruang terbuka publik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang di gunakan adalah dengan cara pengisian kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh pengunjung Taman Berlabuh Kota Tarakan sebanyak 105 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala guttman. Hasil penelitian ini diketahui bahwa persepsi masyarakat yang berkunjung di Taman Berlabuh terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan ruang terbuka publik dengan menggunakan 3 indikator penelitian. Hal ini diperoleh dari hasil indikator pemahaman masyarakat Kota Tarakan yang memahami mengenai upaya pemerintah dalam menyediakan Ruang Terbuka Publik. Dalam hal ini, Taman Berlabuh dengan nilai persentase sebesar 64% menjawab Ya dan yang menjawab Tidak sebesar 36%. Dari indikator penilaian, masyarakat Kota Tarakan yang berkunjung di Taman Berlabuh menilai bahwa upaya pemerintah kurang maksimal dalam menyediakan Ruang Terbuka Publik dengan nilai persentase sebesar 52% menjawab Ya dan sebesar 48% menjawab Tidak, Dari indikator penerimaan, masyarakat Kota Tarakan yang sedang berkunjung di Taman Berlabuh belum menerima sepenuhnya pelaksanaan upaya pemerintah dalam menyediakan Ruang Terbuka Publik Dengan nilai persentase tidak menerima sebesar 40% dan Ya menerima sebesar 60%, di karenakan masih banyak hal yang harus di evaluasi pada upaya-upaya pemerintah dalam pengadaan Taman Berlabuh.