Abstrak
Perubahan iklim menjadi salah satu fenomena yang mempengaruhi kondisi masyarakat pesisir dari aspek fisik, sosial maupun ekonominya. Kota Tarakan sendiri merupakan satu kota yang berada di satu pulau kecil sehingga seluruh kotanya dapat dikatakan sebagai pesisir. sebagai masyarakat yang tinggal di daerah pesisir tentu mereka tergolong sebagai masyarakat rentan karena berada di wilayah rawan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji klasifikasi kerentanan fisik, sosial dan ekonomi serta kapasitas masyarakat pesisir akibat perubahan iklim di Kota Tarakan dan mengukur hubungan kerentanan fisik, sosial dan ekonomi terhadap kapasitas masyarakat dari adanya bencana akibat perubahan iklim di Kota Tarakan. Data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode skala likert, skala guttman dan rating scale serta uji korelasi spearman rank. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa tingkat kerentanan fisik masyarakat pesisir Kota Tarakan adalah tinggi pada angka 80%, dan kerentanan sosial ekonomi masyarakat pesisir Kota Tarakan adalah sedang pada angka berturut-turut 52% dan 51%. Sementara untuk tingkat kapasitas masyarakat yaitu tinggi pada angka 69%. Untuk tingkat hubungan kerentanan fisik,sosial dan ekonomi terhadap kapasitas masyarakat yaitu sangat lemah. Selain itu, dari penelitian ini diperoleh strategi peningkatan kapasitas adaptasi masyarakat yaitu merealiasasikan kegiatan mitigasi berdasarkan UU No 24 tahun 2007 dan Rencana Aksi Penanggulangan Bencana Kota Tarakan.