ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Tinjauan Yuridis Pemetaan Tapal Batas Desa Data Dian Dengan Desa Long Metun Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalaah, Pengaturan penetapan dan pemetaan batas Desa Data Dian Dengan Desa Long Metun Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Malinau dan Implementasi pemetaan dan penetapan batas Desa Data Dian Dengan Desa Long Metun Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, Penetapan dan pemetaan batas Desa Data Dian dengan Desa Long Metun di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau, dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa. Prosesnya meliputi inventarisasi dokumen, penyusunan peta batas melalui kartometri dan survei lapangan, penetapan batas oleh bupati, pemasangan tanda fisik, serta sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah memastikan prosedur hukum terpenuhi untuk memberikan kepastian hukum dan tertib administrasi. Pemetaan dan penetapan batas Desa Data Dian dengan Desa Long Metun, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau dilakukan melalui pengumpulan data peta dan dokumen legal, survei lapangan menggunakan GPS dengan melibatkan masyarakat, digitalisasi data ke GIS untuk menghasilkan peta batas yang akurat, serta musyawarah antar desa dan koordinasi kecamatan untuk menyepakati batas. Hasilnya dituangkan dalam Berita Acara dan disahkan melalui SK Bupati, kemudian dipublikasikan dan diawasi oleh perangkat desa untuk kepentingan administrasi dan pembangunan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Biomass and carbon stocks in the Mangrove and Bekantan Conservation Area (KKMB) in Tarakan have not been extensively studied, despite the area being known for its high important for carbon storage. To leverage unmanned aerial vehicle (UAV) technology, this study aimed to map the distribution of estimated biomass, carbon stock, and CO₂ absorption in mangrove categorized as trees within KKMB. The method employed in this study include high-resolution UAV imagery, field measurements to determine stem diameter, and vegetation analysis using the Normalised Difference Vegetation index (NDVI). Biomass estimates was calculated using an allometric approach, while carbon stock calculations were based on 47% of the total biomass. The study found that mangrove biomass estimates ranged from 7.57 to 75.28 tons per Hectare, with a carbon stock of 3.5 to 35.38 tons of Carbon per Hectare and a CO₂ uptake value of 0.013 to 0.12 tons per individual, indicating significant variation between mangrove zones. spatial mapping of the highest carbon distribution show a dense mangrove zone. The use of UAV technology combined with field data has proven effective for monitoring mangrove ecosystems with 85% accuracy. These findings supports the scientific basis for the sustainable management of KKMB and its role in mitigating climate change.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kemampuan memahami bacaan perlu ditinjau melalui tes asesmen diagnostik untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memahami bacaan dan mendeskripsikan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik melalui asesmen diagnostik. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-B SDN 035 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa asesmen diagnostik kognitif dan asesmen diagnostik non kognitif. Sebanyak 28 siswa kelas V-B menjadi subjek penelitian yang mengikuti asesmen diagnostik yang diberikan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebanyak 41,66 % siswa mampu mengakses dan menemukan informasi teks bacaan dengan tepat. Sebanyak 37,5% siswa mampu menginterpretasi dan mengintegrasi teks bacaan dengan tepat. Sebanyak 66,6% siswa mampu mengevaluasi dan merefleksi teks bacaan dengan tepat. Disimpulkan bahwa, siswa kelas V-B SDN 035 Tarakan mempunyai kemampuan memahami bacaan yang berada pada kategori kurang baik. Pemetaan kebutuhan belajar peserta didik diperoleh hasil pada aspek minat peserta didik dikategorikan kurang dalam kesenangan membaca, kesadaran manfaat membaca, dan frekuensi membaca. Selanjutnya hasil masing-masing profil peserta didik dikategorikan beragam dan berbeda-beda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
PEMETAAN SOSIAL EKONOMI PETANI SAYURAN DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN Abstrak Pemetaan sosial ekonomi merupakan kegiatan yang bertujuan menghasilkan data dan informasi yang diperoleh dari kelompok atau komunitas untuk memberikan gambaran kondisi lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi. Pemetaan dimaksud untuk memotret atau menggambarkan keadaan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani sayuran baik dari segi keinginan, kebutuhan dan kendala yang terjadi dalam bertani sayuran. Adapun Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani sayuran di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara dan, 2) Memetakan kondisi sosial ekonomi petani sayuran di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia petani termasuk produktif dengan rata-rata tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD), Dari kisaran interval tersebut maka 65% dengan 52 petani, memiliki jumlah anggota keluarga 4-6 orang. Sebanyak 41 orang atau 51,2% dengan lama usaha 10-17 tahun. Tanah yang dimiliki petani sayuran merupakan tanah pinjaman dengan rata-rata luas lahan 0,05-0,5 ha. dominan petani yang menjual produksi sayurannya melalui tengkulak dengan pendapatan petani Rp. 500,00-3,500,000 dengan frekuensi 46 orang. rata-rata petani lebih memilih menanam jenis sayuran buah musiman seperti; kacang panjang, buncis, terung, cabe, tomat, pare, dan ketimun di bandingkan dengan jenis sayuran daun seperti; bayam, kangkung, daun bawang, dan cangkomanis. Kata kunci: Pemetaan, Soial Ekonomi, Petani Sayuran. SOCIO-EKONOIC MAPPINGG OF VEGETABLE FARMERS IN JUATA LAUT VILLAGE, NORTH TARAKAN DISTRICT, TARAKAN CITY Abstract Socio-economic mapping is an activity that aims to produce data and information obtained from groups or communities to provide an overview of environmental. social, cultural and economic conditions. Mapping is intended to capture or describe the state of people who make a living as vegetable farmers in terms of their wants, needs and constraints that occur in vegetable farming. The objectives to be achieved in this research were: 1) identifying the socio-economic characteristics of vegetable farmers in Juata Laut Village, North Tarakan District and, 2) mapping the socio- economic conditions of vegetable farmers in Juata Laut Village, North Tarakan District, Tarakan City. The method of determining the sample used purposive sampling. Data analysis technique in this research was descriptive analysis. The results revealed that the age of farmers classified as productive with an average educational level of primary school. Based on the interval range, 65% of 52 farmers have family members of 4-6 people. 41 people or 51.2% have had a length of business of 10-17 years. The land owned by vegetable farmers is borrowed land with an average land area of 0.05-0.5 ha. Predominantly, the farmers sell their vegetable production through middlemen with income ranging from IDR 500,00- 3,500,000 with a frequency of 46 people. On average, farmers prefer to plant seasonal fruit vegetables such as long beans, green beans, eggplants, chilies. tomatoes, bitter melon, and cucumbers compared to leaf vegetables such as spinach, water spinach, leeks, and sweetleaf. Keywords: Mapping, Socio-Ekonomic, Vegetable Farmers
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Binusan merupakan salah satu desa tertinggal yang ada di Kabupaten Nunukan. Desa Persiapan Ujang Fatimah merupakan pemekaran dari Desa Binusan yang 20 % wilayahnya dipergunakan dalam arti luas dengan berbagai komoditas perkebunan,pertanian,dan perikanan yang mempunyai prospek cukup baik, hal ini menggambarkan bahwa sebagian masyarakat bekerja sebagai petani. Adanya ketertinggalan tersebut menyebabkan petani ketinggalan akses dibidang pertanian menjadi terbatas, berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukannya penelitian terkait Pemetaan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Memetakan Kondisi Sosial, Ekonomi, dan Budaya petani padi sawah di Desa Persiapan Ujang Fatimah Kabupaten Nunukan (Studi Kasus Kelompok Tani Mattirowali), (2). Mengetahui kendala yang dihadapi petani padi sawah dalam meningkatkan kondisi sosial,ekonomi,dan budaya petani padi sawah di Desa Persiapan Ujang Fatimah Kabupaten Nunukan (Studi Kasus Kelompok Tani Mattirowali). Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan pemprosesan data dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Nvivo12. Hasil penelitian menemukan Pemetaan Sosial, Ekonomi, dan Budaya Petani dilihat dari indikator sosial yaitu jenis kelamin mayoritas laki-laki 33,3%, umur mayoritas 41-64 sebesar 67%, pendidikan dengan mayoritas SD sebesar 46,67%, lama berusaha tani mayoritas >10 tahun sebesar 70%, status kepemilikan lahan mayoritas milik sendiri sebesar 87%, jumlah tanggungan keluarga mayoritas 2-4 tanggungan keluarga sebesar 63,3%, peran kelompok tani sebagai wadah petani untuk dapat mempelajari pertanian yang efektif dan efisien. Indikator ekonomi yaitu pekerjaan di luar usaha tani dengan mayoritas petani memiliki pekerjaan selain usahatani padi sawah 56%, luas lahan rata-rata 1 Ha, produktivitas lahan petani 834,129 Kg/Ha, pendapatan mayoritas Rp.5.000.000 - Rp.10.000.000 sebesar 50%, pemasaran yang dilakukan hanya dari rumah dan harga jual beras Rp.12.000/ Kg. Dalam aspek budaya, semua petani adalah dari suku Bugis dan beragama Islam, serta terdapat kendala-kendala yang dihadapi petani, terutama terkait subsidi pupuk yang sering terlambat, serta masalah pemasaran yang minim sehingga beras produksi petani kurang laku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ABSTRAK PEMETAAN PRODUKTIVITAS SEKTOR KEUANGAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Sela Sri Wahyuni Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar produktivitas sektor keuangan setiap provinsi di Indonesia dan untuk mengetahui pola pemetaan produktivitas sektor keuangan di Indonesia. Serta untuk mengetahui hubungan produktivitas dan pertumbuhan sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2012 – 2021. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Produktivitas, Analisis Regresi Sederhana dan Analisis Tipologi Klassen. Berdasarkan hasil analisis produktivitas sektor keuangan rata – rata provinsi di Indonesia dari tahun 2012 – 2021 termasuk provinsi yang berada pada wilayah yang sangat tidak produktif. Produktivitas sektor keuangan tertinggi berada di Indonesia bagian barat yaitu Provinsi DKI Jakarta yang dimana hasil klasifikasi dengan menggunakan pemetaan kelas. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa Produktivitas Sektor Keuangan (X) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y) dan Hasil korelasi tahun 2012 sebesar (0,03) , tahun 2015 sebesar (0,07), tahun 2018 sebesar (0,03), dan tahun 2021 sebesar (0,02). Selanjutnya hasil analisis tipologi klassen mengenai pola keterkaitan produktivitas sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia memperoleh hasil bahwa, di posisi kuadran I terdapat daerah Maju dan Berkembang adalah Provinsi DKI Jakarta dan Kalimantan Tengah , Kuadran II terdapat 20 Provinsi sebagai daerah berkembang terbanyak berada di Pulau Sulawesi dan Sumatera. Kuadran III terdapat daerah Maju tetapi Bertumbuh Melambat, dan Kuadran IV terdapat 12 Provinsi sebagai daerah tertinggal terdapat di Pulau Kalimantan dan Papua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemetaan budaya organisasi pada Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Fakultas Ekonomi yaitu: Mahasiswa, Alumni, Dosen dan Staff Fakultas Ekonomi berjumlah sebanyak 93 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) dengan bantuan microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil budaya organisasi “saat ini” yang lebih dominan dirasakan ialah budaya Klan yang berfokus pada pengembangan SDM, loyalitas dan fungsi organisasi sebagai keluarga (Clan) dan budaya Hierarki yang berfokus pada lingkungan budaya kerja yang terstruktur dan memiliki kontrol yang kuat (Hierarchy). Sedangkan profil budaya organisasi yang “diharapkan” lebih dominan mempertahankan budaya Klan serta menginginkan perubahan budaya baru dimasa mendatang yaitu budaya Adhokrasi (Adhocracy) yang berfokus menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, tidak terlalu dibatasi oleh struktur sehingga anggota organisasi dapat dengan bebas menggali dan menyalurkan ide-ide kreativitas serta berani untuk berinovasi. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Pemetaan OCAI.