Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Petani Sayuran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI SAYURAN DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI SAYURAN DI KOTA TARAKAN Abstrak Peningkatan kapasitas petani dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan dapat dipengaruhi oleh peran penyuluh pertanian. Namun, keterbatasan jumlah penyuluh di Kota Tarakan menyebabkan penyuluh harus membina 200 kelompok tani sayuran yang tersebar dibeberapa wilayah sekaligus, sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas penyuluhan yang diberikan kepada petani. Kinerja penyuluh yang baik diharapkan mampu meningkatkan kepuasan petani serta mendorong perilaku petani yang lebih baik dalam menjalankan usahatani sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penyuluhan pertanian di Kota Tarakan serta menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kinerja penyuluh pertanian terhadap perilaku petani sayuran melalui kepuasan petani sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Sampel penelitian berjumlah 100 petani sayuran yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Structural Equation Modelling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sistem penyuluhan pertanian di Kota Tarakan telah berjalan cukup baik dan sesuai dengan konsep teoritis, yang mencakup sasaran penyuluhan, tenaga, kelembagaan, metode dan teknik, kebijakan, serta materi penyuluhan; (2) Kinerja penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran dan kepuasan petani sayuran dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,628, t-statistik 7,742, dan p-value 0,000 dan 0,643, t-statistik 10,919, dan p-value 0,000; (3) Kepuasan petani sayuran berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran dengan nilai koefisien sebesar 0,254, t-statistik 2,290, dan p-value 0,022; (4) Kinerja penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran melalui kepuasan petani, peran variabel mediasi menunjukkan koefisien sebesar 0,163, t-statistik 2,396, dan p-value 0,017. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja penyuluh pertanian yang baik, berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan petani dan mendorong perilaku petani yang lebih baik dalam menjalankan usahatani sayuran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemetaan Sosial Ekonomi Petani Sayuran Di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan

2024•

PEMETAAN SOSIAL EKONOMI PETANI SAYURAN DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN Abstrak Pemetaan sosial ekonomi merupakan kegiatan yang bertujuan menghasilkan data dan informasi yang diperoleh dari kelompok atau komunitas untuk memberikan gambaran kondisi lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi. Pemetaan dimaksud untuk memotret atau menggambarkan keadaan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani sayuran baik dari segi keinginan, kebutuhan dan kendala yang terjadi dalam bertani sayuran. Adapun Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani sayuran di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara dan, 2) Memetakan kondisi sosial ekonomi petani sayuran di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia petani termasuk produktif dengan rata-rata tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD), Dari kisaran interval tersebut maka 65% dengan 52 petani, memiliki jumlah anggota keluarga 4-6 orang. Sebanyak 41 orang atau 51,2% dengan lama usaha 10-17 tahun. Tanah yang dimiliki petani sayuran merupakan tanah pinjaman dengan rata-rata luas lahan 0,05-0,5 ha. dominan petani yang menjual produksi sayurannya melalui tengkulak dengan pendapatan petani Rp. 500,00-3,500,000 dengan frekuensi 46 orang. rata-rata petani lebih memilih menanam jenis sayuran buah musiman seperti; kacang panjang, buncis, terung, cabe, tomat, pare, dan ketimun di bandingkan dengan jenis sayuran daun seperti; bayam, kangkung, daun bawang, dan cangkomanis. Kata kunci: Pemetaan, Soial Ekonomi, Petani Sayuran. SOCIO-EKONOIC MAPPINGG OF VEGETABLE FARMERS IN JUATA LAUT VILLAGE, NORTH TARAKAN DISTRICT, TARAKAN CITY Abstract Socio-economic mapping is an activity that aims to produce data and information obtained from groups or communities to provide an overview of environmental. social, cultural and economic conditions. Mapping is intended to capture or describe the state of people who make a living as vegetable farmers in terms of their wants, needs and constraints that occur in vegetable farming. The objectives to be achieved in this research were: 1) identifying the socio-economic characteristics of vegetable farmers in Juata Laut Village, North Tarakan District and, 2) mapping the socio- economic conditions of vegetable farmers in Juata Laut Village, North Tarakan District, Tarakan City. The method of determining the sample used purposive sampling. Data analysis technique in this research was descriptive analysis. The results revealed that the age of farmers classified as productive with an average educational level of primary school. Based on the interval range, 65% of 52 farmers have family members of 4-6 people. 41 people or 51.2% have had a length of business of 10-17 years. The land owned by vegetable farmers is borrowed land with an average land area of 0.05-0.5 ha. Predominantly, the farmers sell their vegetable production through middlemen with income ranging from IDR 500,00- 3,500,000 with a frequency of 46 people. On average, farmers prefer to plant seasonal fruit vegetables such as long beans, green beans, eggplants, chilies. tomatoes, bitter melon, and cucumbers compared to leaf vegetables such as spinach, water spinach, leeks, and sweetleaf. Keywords: Mapping, Socio-Ekonomic, Vegetable Farmers

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIAYA PRODUKSI DAN TINGKAT KEUNTUNGAN PETANI SAYURAN SELAMA DAN SEBELUM PANDEMI COVID-19 DI KOTA TARAKAN

2023•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi penerimaan dan tingkat keuntungan petani sayuran sebelum dan selama pandemi Covid-19 di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Penelitian ini di lakukan dalam rangka pengumpulan data dengan mengambil populasi dan sampel sebanyak 20 responden petani sayuran berdasarkan data yang penulis ambil di lapangan yaitu di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan. Teknik analisis yang digunakan adalah Deskriptif Statistik. Hasil penelitian ini yaitu terjadi perubahan biaya produksi petani sayuran di Kota Tarakan, Biaya produksi petani sayuran sebelum pandemi covid-19 dengan rata-rata Rp. 1.600.000 sedangkan biaya produksi selama pandemi covid-19 rata-rata Rp 975.000 terdapat penurunan sebesar Rp. 1.000.000, sedangkan penerimaan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 3.850.000 penerimaan petani sayuran selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.000.000, ditinjau dari tingkat keuntungan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.250.000, sedangkan selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 1.025.000. Namun jika berdasarkan rasio biaya produksi sebelum dan selama pandemi covid-19 serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 bahwa tidak terdapat perubahan yang cukup berarti pada biaya produksi serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 di Kota Tarakan. Biaya produksi dan penerimaan rata-rata sebelum pandemi covid-19 yaitu 41%, sedangkan biaya produksi dan penerimaaan rata-rata selama pandemi covid-19 adalan 49%, jadi biaya produksi dan penerimaan sebelum dan selama pandemi covid-19 penerimaan tingkat keuntungan sebesar 8%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail